Engkaulah pelitaku ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku.
Raja Daud tidak lepas dari kesalahan. Namun di kitab 2 Samuel, kita menemukan nyanyian Daud yang bersyukur pada Allah atas belas kasihan, kasih setia, dan kelepasan yang diberikan-Nya. "Engkaulah pelitaku, ya Tuhan, dan Tuhan menyinari kegelapanku"
Dalam banyak kesulitan yang dihadapinya, Daud berpaling kepada Tuhan. "Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok".
Mungkin kita dapat merasakan dan memahami pergumulan-pergumulan Daud karena seperti kita, ia pun jauh dari sempurna. Namun Daud tahu bahwa Allah jauh lebih besar daripada bagian-bagian hidupnya yang paling kacau sekalipun.
Bersama Daud, kita dapat berkata, "Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda Tuhan itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang Yang berlindung pada-Nya". "Semua orang itu termasuk kita! Hidup ini memang kacau, tetapi Allah jauh lebih besar daripada semua kekacauan itu. Belumlah terlambat untuk memulai suatu awal yang baru bersama Allah.
Tuhan, kami tidak dapat membaca tentang kegagalan dan kesulitan orang lain tanpa dungatkan akan kegagalan dan kesulitan kami senditi Kami membawa semua itu kepada-Mu, dan memohon pengampunan serta kuasa-Mu untuk suatu awat yang baru. Amin.