Mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Kudus tidak mengijinkan mereka.
Setelah menempuh perjalanan Panjang, Ketika saya dan keluarga sudah dekat dengan jalan menuju rumah kami, namun kami terhadang oleh sebuah rambu dengan pesan “JALAN DITUTUP UNTUK AKSES TEMBUS”.
Kisah Para Rasul 16, mengisahkan Rasul Paulus dan rekan kerja pelayanannya sangat semangat untu memberitakan Injil di Asia, tetapi Roh Kudus menutup pintu kesempatan yang ada. Namun, jalan memutar tidak selalu berarti penolakan. Bisa jadi itu adalah pengalihan arah yang dikehendaki Allah. Allah mengalihakn rencana Paulus untuk memasuki daerah Bitinia. Halangan itu tentu membuat frustasi. Ketika hendak melayanimu sebaik mungkin.
Namun kemudian ia menerima penglihatan , dan ternyata Allah sedang menyiapkan mereka untuk hal yang lain, yaitu membawa Injil kepada orang2 di benua lain.
Kadang kita memandang kata “tidak” bukanlah sebagai hukuman atau penolakan, mari kita melihatnya sebagai pengalihan arah yang ditujukan oleh Roh Allah. Sehingga pengalihan tsb justru menjadi jalan kita untuk menggenapi rencana Allah yang menuju pada kebaikan.
Kapan Allah pernah menghalangi langkah kita yang sedang berupaya melakukan sesuatu yang baik ? Bagaimana kita dapat peka mengikuti pimpinan Roh dalam menyusun rencana kita?