Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
Sebagai ciptaan kita kita memiliki harga diri, karena itu kita tidak ingin bergantung pada siapapun. kita ingin eksis berdiri sendiri agar dihargai orang lain Kita enggan bergantung, cenderung mengandalkan "kebisaan" kita. Namun disisi lain, sebagai ciptaan kita memiliki keterbatasan, karena itu kita sangat tergantung pada Sang Pencipta. Kita harus bergantung penuh pada TUHAN Sang Pencipta Pemazmur mengingatkan:
1 Ada 2 perkara yang membuat kita enggan bergantung pada TUHAN (a) Angkuh Keangkuhan merupakan penghambat ketergantungan, b. Ambisius, Ambisi tidak salah, namun bila kita dikuasai ambisi dan menghalalkan segala cara, maka ambis menjadi penghalang ketergantungan kita pada TUHAN.
2. Ada 2 perkara yang perlu kita jaga dalam bergantung pada TUHAN. (a). Menenangkan jiwa. (b). Mendiamkan jiwa.
Kita memang didesain TUHAN untu bekerjasama denganNya dalam menjalani kehidupan ketergantungan padaNya mutlak kita perlukan. Amin.