Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Masa Prapaskah, diawali dengan penerimaan abu di-dahi, abu yang dioleskan di dahi melambangkan kefanaan, dosa, dan panggilan untuk bertobat, mengingatkan bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu, serta mempersiapkan diri untuk kebangkitan Kristus.
Puasa bukanlah alasan untuk melarikan diri dari aktivitas dan tanggung- jawab kita setiap hari. Orang lain tidak perlu mengetahui puasa yang kita sedang lakukan, karena puasa terutama adalah tentang kita dengan Allah.
Berpuasa-lah secara benar,maka Bapa di surga tidak akan menutup mata terhadap hal itu. Pandangan orang lain tidak lah penting. Allah bukan hanya mengetahui. Dia pun memberikan upah. Tindakan yang dilakukan tanpa motivasi untuk mendapatkan apapun justru akan diapresiasi dengan upah ilahi.
Puasa yang murni , mendekatkan diri kepada Tuhan dengan sepenuh hati, melatih disiplin rohani, berkonsentrasi pada doa. Puasa akan membuat kita memiliki hubungan yang lebih intim dengan Allah. Lewat puasa hubungan kita dengan Allah akan bertambah erat. Kehidupan kita akan lebih berpusat kepada Allah.
Karena itu, milikilah cara dan sikap puasa yang baik, benar dan murni karena Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Tuhan memberkati kita. Amin.