Bacaan Hari ini:
Kej..1:1 - 2:2
Mzm.104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c
Kej.22:1-18
Yoh. 18:1-19:42
( Sabtu Suci - Vigili Paskah )
“Akan tetapi malaikat itu berkata kepada [eremp[yuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”
Matius 28:5-6
Saudara-saudari terkasih,
Kepada mereka diperintahkan untuk segera menemuai para muridNya, dan bahwa Ia akan menunggu mereka di Galilea, Kemudian Tuhan Yesus sendiri, yaitu Dia yang sudah bangkit menemui wanita-wanita itu dan berkata: “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya merekia pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Yesus tidak memilih Yerusalem, melainkan Galilea, tempat yang bagi bangsa Israel tidak mungkin seorang nabi muncul di tempat ini. Di sinilah Yesus membentuk kelompok 12 rasulNya, dan di sini pulalah Ia mau mengumpulkan mereka sebagai “saudara-saudaraNya”. Apa artinya? Mereka tetap menjadi saudara Yesus, sekalipun mereka meninggalkanNya waktu Ia disalibkan; Ia mengampuni mereka.
Saudara-saudari terkasih,
Pada malam vigili Paskah tahun ini, gereja menampilkan kesaksian Matius bahwa “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya”. Inilah penegasan santo Matius yang mau memberikan pembelaan tentang “berita bohong” yang disebarkan oleh orang-orang Farisi. Pada awal setelah Yesus wafat mereka meminta Pilatus untuk menjaga makamNya, jangan sampai para muridNya mencuri mayatNya dan menyatakan kalau Yesus sudah bangkit.(Matius 28:62-66) Dan setelah Yesus bangkit pun, sebagaimana kesaksian para penjaga makam, mereka menyebarkan kebohongan: bahwa para muridNya mencuri mayat Yesus ketika mereka “sedang tidur”. (Matius 28:11-15) Luar biasa, bahwa ada orang yang sedang tidur bisa MELIHAT aktivitas pencurian mayat. Singkat kata, dengan segala cara mereka menyatakan bahwa kebangkitan dan berita keselamatan Injil adalah kebohongan. Bukankah dunia dewasa ini masih juga beranggapan seperti itu? Matius memberikan pembelaannya, yang intinya mau mengatakan ini: sia-sialah manusia yang mau berusaha menggagalkan karya Allah dan berita tentang karya keselamatan yaitu berita tentang kebangkitan. Matius mau menegaskan bahwa iman akan kebangkitan Yesus adalah dasar gereja yang kokoh. Sebab jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah iman kamu dan sia-sialah pewartaan kami, kata santo Paulus.
Saudara-saudari terkasih,
Pada malam Paskah kali ini gereja mau menyadarkan kita semua, mulai dari para wanita yang ditemuiNya dan para murid yang telah meninggalkanNya, bahwa Ia memastikan bahwa Anak Mausia memang harus menderita dan disalibkan, tetapi Ia akan bangkit pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Ia memastikan itu dengan memerintahkan kepada para wanita agar “saudara-suadara”-Nya, yaitu para muridNya untuk datang ke Galilea untuk melihat Dia “Sang Bangkit”. Dia tidak mati untuk selamanya, melainkan Ia bangkit dan mengalahkan maut. Kita harus belajar dari para wanita ini: mereka datang ke makam untuk menengok Yesus, itulah CINTA. Sebab hanya CINTA yang membuat mereka tidak mau lepas dari Dia yang mereka cintai. Jika seseorang beriman, ia harus memiliki kerinduan mencintai Yesus dan berjumpa dengan Dia; oleh kerinduan itu kita akan beroleh anugerah sukacita kebangkitan; memungkinkan kita menjadi RASUL, yang siap diutus mewartakan: Ia tidak ada di sini. Ia sudah Bangkit.
REFLEKSI:
Apakah aku memiliki cinta yang kuat untuk merindukan kehadiran Yesus yang bangkit?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami bersyukur karena hari ini kami dapat merayakan pesta terbesar iman kam, yaitu Yesus bangkit dari mati, supaya kami hidup dan menjadi anak-anakMu. Tambahkanlah cinta kami kepadaNya, sebab Dialah Juruselamat kami. Amin