"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku."
Tak banyak orang Kristen mampu menjaga mulutnya untuk tidak memperkatakan hal-hal yang negatif saat kesulitan datang. Begitu masalah datang, seketika itu pula terlontar omelan, keluhan dan sungut2. Daud bukanlah orang yang hidup tanpa masalah. Masalah dihadapi dengan tidak membuatnya larut dalam kepedihan dan mengasihani diri sendiri. Ia bertekad untuk memuji Tuhan disegala waktu, artinya di segala keadaan, pada saat susah atau senang.
Saat kita memuji dan memuliakan Tuhan, maka kita sedang meng-aplikasikan iman dalam perbuatan. Sama seperti tubuh jasmani perlu bergerak atau ber-olahraga agar menjadi kuat, sehat, dan bugar, begitu pula kita perlu mengaplikasikan iman melalui doa, penyembahan, pujian dan ucapan syukur.
Janji Tuhan adalah ya dan amin! Tuhan tidak pernah ingkar dengan janji-Nya . Jangan sekali-kali merasa bimbang. Kebimbangan ibarat tembok tebal yang menghalangi kita untuk dapat melihat pekerjaan Tuhan dinyatakan.
Secara akal Abraham punya alasan untuk tidak memercayai janji Tuhan dan menjadi lemah, tapi ia terus melatih 'otot-otot' imannya melalui pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Dan pada saatnya, Abraham mengalami penggenapan janji Tuhan sesuai dengan waktu Tuhan.
Jangan berhenti memuji-muji Tuhan, karena di dalam puji-pujian ada kekuatan iman!