“Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepada-Ku.
Tindakan seorang perempuan yang mengurapi Yesus dengan minyak mahal adalah jembatan untuk memahami bahwa bagi mereka yang mengenali Yesus, tidak ada pemberian yang dianggap terlalu besar atau sia-sia.
Ketika para murid mengkritik tindakan tersebut sebagai pemborosan, mereka gagal menangkap esensi misi Yesus, Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk menyerahkan nyawa-Nya. Pengurapan tersebut merupakan persiapan profetik bagi kematian Yesus yang menebus dosa dunia—puncak dari seluruh rencana Allah dalam nubuat Perjanjian Lama.
Mari kita mulai belajar untuk memberi dan berbagi di dalam kehidupan kita melalui ketaatan yang radikal di tengah masyarakat yang materialistis. Belajar dari perempuan ini, dimana ia dipanggil untuk mengutamakan Kristus di atas segala logika duniawi.
Mulailah dengan memberikan yang terbaik dalam setiap tanggung jawab sebagai persembahan bagi-Nya. Ingatlah, saat kita meletakkan hal yang paling berharga di kaki Yesus, kita tidak sedang kehilangan, melainkan sedang mengikatkan diri pada kekekalan.
“Penyembahan sejati tidak pernah menghitung harga, karena bagi Kristus Sang Raja, tidak ada pemberian yang terlalu mahal.”