…. maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan."
Kata 'pencobaan' merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di dunia, termasuk orang percaya.
Sekalipun harus dihadapkan berbagai pencobaan, kita diperintahkan tetap kuat dan harus mampu mengalahkan pencobaan, seperti yang Kristus teladankan: menang atas pencobaan di padang gurun. Orang akan bersusah hati dalam pencobaan, tapi firman Tuhan mengajarkan untuk menjaga hati agar tetap mampu bersukacita, karena sukacita adalah kekuatan yang memampukan bertahan di tengah pencobaan. Kualitas hidup seseorang akan terlihat saat sedang dalam pencobaan: ada yang kuat, tidak sedikit yang menyerah.
Sekalipun pencobaan adalah salah satu alat uji, tapi Yakobus menegaskan bahwa pencobaan itu bukan berasal dari Tuhan (Yakobus 1:13). Penyebab utama adalah Iblis. Iblis seringkali mencobai manusia dengan melancarkan serangan dari sisi jasmaniah, seperti dialami Ayub. Penyebab lainnya adalah keinginan diri sendiri (Yakobus 1:14).
Berawal dari melihat, timbul keinginan dalam hati, akhirnya jatuh dalam dosa. Itulah yang dialami Daud, jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba (2 Samuel 11). Membentengi diri dengan firman Tuhan dan melekat kepada Tuhan adalah kunci untuk memenangkan atas pencobaan! Kapan kita bisa memulainya?