Tuhan sabar terhadap kamu, karena la menghendaki supaya jangan ada yang binasa.
Suatu hari ketika mengantar suami ke stasiun kereta di dekat rumah, saya memperhatikan petugas peron sedang memantau keadaan untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal Seorang wanita dengan rambut yang masih basah berlari-lari dari tempat parkir dan melompat naik ke kereta. Kemudian, seorang pria yang mengenakan jas berwarna gelap berjalan menyusuri peron, lalu masuk ke kereta. Petugas peron itu menanti dengan sabar beberapa penumpang yang datang terlambat untuk bergegas naik tepat sebelum kereta berjalan.
Sama seperti petugas peron yang dengan sabar menanti para penumpang untuk naik ke kereta, Allah pun dengan sabar menanti orang orang untuk datang kepada-Nya.
"Tuhan....sabar terhadap kamu," kata Petrus, "karena la menghendakı supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat, Allah sedang memanggil kita. Maukah kita segera datang kepada-Nya?
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau. Lihatlah Dia prihatin menunggu, menunggu aku dan kau. Amin.