Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah……
Tidak jarang semangat dan perayaan Tahun Baru seperti petasan, meriahnya hanya di awal dan hanya sebentar, sesudah itu sepi lagi. Kemeriahan petasan tampaknya lebih banyak disukai orang. Sebaliknya yang sederhana dan kesunyian , membuat orang menjauh.
Pada awal tahun Gereja juga merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Injil justru menampilkan bukan sosok yang hebat, tetapi hanyalah para gembala. Setelah melihat Bayi Yesus, para gembala kembali sambil MEMUJI DAN MEMULIAKAN ALLAH. Bukankah di palungan ada di kandang kambing yang bau dan kotor?
Mengapa bisa membuat para gembala bahagia? Injil Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan itu bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana dan bersahaja. Peristiwa atau perngalaman hidup yang tampaknya sahaja dan biasa-biasa saja. Bisa membawa orang pada sukacita. Asal bisa melihat dan menemukan Tuhan.
Mulailah instropeksi diri, apakah saya kurang merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan menerima Dia untuk tinggal dalam permasalahan hidup kita, beranikah kita menyediakan tempat bagiNya dalam rumah hati kita?
Marilah merubah sikap dengan membuka diri akan kehadiran Tuhan, mencari waktu Untuk berjumpa dengan-NYA lebih intens. Tuhan Yesus memberkati.