Kata-Nya kepada mereka semua:”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Hidup manusia itu bergantung kepada Kasih Allah Bapa. Hari ini kita akan berbicara mengenai kebahagiaan kebahagiaan yang berakhir dengan kekosongan. Banyak orang berpikir, rasa sedih, rasa sepi, kecewa yang datang menyerang dapat diatasi dengan mengeluarkan si dompet sebanyak banyaknya. Yang kaya raya keliling dunia, yang sedang ke Singapore, yang uangnya terbatas keluar kota, semua dengan tujuan menghamburkan uang menghilangkan sepi, sedih, kecewa yang dialaminya.
Tetapi apa yang kita dapatkan ? kekosongan. Tuhan berkata, kebahagiaan sejati tidak bergantung pada isi kantong kita. Agar bahagia, kita perlu membuka hati kepada apa yang Tuhan berikan kepada kita, hidup rohani kita pelihara.
Manusia mempunyai Tubuh dan jiwa/Roh. Tubuh kita memerlukan makanan demikian juga dengan jiwa/roh kita. Jiwa kita memerlukan makanan rohani dari Sang pencipta yaitu Allah sendiri.
Didepan Bait Allah Petrus berkata :”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu :Demi nama Yesus Kristus orang nazaret berjalanlah !!” orang lumpuh itu berjalan ! Amin