Aku memberikan engkau seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam gemas-Ku.
"In God we trust" tertulis dalam setiap mata uang dollar Amerika menunjukkan bahwa negara ini berlandaskan dan menjunjung tinggi Allah Sama seperti Israel, mereka punya raja, mereka punya imam dan menyembah Yahweh. Sama juga dengan negara-negara atau bangsa lain yang beragama. Tetapi benarkan mereka sungguh bersandar pada Tuhan? kenyataan dalam kehidupan sehari-hari akan menunjukan hal itu.
Bisakah Amerika disebut "trust to God" ketika mereka mengandalkan hikmat manusia, melegalkan aborsi, perkawinan sesama jenis dengan dalih menjunjung tinggi Hak azasi manusia? Tidak!, mereka bukan bersandar pada Tuhan tetapi pada hikmatnya sendiri.
Seorang pemimpin mempunyai peran penting, ia harus membawa negara, organisasi, bangsa sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya jika tidak ingin membawa bangsa atau organisasinya hancur la harus bersandar pada hikmat Tuhan, dan bukan pikiran dan kepentingannya sendiri.
Pada Tuhan kami bersandar, terjadilah! Amin.