Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

YESUS DIURAPI WANITA PENDOSA

BC - 10841G | Tuesday, 12 April 2022

Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-7
Mzm.27:1,2,3,13-14
Yoh.12:1-11

“Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
Yohanes 12:10-11

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,“Enam hari sebelum Paskah” adalah keterangan yang mengawali pewartaan Gereja pada hari Senin ini; dan bukan secara kebetulan pada “hari yang sama” waktunya, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang telah dibangkitkanNya dari mati. Tidak dijelaskan “alasan apa” mereka mengadakan perjamuan untuk Yesus. Bisa jadi karena mereka bergembira akan peristiwa yang dialami oleh Lazarus yang dibangkitkan dari antara orang mati. Seperti biasa, Marta saudara Lazarus melayani Yesus. Disebutkan juga Lazarus ada di antara perjamuan yang diadakan. Yang menarik, Maria yang pada kesempatan sebelumnya “duduk di kaki Yesus” dan mendengarkan Yesus, tetapi kali ini mengurapi “kaki Yesus” dengan menggunakan rambutnya dengan “minyak narwastu murni” yang bisa dipastikan “mahal harganya”. Tidak kalah menariknya, ada Yudas Iskariot di situ. Ia berkomentar tentang apa yang dilakukan oleh Maria: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang miskin?”

Saudara-saudari terkasih,
Menariknya, komentar Yudas itu dinilai oleh Penginjil sebagai sikap yang sesuai dengan makna terdalam perkataannya. “Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” Berbeda dengan komentar penginjil Tuhan Yesus justeru mengingatkan Yudas dan semua yang hadir dalam perjamuan itu, tentang tindakan “fenomenal” Maria di depan orang banyak itu. Maria “tidak malu” menggunakan mahkotanya, yaitu rambutnya untuk menyeka kaki Yesus, yang bisa jadi penuh dengan debu. Maria memberikan yang terbaik untum tindakannya itu dengan menuangkan “minyak narwastu” yang kata Yudas harganya “tiga ratus dinar”; suatu harga yang pantas yang bisa ia berikan untuk Yesus yang akan menyongsong “kematianNya”. Yesus berkata: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Tindakan ini mengingatkan saya pada “ironi” yang dilakukan oleh Yudas yang mengkianati guruNya dengan “menjual” Yesus dengan tiga puluh keping uang perak, yang nilainya lebih rendah dari harga minyak narwastu. Tiga puluh keping perak senilai dengan 120 dinar.

Saudara-saudari terkasih,
Sungguh, hari ini saya tertarik pada Maria memberikan “penghormatan” dan “penyembahan” kepada Yesus, yang telah membangkitkan Lazarus, saudaranya. Tuhan Yesus yang diurapi oleh Maria dengan minyak narwastu “asli” dan menyekanya dengan rambutnya, merasa dihargai sebab “Maria” mengoleskan minyak justeru pada saat “hari menjelang kematianNya”; pengolesan minyak pada manusia, biasanya dilakukan oleh orang-orang sebelum menguburkan orang yang meninggal. Perhatikanlah apa yang dikatakan pengijil Lukas tentang kisah menjelang kebangkitanNya, bahwa “pagi-pagi benar pada hari minggu pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-remaph yang telah disediakan mereka.” Hal itu dilakukan oleh wanita-wanita yang mengasihi Yesus; mereka adalah Maria dari Magdala dan Yohana dan Maria ibu Yakobus. Tujuan mereka adalah untuk mengoleskan rempah-rempah itu pada “jasad” Yesus. (Lukas 24:1&10). Jawaban Yesus memiliki dua makna yang memberikan “pendidikan iman” kepada para pendengar Injil hari ini: Pertama, bahwa tindakan Maria adalah tindakan “terpuji” sebagai bentuk ucap syukur dan kasihnya kepada Yesus yang telah membangkitkan saudaranya Lasarus, serta “pengiring” untuk hari kematianNya sendiri. Yang kedua, Tuhan Yesus mau mengingatkan bahwa saat ini adalah saat untuk menghadapi “hari-hari” DiriNya masih ada di antara mereka. Maka Yesus berkata: “Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Saudara-saudari terkasih,
Hari pertama dalam pekan Suci, hari ini, Gereja mengarahkan perhatian kita pada “kesungguhan” kita untuk mensyukuri “apa saja” yang telah dilakukan oleh Tuhan dalam hidup kita. Sejenak kita tidak disibukkan dengan “pernyataan ironis” Yudas, yang terkesan “peduli” pada orang miskin, tetapi ternyata dia adalah seorang bendahara yang tidak jujur. Keluarga di Betania mengadakan perjamuan untuk menyatakan syukur atas “mujizat besar” yang dilakukan Yesus, yaitu membangkitkan Lazarus. Lazarus ada di tengah mereka dan dia hidup. Hal itu ternyata tidak membuka mata Yudas, dan memicu kebencian imam-imam kepala, yang berusaha untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena Lazarus, banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus (Yohanes 12:11). Marta juga melayani Yesus sebagai “tuan rumah” yang baik, yang siap menjamu tamunya. Tetapi Maria dengan tindakannya menyeka kaki Yesus dengan minyak narwastu, telah menarik perhatian banyak orang oleh semerbak bau minyak itu. Yang terbaik diberikan untuk menghormati Yesus, yang terbaik diberikan untuk ucapan syukur atas “tindakan ilahi” Yesus yang telah membangkitkan saudaranya Lazarus. Inilah pelajaran yang dapat kita petik hari ini.


REFLEKSI:
Apakah aku dalam hidupku menemukan Tuhan  bertindak dalam hidupku? Apakah aku juga bersyukur atas “campur tangan” Tuhan dalam hidupku selama ini?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami belajar dari keluarga di Betania, dan terutama dalam diri Maria, yang tahu berterimakasih atas kebaikanMu. Bantulah kami untuk selalu mengandalkan Yesus. Sebab Engkaulah, Tuhan dan Pengantara kami, Amin.