"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya."
Sesungguhnya medan peperangan terbesar dalam diri manusia adalah, terletak pada pikirannya sendiri. Karena, yang ada dalam pikiran akan membentuk setiap tindakan kita.
Pikiran manusia itu ibarat seperti tanah atau ladang, yang tidak pernah memilih dan memedulikan jenis benih apa yang hendak ditanam di atasnya. Benih apa pun yang kita tabur dan semai, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan benih yang kita tabur itu.
Apa pun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau tidak baik, positif atau negatif, pikiran kita akan segera menerima, merespons, dan menumbuhkannya, tidak peduli hal itu berdampak positif atau negatif terhadap kehidupan kita: menuntun kepada keberhasilan atau kehancuran. Keputusan dan pilihan ada pada kita sendiri!
Sadar atau tidak, seringkali kita mengisi dan memenuhi pikiran kita dengan hal-hal yang negatif tentang diri sendiri: hidupku penuh masalah, penyakit, atau apapun berupa hal-hal buruk. Maka hal itu akan direspons oleh pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan. Bila yang kita tanam adalah hal-hal yang baik dan positif: semangat atau rasa percaya diri, pikiran kita juga akan merespons hal itu ke dalam sikap dan tindakan kita, sehingga hidup kita akan menjadi seperti yang kita harapkan.
"... semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Filipi 4:8. Amin