"Kata Yesus kepada Petrus: 'Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?'"
Untuk menang orang-orang dunia akan menggunakan segala cara, jika perlu dengan kekerasan disertai ancaman, menjegal, menindas, bahkan 'memangsa' sesamanya, seperti istilah homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia lainnya).
Tetapi firman Tuhan mengajarkan: "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan;!... Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12) , Teguran Yesus mungkin membuat Petrus kecewa. Ingin membela justru dimarahi-Nya. Pernyataan Tuhan Yesus ini menunjukkan bahwa Dia sangat anti kekerasan. Sampai kapan pun kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah, sebaliknya justru semakin memperburuk masalah, tetapi Dia adalah Tuhan yang sangat tegas tanpa kompromi.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kekerasan harus dihadapi dengan kasih. Meski dunia dipenuhi kejahatan dan kekerasan, orang percaya dituntut tetap mempraktekkan kasih, karena Tuhan tidak pernah mengajarkan kita melakukan pembalasan. Pembalasan adalah hak Tuhan (Roma 12:19). "TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan." Mazmur 11:5