"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
Tidak ada seorang pun di antara milliard-an insan di bumi ini yang sama persis. Setiap orang pasti memiliki perbedaan dan karakteristik masing-masing. Anak yang dilahirkan kembar sekalipun, meski punya kemiripan rupa, dalam banyak hal pasti berbeda, sebab Tuhan membentuk kita dalam rahim ibu dengan keunikan tersendiri.
Setiap kita dibentuk oleh Tuhan sedemikian rupa, artinya Tuhan terlibat secara aktif, bahkan Dia sendiri memperhatikan bayi sejak masih dalam kandungan ibunya: mulai dari janin itu berkembang sampai membuat rencana bagi hidupnya kelak. Tuhan juga melengkapi kita dengan karunia-karunia yang berbeda, (Roma 12:6).
Setiap kita berbeda dan punya keunikan, dan diperlengkapi dengan karunia yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak perlu membanding-bandingkan, atau berusaha menjadi sama seperti mereka. Percaya, karena Tuhan tetap memberikan yang terbaik bagi kita, karena Allah melihat bahwa semuanya itu baik (Kej.1:25b)
Karena itu bagaimanapun keberadaan kita, kita harus tetap merasa bangga menjadi diri sendiri dan tetaplah mengucap syukur kepada Tuhan. "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau," Yesaya 43:4