Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki2 , dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.
Permenungan panggilan kita sebagai murid Yesus, Yesus menetapkan 12 murid. Inisiatif panggilan datang dari Tuhan. Ia juga memanggil orang-orang yang dikehendakiNya. Tetapi Yesus membutuhkan tanggapan dari para murid. Ikatan mereka bukan lagi sekedar karena ikatan darah melainkan melampaui itu. (Mat 12:50). Karena itu Yesus membentuk kedua-belasan ini sebagai sebuah komunitas. Kedekatan karena ikatan darah tidak cukup untuk menjamin bahwa mereka dapat sehati sepikir dalam memberitakan injil. Di dalam komunitas para murid Yesus inilah; mereka saling membina , disitulah gunanya komunitas.
Mari kita perhatikan tumpukan arang yang sudah dibakar. Ia menjadi bara api yang senantiasa hidup ketika saling berdekatan satu sama lain. Seandainya saja satu arang kita tarik keluar, dan dibiarkan sendiri, maka perlahan-lahan arang itu pun akan mati.
Demikian juga kita, seandainya kita tidak hidup dalam komunitas. Perlahan-lahan kita pun akan mati. Komunitas itu menghidupkan. Maka berusahalah selalu hidup dalam komunitas. Keluarga juga adalah komunitas. Keluarga adalah komunitas terkecil dalam Gereja. Peliharalah selalu hidup bersama dalam komunitas keluarga. Apabila satu anggota keluarga tidak pernah kumpul, tidak pernah makan bersama, tidak pernah doa bersama, lambat laun dia akan menjadi asing di dalam keluarga…merasa kesepian….merasa kurang semangat…
Maka mari saudara-saudari terkasih, tinggallah dalam komunitas agar semakin dekat dengan Tuhan.