"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."
Pada umumnya orang beranggapan bahwa berkat dari Tuhan itu identik dengan uang atau kekayaan (materi) yang tampak terlihat jelas secara kasat mata, kebiasaan kita menyimpulkan bahwa dengan melimpahnya harta kekayaan, artinya Tuhan memberkati hidupnya.
Benarkah demikian? Kita tidak dapat mengukur dan menilai berkat Tuhan dari sudut materi semata semata atau apa yang kelihatan. Berkat Tuhan tidak harus berarti materi, tetapi lebih besar daripada itu, sepanjang kita menerima janji Tuhan dan mampu mengucap syukur kepadaNya atas apa pun yang terjadi.
Inilah pengertian yang benar dari hidup yang diberkati oleh Tuhan meskipun keadaan yang ada sepertinya terlihat kurang baik di pandangan mata manusia. Bukankah berkat rohani: keselamatan, perlindungan, kesehatan, sukacita, damai sejahtera, kebahagiaan, umur panjang dan sebagainya lebih berharga daripada uang atau kekayaan yang kita miliki? Ingat, berkat rohani tidak akan pernah bisa dibeli dengan berapa pun jumlah uang atau kekayaan yang ada pada kita.
Kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya harta di dunia, melainkan bagaimana bisa tetap mengucap syukur dan memuliakan Tuhan dengan keadaan yang ada!