Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;….
Mungkin saja kita sudah hafal akan isi Mazmur 23; nyanyian Daud. Menggambarkan Tuhan sebagai Gembala Agung yang memelihara, membimbing, dan melindungi umat-Nya dengan kasih setia. Kita akan menemukan ketenangan di tengah badai, dan meyakini bahwa kebaikan Allah akan menyertai, bahkan saat hidup kita mengalami kekelaman.
Adakah kita benar-benar percaya bahwa :
Tuhan Memelihara. Jika Tuhan adalah gembala kita, kebutuhan fisik maupun rohani kita akan dicukupi.
Tuhan Memulihkan dan Menuntun. Di dunia yang melelahkan, Tuhan memulihkan jiwa yang letih dan memimpin kita pada jalan kebenaran demi nama-Nya. Ia menyembuhkan batin dan mengarahkan hidup kita.
Tuhan Melindungi di Tengah Kesukaran. Daud berkata :"sekalipun". kesulitan datang, namun ketakutan hilang karena penyertaan-Nya. Tongkat dan gada-Nya memberikan perlindungan dan bimbingan.
Tuhan Memberi Kelimpahan dan Kasih Setia. Bahkan di tengah masalah, Kebaikan Tuhan selalu ada bagi orang yang taat, dan IA membawa kita tinggal dalam rumahNya selama-lamanya.
Bagaimana dengan hidup kita, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan sebagai Gembala, atau masih cemas dengan kebutuhan hidup? Benarkah kita izinkan Tuhan membaringkan jiwa kita yang lelah di "padang rumput yang hijau" melalui doa dan sakramen.
Saat kita menghadapi "lembah kekelaman", sadarilah bahwa kita tidak berjalan sendirian, karena Tuhan selalu mendampingi kita sebagai “Gembala yang baik” yg tidak akan meninggalkan kita sedetikpun. Amin.