Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
St.Lukas mencatat peristiwa perjumpaan Maria dengan Elisabet yang tengah mengandung, bayi yang akan ada di dalam kandungan Maria inilah yang membuat Maria disebut berbahagia. Sama sekali tidak berbicara tentang kemuliaan Maria, tetapi kemuliaan Yesus. Maria adalah alat di tangan Tuhan untuk melahirkan Yesus ke dalam dunia ini. Elisabet menyadari kerendahannya dan merasa tidak layak dikunjungi oleh Maria.
Maria berbicara tentang kerendahannya tetapi diperhatikan oleh Allah. Elisabet bukanlah orang berkedudukan tinggi pada waktu itu, tetapi Tuhan justru memakai orang-orang kecil ini agar kemuliaan Tuhan dinyatakan dan belas kasihan-Nya diberikan bagi orang-orang yang tidak layak ini. Itu sebabnya kita perlu belajar dari Maria. Belajar dari sikap hidupnya, kerendahan hati. Tidak ada perempuan yang lebih berbahagia dari Maria,yang mendapat keistimewaan sangat besar.
Ketika Tuhan memakai orang rendah, hina, tidak berpendidikan, dan mengerjakan pekerjaan-Nya yg agung dan besar, maka semua yang melihat kemuliaan pekerjaan itu akan sada;r bahwa Allah yang mengerjakan pekerjaan itu dengan kuasa dan hikmat-Nya.
Menyadari kelemahan kita, biarlah kita bersyukur, karena kita hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Sebaliknya, orang yang besar, kuat, kaya, pandai, dan angkuh akan diruntuhkan Tuhan. Jangan banggakan kekuatanmu. Tunduklah kepada Tuhan dan hiduplah dengan rendah hati, maka Tuhan akan memakai kita untuk hal-hal yang akan meninggikan nama-Nya. Amin