Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu....?
Bacaan kita hari ini memberi gambaran yang jelas, tentang apa yang dilihat dan diperhatikan oleh Nabi Maleakhi, persembahan untuk Tuhan yang seharusnya dipilih yang terbaik, malah diganti dengan barang2 yang tidak berkualitas. Roti yang cemar, binatang yang buta, timpang bahkan yang sakit. Semua itu membuat Tuhan berduka dan marah. Seringkali kita mohon berkat Tuhan, meminta agar Tuhan membuka pintu berkat bagi kita dan keluarga, namun kita sering lupa soal bagaimana kita memberi.
Kita diingatkan jika mau hidup kita diberkati, ujilah bagaimana cara kita memilih pemberian kita bagi Tuhan dan sesama. Seperti anak kecil yang menyerahkan 5 roti dan 2 ikan itu kepada Yesus, maka di tangan Yesus semua itu menjadi berkat bagi lebih dari 5000 orang yang hadir pada saat itu. Yesus ingin kita punya sikap hati yang selalu mau memberikan yang terbaik bagi-Nya.
Orang yang menimbun kekayaan, masih kalah kaya dibandingkan dengan mereka yang menyalurkan miliknya dengan memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama. Amin.