.. tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya.
Orang-orang Israel baru saja menyaksikan pembelaan Tuhan dengan ajaib. Tuhan membelah laut Teberau, mereka takjub dan bersorak, namun hanya sekejap. Pujian kepada Tuhan berubah menjadi persungutan saat mereka minum air di Mara yang pahit rasanya. Mereka marah dengan situasi hari itu.
Benar, Tuhan memimpin perjalanan mereka, tapi mengapa Tuhan memberi air yang pahit? Tuhan menjawab ketidak-percayaan dan kedegilan hati mereka dengan mukjizat. Diubahnya air yang pahit itu menjadi manis.
Kita mungkin pernah atau sedang mengalami situasi yang pahit, mungkin berupa persoalan yang mengimpit kita, sakit penyakit, atau kegagalan dalam usaha kita. Ketika Tuhan mengizinkan semua itu terjadi, marahkah kita? Apakah kita mulai meragukan-Nya? Sebuah nasihat bijak berkata: Jika kita tidak mengalami kegagalan dan merasakan pahitnya, kita tidak dapat merasakan manisnya kesuksesan.
Jika Tuhan tidak memimpin dan membawa kita di sebuah tempat yang pahit, maka kita tidak akan pernah menikmati yang manis dari Tuhan. Dia ingin melatih iman kita agar bertumbuh untuk memercayai-Nya. Tuhan punya rencana terbaik, dan Dia sanggup mengubah situasi yang pahit itu menjadi manis! HADAPILAH HIDUP INI, SEPAHIT APA PUN KEADAANNYA, SEBAB TUHAN PASTI MENGUBAHNYA MENJADI MANIS.