Give us this day our
Daily Bread
Santapan Rohani
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TANPA ROH KUDUS, KESAKSIAN KOSONG

Roma 8:16 | Thursday, 16 July 2026

Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.


Renungan Harian

Dengan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu menjadi saksi kebenaran yang sejati. Roh kuduslah yang akan memampukan kita. Karena kita akan mudah terjebak dalam kebenaran versi kita sendiri, kebenaran yang dibentuk oleh ego, kepentingan, dan keinginan untuk diakui. Tanpa pendampingan Roh Kudus, kita akan cenderung jatuh pada pewartaan diri, meski kita membungkusnya dengan aktivitas pewartaan sabda Allah. Betapa sering kita beraktivitas di media sosial dengan judul seolah-olah mewartakan Tuhan, tetapi yang kita nanti-nantikan adalah peningkatan jumlah like dan subscribe! 

Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat memahami kehendak Allah. Ia menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran itu. Lebih dari itu, Roh Kudus memurnikan motivasi kita, agar kesaksian kita bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Sering kali kita tergoda untuk bersaksi demi menunjukkan bahwa kita lebih baik, kesaksian seperti itu justru menjauhkan kita dari kebenaran sejati. Kebenaran sejati selalu mengarah pada kemuliaan Allah, bukan kemuliaan diri.

Menjadi saksi kebenaran berarti kita harus rendah hati, mau mendengarkan, dan membuka diri terhadap bimbingan-Nya. Mari kita bertanya dalam hati: Apakah kesaksian hidup kita sungguh memuliakan Tuhan? Ataukah yang dimuliakan justru diri kita sendiri? Sudahkah kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, sehingga kita tetap berada dalam kebenaran, yakni mewartakan Kristus, sang kebenaran sejati.