"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"
Semua orang pasti pernah mengalami tekanan dalam hidupnya. Tekanan hidup dapat terjadi karena banyak faktor, seperti masalah yang datang bertubi-tubi, studi gagal, ditinggalkan oleh orang terkasih, dan masih banyak lagi. "Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:" (Pengkhotbah 6:1).
Setiap kita, memiliki respons yang berbeda-beda ketika menghadapi tekanan hidup. Ada yang tak berhenti mengeluh sehingga keadaannya semakin terpuruk dan makin frustasi. Tetapi tidak sedikit dari mereka yang tetap kuat dan tegar.
Tekanan adalah salah satu cara yang terkadang Tuhan pakai untuk pendewasaan rohani, agar kita bisa lebih kuat dan tidak manja. Selama ini mungkin kita terlena dengan zona nyaman, sehingga begitu tekanan datang kita langsung oleng atau kehilangan keseimbangan. Bersyukurlah , sebab jika alur kehidupan kita datar-datar saja, tak ada tantangan, pastilah membosankan. Jadi, ambillah sisi positif dari setiap tekanan yang di-alami. Tekanan membuat kita semakin menyadari keterbatasan kita dan mendorong kita untuk semakin mendekat kepada Tuhan.
Karakter asli seseorang tidak keluar saat semuanya baik-baik saja, tetapi di saat tekanan datang di situlah akan terlihat kualitas hidup yang sesungguhnya. Percayalah bahwa tidak ada masalah atau tekanan yang terjadi dalam hidup orang percaya di luar kendali Tuhan, sebab dalam segala perkara Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28).