“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang tdak kami lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. .”
Saat penghakiman terakhir, “Yesus sebagai Hakim akan memisahkan orang-orang seperti gembala yang memisahkan domba dari kambing’. Bagaimana kita akan dihakimi berdasarkan perbuatan kita, apakah kita melakukan perbuatan baik , kita akan dikategorikan domba dan akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Di sisi lain, mereka yang mengabaikan atau tidak dianggap seperti kambing dan akan dihukum ke dalam api yang kekal.
Yesus menekankan pentingnya kasih, belas kasihan, dan pelayanan kepada sesama sebagai tindakan konkret dalam mengasihi Allah. Kabar sukacita yang kita dengarkan dan kita pahami dengan sangat baik, harus diterapkan dalam hidup sehari-hari. Kasih tak sekadar kata. Kasih melampaui segala batas yang ada dalam kamus hidup manusia. Kasih harus dibuktikan dalam tindakan nyata. Dengan berbuat baik kepada sesama, kita sebenarnya melayani dan mengasihi Kristus sendiri.
Kiranya menjadi semacam pengingat bagi kita semua untuk selalu berbuat baik kepada siapapun yang kita jumpai. Perhatian bukan hanya kepada yg kita kenal,dan kepada orang yang dapat membalas kebaikan kita; justru kepada yang paling hina, kepada yang paling membutuhkan. Perbuatan-perbuatan baik kita itu pun hendaknya dilakukan dengan ketulusan, kerendahan hati, dan tidak bermotivasi keuntungan atau kemuliaan diri. Misi kita hari ini: Membantu sesama yang membutuhkan dengan hati yang tulus.