Tetapi Ketika dirasanya tiupan angin,takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berterial: “Tuhan, tolonglah aku!”
Kisah Yesus berjalan di atas air memberikan pelajaran kepada kita, agar senantiasa menaruh kepercayaan kepada Yesus, sehingga kita dapat mengarungi gelombang kehidupan dengan penuh iman dan pengharapan. Tanpa iman dan pengharapan di dalam Kristus, kehidupan kita akan terpusat pada masalah dan gelombang. Dengan iman dan pengharapan, kita akan dapat melalui gelombang kehidupan dengan tenang dan damai.
Petrus mencoba datang, karena matanya terus tertuju kepada Yesus. Iman membuatnya berani untuk meninggalkan zona nyaman, melepaskan apa yang dia pegang, untuk melangkah pada tempat yang belum pasti.
Pada saat kita melupakan apa yang baik, maka iman dan harapan seolah-olah menjadi kabur. Kehilangan dasar (iman) dan tujuan (harapan), membuat kita ketakutan dan kemudian mulai tenggelam. Ketakutan sering berawal dari ketidak percayaan yang tiba-tiba muncul sebagai ancaman.
Tidak mudah menghilangkan ketakutan, maka kita perlu membangkitkan kembali sumber kekuatan kita, yaitu Kristus sendiri. Yang dilakukan oleh Petrus adalah, ketika dia berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” . Pada saat kita meminta tolong kepada Tuhan, maka Tuhan menghampiri kita, memegang tangan kita dan menarik kita dari keterpurukan . Yesus menghapus ketakutan dan kemudian dikatakan bahwa anginpun reda.
Hanya ketenangan di dalam Tuhanlah yang dapat meredakan ketakutan kita. Dapat mengembalikan keteguhan iman dan pengharapan kita.