Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

YANG BEGINI BELUM PERNAH KITA LIHAT

BC - 11482G | Friday, 12 January 2024

Bacaan Hari ini:
1Sam.8:4-7.10-22a
Mzm.89:16-17.18-19
Mrk.2:1-12

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi keluar di hadapan orang-orang itu, sehinga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”
Markus 2:11-12

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Kisah Yesus menyembuhkan orang lumpuh terjadi di Kapernaum. Hal itu terjadi beberapa hari setelah Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Orang banyak mendatangi Yesus dan mendengarkan Dia “yang sedang” berada di rumah.  Tidak dikatakan rumah siapa; tetapi rumah itu sangat penuh sehingga orang yang datang belakangan tidak akan dapat masuk menemui Yesus. Datanglah beberapa orang yang membawa temannya yang “lumpuh” untuk bisa disembuhkan oleh Yesus. Seperti dikatakan, mereka tidak akan bisa masuk karena banyaknya orang yang berkumpul dalam rumah itu. Tetapi mereka tidak kehabisan akal. Mereka menaiki atap rumah tempat Yesus dan orang-orang itu berkumpul; mereka membongkar atapnya dan menurunkan ”si lumpuh” tepat di hadapan Yesus, agar Yesus melihat dia dan berbelaskasih kepadanya. Tuhan Yesus melihat iman “mereka” yang membawa si lumpuh itu; dank arena itu Ia berkata kepada si lumpuh: “Hai, anakku, dosamu sudah diampuni.”

Saudara-saudari terkasih,
Dalam pandangan iman orang Yahudi, penyakit dan dosa kerap dianggap ada hubungannya. Tetapi Yesus justeru menyatakan diriNya sebagai Allah yang sanggup mengampuni dosa orang yang lumpuh itu. Pernyataan Yesus sebagai Anak Allah ini tidak ditangkap oleh orang banyak, tetapi menjadi “masalah” bagi beberapa ahli Taurat yang hadir di situ. Mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Tuhan Yesus “bisa” membaca pikiran mereka, dan ia menegaskan kepada mereka bahwa Ia tidak sedang “menghujat Allah”, sebab Dia memang “Anak Allah”, “Anak Manusia”; bahwa “di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa. Lalu Ia berkata lagi: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi keluar di hadapan orang-orang itu.

Saudara-saudari terkasih,
Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari kisah penyembuhan orang yang sakit lumpuh ini. Pertama: beberapa orang yang tahu bahwa Yesus memiliki kuasa menyembuhkan, mereka itu membawa orang lumpuh itu untuk dapat berjumpa dengan Yesus. Mereka memiliki peran penting untuk penyembuhan oleh Yesus itu. Kedua: Tuhan menghargai iman orang-orang ini, iman yang tidak “loyo dan tanpa pengharapan”; mereka berusaha keras agar Yesus tahu mereka percaya kepadaNya. Tuhan Yesus mengambil “moment” ini sebagai kesempatan untuk menyatakan “siapa diriNya” yang sesungguhNya; Ia, bukan sekedar seorang nabi, Ia lebih besar dari nabi manapun. Ia adalah “anak Manusia”, Ia adalah Anak Allah yang memiliki kuasa mengampuni dosa. Ia adalah juga Utusan Allah yang Mahakuasa, sehingga Dia juga memiliki kuasa memerintah orang lumpuh itu berdiri dan berjalan pulang ke rumahnya, karena iman saudara-saudara yang membawanya kepada Yesus. Ketiga: Ia membuka mata hati beberapa ahli Taurat, bahwa Dia bukan sekedar seorang bisa melakukan mujizat, tetapi Dia adalah “Anak Manusia” yang berkuasa mengampuni dosa di dunia ini. Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Yesus: “Manakah lebih mudah mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Dua-duanya tidak bisa dilakukan oleh manusia “sembarangan”; Yesus membungkam pikiran mereka yang menuduhnya telah “menghujat Allah”.

Saudara-saudari terkasih,
Saya memberi judul renungan hari ini : YANG BEGINI BELUM PERNAH KITA LIHAT. Ini adalah kutipan kata-kata orang banyak yang hadir pada saat Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Kesan pendengar ini adalah pernyataan iman orang-orang percaya di masa-masa awal perkembangan gereja perdana. Kesaksian yang dituliskan oleh penginjil Markus dan sampai kepada kita hari ini, merupakan cara kita mengenal Yesus kalau kita membaca dan merenungkan Injil Tuhan. Banyak dari antara kita “yang membaca” dan “merenungkan” Injil Tuhan, merasa biasa-biasa saja; tidak ada sesuatu yang menyentuh hati kita, apalagi mengubah sikap dan cara hidup kita atas sapaan Allah dalam hidup kita. Beberapa di antara kita bahkan tidak punya waktu untuk membaca Alkitab secara pribadi. Kita lebih suka mendengarkan firman Tuhan di gereja dan penjelasan imam di dalam perayaan Ekaristi. Tidak ada yang salah. Namun akan menjadi buah iman dalam hidup kita kalau kita merasa disapa oleh Tuhan sendiri, yang menyembuhkan kita dari dosa-dosa kita dan mengakui Dia dengan iman: Allah selalu menjadi sosok “Ajaib” dalam hidupku dan telah meluhurkan martabatku.

REFLEKSI:
Apakah aku sudah berjumpa dengan Yesus sebagai Allah dalam pembacaan Alkitab?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kesaksian umat perdana akan Yesus sebagai Anak Manusia yang berkuasa mengampuni dosa dan menyembuhkan, kiranya menguatkan iman kami. Sebab kami ingin mendengarkan Yesus, PuteraMu dan Juruselamat kami. Amin.