Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

ORANG KAYA SUKAR MASUK SORGA?

BC - 11618G | Monday, 27 May 2024

Bacaan Hari ini:
1Prt.1:3-9
Mzm.111:1-2.5-6.9..10c
Mrk.10:17-27

“Lalu Yesus memandang murid-muridNya di sekelilingNya dan berkata kepada mereka: Alangkah sukarnya orang yang ber-uang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Murid-muridNya tercengang mendengar perkataanNya itu.”
Markus 10:23-24a

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Ketika membaca perikop Injil Markus 10:17-27 yang oleh redaktur diberi judul “Orang kaya sukar masuk kerajaan Allah”, saya bertanya spontan: “Apa iya orang kaya sukar masuk sorga?” Koq bisa! Menarik perhatianku, Yesus didatangi oleh seseorang “yang berlari-lari mendapatkan Dia dan bertelut di hadapanNya dan bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Kepada orang itu Tuhan memberi panduan apakah dia sudah melaksanakan sepuluh perintah yang diberikan oleh Musa. Dengan penuh keyakinan orang itu berkata: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Mestinya orang ini lulus, namun Tuhan mengingatkan ada yang masih “terlewat”. Apa itu? "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga.” Orang itu kecewa; ia pergi, karena banyak hartanya. Ternyata menuruti perintah-perintah Tuhan saja bukan jaminan; Yang dikehendaki Tuhan adalah memiliki hati yang peduli juga pada penderitaan sesama.

Saudara-saudari terkasih,
Kalau orang kaya saja sukar masuk ke dalam Kerajaan Allah, bagaimana dengan orang miskin? Orang kaya itu biasanya banyak uangnya, banyak hartanya, banyak juga fasilitas dan kemudahan yang dimilikinya. Mereka dapat memanjakan diri mereka dengan harta dan uangnya. Asal punya uang apa pun yang menjadi keinginannya akan dengan mudah didapatinya. Tidak demikian dengan orang miskin atau yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka masih berkutat dengan pertanyaan: besok makan apa? Bagaimana bayar kontrakan? Bagaimana bayar uang sekolah anaknya? Orang kaya tidak mempunyai pertanyaan seperti itu. Bahkan ada orang kaya yang berwatak serakah; pertanyaannya bukan “besok makan apa”, melainkan “besok makan siapa?” Ini parah; hanya demi memperkaya dirinya dia tidak peduli orang lain menderita oleh tindakannya. Apakah orang miskin lebih berpeluang untuk masuk sorga? Apakah orang kaya “sedikit peluangnya” memperoleh hidup yang kekal? Tuhan Yesus hanya berkata: Alangkah sukarnya orang yang ber-uang masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Saudara-saudari terkasih,
Menyimak firman Tuhan Yesus ini, saya pastikan bahwa Tuhan Yesus  hanya sedang mengingatkan mereka yang “kaya dan ber-uang”, agar mereka “pandai-pandai” memanfaatkan kekayaannya. Saya teringat pada dua perumpamaan Tuhan Yesus. Yang pertama “Perumpamaan tentang Orang Kaya yang bodoh”. Dalam perumpamaan itu orang kaya itu hanya memikirkan kepentingannya dan kebahagiaannya sendiri. Sebagai petani kaya, ia membangun lumbung yang besar, mengumpulkan harta sebanyaknya, yang menurut anggapannya cukup untuk memenuhi kebutuhannya bertahun-tahun. Tapi firman Tuhan kepadanya: “Hai orang bodoh, malam ini juga nyawamu akan diambil daripadamu, untuk siapakah semuanya itu?” Perumpamaan yang kedua adalah “orang kaya dan lazarus”; orang kaya itu hidup dalam serba kecukupan dan kemewahan; sedang di dekatnya ada seorang pengemis miskin yang butuh perhatiannya. Dikatakan keduanya, meninggal. Lazarus masuk sorga dan di pangku Abraham, tetapi orang kaya itu berada di api neraka yang panas. Kedua perumpamaan ini sesungguhnya sedang berbicara kepadaku dan kepadamu, agar kita tidak mengandalkan dan menggantungkan diri pada harta di dunia ini. Kita juga sedang ditegur, terutama kepada kita yang memiliki kemungkinan untuk berbuat baik kepada orang-orang miskin. Orang tidak dilarang kaya, tetapi mengapa mereka tidak memiliki kepedulian kepada orang yang miskin. Mungkin ada orang yang berpikir: Itu bukan urusanku, salahnya sendiri jadi orang miskin?

Saudara-saudari terkasih,
Kekayaan yang kita miliki adalah sepenuhnya hak milik kita. Kita juga bebas untuk mempergunakannya. Banyak orang berusaha untuk mengumpulkan harta dan kekayaan di dunia ini; bahkan ada orang yang mengumpulkan harta dan kekayaannya dengan cara-cara tidak terpuji: ada orang yang korupsi, ada yang menjual barang terlarang seperti narkoba; ada yang menipu orang lain yang dibodohi melalui arisan bodong, dan masih banyak cara-cara kriminal lain yang bertujuan memperkaya diri mereka sendiri. Orang seperti ini tidak peduli akan nasib orang lain. Ya, seperti orang muda yang kaya, yang katanya sudah melaksanakan perintah-perintah Musa. Tetapi ia tidak mau berbagi dengan saudaranya yang miskin. Fakta, bahwa ada orang yang kaya dan ada orang yang miskin; namun Tuhan mau mendidik orang-orang “yang lebih beruntung” hidupnya untuk memiliki kepedulian dengan mereka yang “tidak beruntung” atau yang disebut “orang miskin”. Orang boleh mempunyai seluruh dunia, tetapi apa gunanya kalau ia tidak mempunyai kasih kepada sesamanya. Alangkah sukarnya orang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah.”


REFLEKSI:
Apakah aku sudah berbagi dengan sesamaku karena Tuhan Yesus memberkati aku?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami berterimakasih sudah diingatkan untuk mengasihi Yesus dalam diri saudara kami yang miskin. Berilah kami hati yang baik dan mau berbagi kebahagiaan dengan mereka yang menderita. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.