Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENJADI SEPERTI ANAK KECIL

BC - 11014P | Sabtu, 01 Oktober 2022

Bacaan Hari ini:
Yes.66:10-14c 1Kor.12:31  - 13:13
Mzm.131:1,2,3
Mat.18:1-5
( PS S Teresia Dr Kanak-Kanak Yesus, Prwpujg,Pld-Misi )

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Matius 18:2-3

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Dalam mewartakan Kerajaan Allah, Tuhan Yesus tidak hanya menghadapi persoalan dan konflik dengan Kelompok yang tidak mengakui diri-Nya. Tetapi juga menghadapi para rasul. Dalam sebuah kesempatan para murid datang kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Setelah mendengar pertanyaan itu, Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Yesus pun melanjutkan nasihat dan pengajaran-Nya dengan berkata: “Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga”. Dengan cara seperti ini Yesus hendak meredam dan mengendalikan para murid-Nya, orang pilihan yang secara khusus diberi tugas dan tanggung jawab besar.  Yesus bisa melihat bahwa para rasul sudah mulai sibuk dengan urusan jabatan dan pangkat. Jika hal itu tidak diredam dan dikendalikan, para murid lebih memikirkan hal dunia daripada mimikirkan Allah.


Saudara-saudari terkasih,
Keinginan para murid Yesus untuk menjadi yang terbesar, tidak sesuai harapan dan tujuan Yesus. Memang para murid tidak secara terbuka menyampaikan keinginan mereka menjadi yang terbesar. Namun dengan mengajukan pertanyaan, tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Allah, secara tidak langsung dalam hatinya para murid Yesus sudah tertanam keinginan menjadi yang terbesar. Celakanya keinginan para murid Yesus untuk menjadi yang terbesar, bisa jadi celah atau kesempatan yang sangat besar bagi iblis untuk menghancurkan rencana dan kehendak Allah dalam diri Yesus. Sebab jika para murid saling bersaing dan berlomba-lomba memperebutkan posisi yang terbesar di dalam Kerajaan, maka misi Yesus datang ke dunia gagal total. Hal inilah yang ingin Yesus hindarkan. Oleh karena itu, Yesus langsung menangkis pertanyaan para murid, dengan mengatakan bahwa yang paling penting bagi mereka adalah bertobat menjadi seperti anak kecil.


Saudara-saudari terkasih,
Keadaan dunia dan surga sangat berbeda. Dunia sangat memuja jabatan dan posisi penting, sehingga manusia akan melakukan apa saja demi jabatan. Sementara di surga, jabatan atau pangkat adalah sampah. Sebab jabatan, pangkat dan kedudukan sebesar apa pun yang dimiliki manusia di dunia ini tidak dapat menyelamatkan hidupnya. Dalam upaya memperoleh keselamatan, kita dapat meneladani Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus. Santa Teresia selalu berusaha menjadi kecil, hina dan terabaikan seperti yang dilakukan Yesus. Ketika hidup dalam biara, Santa Teresia begitu penuh kasih, sabar dan lemah lembut. Saat santa Teresia diperlakukan dengan kasar atau dalam bahasa sekarang dibully, yakni suatu tindakan kekerasan, ancaman atau menakut-nakuti, dia tidak membalas atau sakit hati. Dia malahan berusaha untuk mencintai. Inilah suatu tindakan yang dianggap gila pada zaman sekarang. Tidak mengherankan bila Gereja memberi tempat yang khusus dan istimewa kepada santa Teresia. Maka setiap tanggal satu Oktober, Gereja merayakan pesta santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Lewat pesta ini, Gereja hendak menyadarkan umat Kristiani agar tidak mengejar apalagi memuja kekuasaan maupun jabatan.


Saudara-saudari terkasih,
Banyak manusia jatuh karena kekuasaan atau jabatan, termasuk dalam rumah tangga. Misalnya, jika suami atau ayah merasa diri berkuasa dan tidak menerima masukan atau nasihat dari anggota keluarga, maka lambat laun suasana rumah tangga jadi tidak lagi damai. Demikian pula jika isteri bahkan seorang anak, merasa diri sangat berkuasa dan berperan dalam rumah tangga. Karena itu, nasihat Yesus dalam injil hari ini sungguh-sungguh membantu kita. Menurut Yesus, yang paling penting bagi kita umat Kristiani adalah pertobatan dan menjadi seperti anak kecil.  Pertobatan dan menjadi seperti anak kecil adalah paket, satu kesatuan yang menghantar kita menuju kehidupan abadi di surga. Untuk berbertobat dan jadi seperti seorang anak kecil, kita membutuhkan kerendahan hati dan sikap percaya penuh kepada Allah. Menjadi seperti anak kecil berarti kita berusaha untuk menjadi kecil di mata manusia, namun kita menjadi besar di mata Allah. Kita belajar dari santa Teresia yang mau dan ikhlas menjadi kecil dan hina, tetapi mulia dan berharga di mata Allah.




REFLEKSI:
Apakah sebagai pengikut Yesus, selama ini kita sudah berusaha untuk menjadi seperti seorang anak kecil dengan hidup dalam pertobatan?


MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau tidak mengajarkan kami jadi orang besar. Sebaliknya, Engkau mengajarkan kami untuk menjadi seperti anak kecil yang rendah hati, jujur, mau dibentuk dan setia. Jauhkan kami dari keinginan menjadi orang besar yang justru menghancurkan diri kami dan sesama. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.




Bold (CTRL+B)


Italic (CTRL+I)






Unordered list (CTRL+SHIFT+NUM7)