Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

YESUS DAN MARIA

BC - 11198G | Monday, 03 April 2023

Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-7
Yos.12:1-11

“Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” 
Yohanes 12:10-11

†  Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Refleksi kita hari ini masih berada di lingkungan rumah “singgah” Yesus, yaitu rumah tiga bersaudara Lazarus, Marta dan Maria. Penginjil Yohanes menegaskan bahwa ketiganya ada di rumah mereka. Seperti biasa, Marta mengambil peran “melayani” Yesus dengan menyiapkan sebuah perjamuan makan. Lazarus yang dibangkitkan ada di situ. “...salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maria justeru datang mendekat kepada Yesus dengan membawa minyak narwastu murni yang mahal harganya; dia mendekat kepada Yesus dan menyeka kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal itu. Yudas Iskariot mempersoalkannya, mengapa ada pemborosan yang tidak perlu. Dia mengemukakan pendapatnya: mengapa minyak seharga tiga ratus dinar itu tidak dijual dan disumbangkan kepada orang-orang miskin. Tetapi Tuhan Yesus berkata: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Saudara-saudari terkasih,
Tidak ada penjelasan, mengapa Maria yang kita kenal dengan sebagai sosok “kalem” dan suka mendengarkan Tuhan Yesus bersabda, sekarang mendadak aktif dan melakukan tindakan “mengejutkan”: menyeka kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal. Yudas saja memepersoalkan tindakan itu; tetapi penginjil Yohanes menjelaskan bahwa sikap itu “bukan karena ia memperhatikan orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri.” Maka jawaban Tuhan Yesus membenarkan apa yang dilakukan oleh Maria yang “membuka” hati Yesus yang penuh kasih dan menyatakan nubuatNya bahwa yang dilakukan oleh Maria adalah bentuk persiapan akan “saat kematianNya”” Orang memang perlu memberikan perhatian kepada orang-orang miskin, namun mereka selalu ada dengan “kita”; tetapi tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Ia akan diambil dari antara mereka; tidak lama lagi Dia akan diserahkan oleh “orang sok baik” yang bernama Yudas: Yesus dijual Yudas dengan harga murah.

Saudara-saudari terkasih,
Maria adalah saudara Marta dan Lazarus. Bisa jadi, tindakan yang dilakukan oleh Maria adalah bentuk “rasa syukur” yang ingin dikatakannya kepada sang Guru, Yesus, sebab Dia telah memperoleh kembali saudaranya Lazarus yang sudah dikuburkan selama 4 hari, tetapi Yesus membangkitkannya. Lazarus itu ada di antara mereka; dia makan bersama Yesus dalam perjamuan yang telah disiapkan oleh Marta. Marta berusaha memberikan jamuan terbaik untuk guru Yesus, sebab alasan yang sama: Lazarus telah hidup kembali dan ada di antara mereka. Redaktur Injil Yohanes memberi judul perikop hari ini dengan judul “Yesus diurapi di Betania”. Di rumah singgah di Betania ini, Tuhan Yesus disambut penuh kehangatan oleh tiga bersaudara Lazarus, Marta dan Maria. Maria menjadi sosok penting “kembali”. Pada kesempatan sebelumnya Tuhan Yesus berkata kepada Marta: “Maria telah memilih hal yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.” Hari ini kita mendengar firman yang memastikan bahwa tindakan Maria menyeka dan meminyaki kaki Yesus adalah tindakan yang patut diapresiasi, sebab “dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”. Pertemuan kali ini adalah perjumpaan yang mewartakan kepada tiga bersaudara ini, bahwa Yesus akan “wafat dan dikuburkan”, tetapi Dia akan bangkit pada hari ketiga.

Saudara-saudari terkasih,
Tidak ada penjelasan bahwa kedatangan Yesus ke Betania ini adalah bentuk “pamitan”-Nya kepada ketiga bersaudara ini. Melalui tindakan Maria untuk Yesus yang telah membangkitkan saudaranya Lazarus, Yesus menyatakan peristiwa yang akan menimpanya dalam waktu yang tidak terlalu lama: bahwa Dia tidak akan bisa selalu bersama-sama dengan mereka; Ia akan dikianati Yudas Iskariot, yang sok “baik dan perhatian” kepada orang-orang miskin. Maria melakukan tindakan “kasih” kepada guru yang selama ini menjadi tempat dia mendengarkan firmanNya. Kasih itu ditunjukkan dengan bersungguh-sungguh, dengan menyeka kaki Yesus dengan minyak narwastu. Inilah sebuah pendidikan untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang kita imani itu telah menyertai kita, memberkati kita dan menganugerahkan kepada kita hidup yang kita jalani sampai hari ini. Apakah kita masih “hitung-hitungan” dengan Tuhan untuk menyatakan rasa syukur kita. Apakah untuk Tuhan cukup sepuluh persen dari penghasilan kita? Tetapi hendaknya seperti janda miskin yang memberikan nafkahnya sehari untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Kalau berbuat untuk Tuhan, jangan tanggung-tanggung; melayani untuk Tuhan harus penuh kasih; sebab Tuhan sudah lebih dahulu melayani kita dan berbuat baik untuk kita dan memberkati kita.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah mempersembahkan yang terbaik yang aku bisa untuk Tuhan?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, dengan tindakan Maria yang mengurapi kaki Yesus sebagai ungkapan syukur, kami dididik untuk tahu berterimakasih. Ingatkanlah kami untuk selalu ingat bersyukur atas kasihMu dalam Yesus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.