"Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun."
Harapan sering kali muncul justru pada saat semua jalan keluar terasa buntu, ketika pergumulan seakan tak memberi ruang lagi. Tapi di sisi lain, rasa takut dan sepi juga sangat nyata, apalagi ketika kita merasa berdiri sendirian, melawan arus hanya demi menyatakan kebenaran.
Mazmur 64 dimulai dengan seruan mendesak kepada Allah, Pemazmur menghadapi musuh yang menggunakan lidahnya seperti pedang dan kata-katanya digambarkan seperti panah. Pengalaman pemazmaur menyerupai tekanan sosial atau mungkin seperti hal yang kerap kali juga kita alami.
Mazmur ini mengajarkan bahwa harapan tidak boleh padam. Allah hadir sebagai tempat perlindungan batin, menegakkan keadilan, dan memberikan kekuatan untuk bertahan ketika kita menghadapi ke- tidakadil-an.
Sahabat Alkitab, Kita diingatkan kembali untuk terus memelihara harapan dan tidak menyerah dalam perjuangan. Maka marilah kita menjaga hati kita agar tetap lurus, teguh dalam doa, menjaga setiap tutur kata, serta menghidupi kasih dan integritas iman. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktunya, karena itulah letak dari pengharapan kita kepada-Nya.