Give us this day our
Daily Bread
Santapan Rohani
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TETAP PERCAYA DI MASA-MASA YANG SULIT

Markus 8: 17b | Monday, 30 March 2026

Ia berkata: Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti?.  Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?

 

Renungan Harian

Kedua bagian otak kita agaknya bekerja keras di dalam kepala kita, saat kondisi hidup mengalami kekhawatiran.

Kekhawatiran murid2 diketahui, dan Yesus sangat kecewa terhadap murid-murid. Telah dua kali mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana Guru mereka memberi makan ribuan orang. Tapi mengapa paa murid masih khawatir kalau-kalau rombongan mereka, tidak bisa makan? Bukankah Yesus ada di tengah-tengah mereka?

Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kekhawatiran bisa menjadi indikasi dari ketidak-percayaan. Maka, Tuhan kecewa terhadap umat-Nya yang gampang khawatir; terlebih lagi bila Ia telah berulang kali menyatakan pemeliharaan-Nya yang ajaib dihadapan para murid.
Charles Swindoll, penginjil kenamaan dari Amerika Serikat menjelaskan kerugian dari sikap khawatir. "Kekhawatiran, " katanya "menarik awan mendung esok hari ke cuaca cerah hari ini." Kita tentu tidak mau menghabiskan hidup di bawah awan mendung, bukan?

Apakah Kita sedang khawatir saat ini? Apakah keluarga, pekerjaan, studi, atau lingkungan rumah Kita membuat Kita khawatir? Kita boleh saja khawatir asalkan perasaan itu dikendalikan dan diakhiri dengan keputusan memercayai Tuhan.

Jadi, percayakanlah semuanya kepada Tuhan. Ingat bagaimana Ia telah menolong kita pada masa lalu. Selama Yesus bersama kita, yaitu selama-lamanya, tidak ada alasan untuk tenggelam dalam khawatiran terhadap apa pun juga.