"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah."
Mengapa Tuhan lebih cenderung memanggil dan memilih orang-orang yang tidak terpandang, dinilai bodoh, dan diremehkan oleh dunia? Supaya kita tidak menjadi sombong dan memegahkan diri sendiri, sebab kemegahan yang bukan pada kehebatan Tuhan dalah sebuah kejahatan (Yak 4:16).
Apa pun keadaan kita, terimalah diri apa adanya dengan penuh ucapan syukur, sebab semua yang datangnya dari Tuhan pasti baik adanya. Menerima diri apa adanya adalah langkah awal menuju rencana Tuhan. Jangan pernah menyalahkan diri karena kelemahan-kelemahan kita, sebab bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.
Setiap hari adalah kesempatan kita memilih. Ketika menyadari bahwa kita ini sangat berharga di mata Tuhan dan sedang dipersiapkan Tuhan untuk sebuah rencana besar.
Maka kita percaya bahwa Tuhan turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Karena itu, rasul Paulus senang dan rela di dalam kelemahan, ”Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (2 Kor12:10b). Jika Tuhan turut bekerja, semua adalah mungkin bagi orang percaya! Amin. Tuhan memberkati.