"Mereka berjalan makin lama makin kuat,"
Ketika dihadapkan pada masalah, setiap orang memiliki respons hati yang berbeda-beda. Ada yang merespons dengan sikap hati yang benar, ada pula yang menyikapinya dengan negatif. Orang yang respons hatinya benar, sekalipun diterpa badai hidup sebesar apa pun, akan tetap kuat menghadapinya. Sebaliknya ada orang yang menghadapi masalah kecil saja langsung lemah karena respons hatinya salah.
Semakin kuat atau semakin lemah sangat bergantung pada fondasi hidup kita masing-masing. Ada perbedaan yang menyolok antara kayu, rumput atau jerami dengan emas, perak atau batu permata. Kayu, rumput atau jerami bila dibakar justru pasti akan hangus musnah. Berbeda dengan emas, perak dan batu permata, yang bila dibakar justru semakin murni. Kehidupan orang percaya haruslah tetap kuat di segala situasi.
Masalah, ujian dan tantangan yang semakin berat seharusnya semakin mendorong kita untuk hidup melekat kepada Tuhan, sehingga kita mampu memandang setiap permasalahan dengan kacamata iman.
Bagaimana supaya kita tetap kuat dan mampu bertahan? Semua bergantung pada fondasi rumah rohani kita. Fondasi itu adalah persekutuan yang karib dengan Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya. Dengan mengandalkan kekuatan sendiri, kita takkan mampu bertahan di tengah goncangan dunia. Kekuatan hidup orang percaya ada di dalam Tuhan! Karena itu melekatlah kepada Tuhan senantiasa.