Bacaan Hari ini:
Yer.13:1-11
Ul:32:18-19,20,21
Yoh.11:19-27
Luk.10:38-42
( Pw. S. Marta ,Maria dan Lazarus )
“Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Maria dan Marta untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”
Yohanes 11:19 & 21
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini gereja kudus memperingati trio “orang kudus” yang hidup di zaman Yesus melaksanakan tugas perutusanNya kepada orang-orang Israel. Tiga serangkai : Maria, Marta dan Lazarus ini tinggal di sebuah desa yang bernama Betania, sekitar 3 kilometer sebelah Timur Yerusalem. Betania secara etimologism populer berarti “rumah seorang miskin” atau sering juga diartikan “rumah Ananias”. Tetapi menurut beberapa ahli Kitab Suci, ketiga bersaudara ini meskipun tidak dapat disebut kaya, mereka berkecukupan; kelas menengah kira-kira. Mereka memiliki hubungan baik dengan masyarakat, sehingga kita dengar hari ini ada “banyak orang Yahudi telah datang kepada Maria dan Marta untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.” Keluarga ini menurut kesaksian para penginjil digambarkan sebagai sebuah keluarga yang dekat dengan Yesus. Yesus berkunjung kepada Maria serta kedua saudaranya, Marta dan Lazarus.
Saudara-saudari terkasih,
Secara khusus, hari ini, saya ingin mengajak anda untuk sekilas mengenal pribadi-pribadi kudus ini. Maria dari Betania, adalah seorang wanita yang oleh Yohanes disamakan dengan perempuan yang menuangkan wangi-wangian atas kepala Yesus, sedangkan sejumlah ahli menyamakannya dengan wanita berdosa yang disebut dalam injil Lukas 7:37-50, yang membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya dan meminyakinya dengan minyak wangi. Maria adalah wanita yang mendengarkan Yesus dan disebut “memilih yang terbaik”, sesuatu yang tidak akan diambil dari padanya. Marta adalah seorang wanita gesit yang melayani Yesus; ia meminta supaya Maria membantunya. Marta dan Maria percaya sungguh pada Yesus. Perhatikan kata-kata mereka yang persis sama hari ini: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yohanes 11:32b) Dan Lazarus, yang namanya dibuat perumpamaan oleh Yesus itu, dijadikan oleh Yesus sebagai sosok yang dibangkitkan dari mati agar Allah dimuliakan, kataNya kepada Marta: “Jikalau engkau percaya, Engkau akan melihat kemuliaan Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Ketiga orang kudus ini sering namanya digunakan sebagai nama baptis. Mungkin anda adalah salah seorang di antaranya. Saya sendiri bersama dengan dua oran saudara angkatku, yang seorang di Surabaya dan yang lain di Palangkaraya; aku dan mereka bertiga menyebut nama kami sebagai alias atau nama lain kami. Seorang pria dan dua orang wanita: nama baru kami dalam persaudaraan bukan karena hubungan darah ini sebagai “Maria. Marta dan Lazarus”. Aku selalu mendoakan kedua saudaraku yang lain itu. Melalui peringatan para orang kudus ini, diharapkan dan saya berdoa semoga kita dapat meneladan kasih dan iman dan pengharapan ketiga tokoh ini. Seorang Kristen diharapkan menjadi pribadi setia mendengarkan Tuhan Yesus bersabda; seperti Maria duduk di kaki Yesus dan membiarkan dirinya dididik oleh Tuhan Yesus sendiri. Kita juga diharapkan memiliki semangat dan ke-rajin-an dalam melayani Tuhan seperti Marta; seorang yang peduli akan kebutuhan Tuhannya. Kita juga diharapkan memiliki iman yang kuat dan pasti serta tak tergoyahkan untuk mengandalkan Tuhan saja. Kata-kata Maria dan Marta ini menginspirasiku: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Seorang Kristen juga diharapkan menantikan dan berharap Tuhan menyatakan kemuliaanNya dalam hidup kita dan kita menyediakan diri untuk dijadikan alat oleh Tuhan untuk memuliakan namanya.
Saudara-saudari terkasih,
Peringatan wajib orang kudus ini terasa istimewa bagiku sebab tidak banyak orang kudus dalam Injil suci dirayakan pestanya oleh Liturgi Gereja. Selain para rasul dan ibu Maria serta Maria Magdalena, ketiga orang ini diperingati secara khusus. Ketiga sosok ini menjadi penting untuk ditonjolkan oleh liturgy gereja, karena ketiganya dapat memberi semangat dan bisa menjadi inspirasi bagi kita yang kemudian percaya kepada Tuhan Yesus. Dari santa Maria dari Betania ini setidaknya kita dididik untuk belajar mencintai Yesus yang paling utama adalah dengan “mendengarkan” Yesus berfirman. Kita diingatkan untuk setia membaca dan mendengarkan Yesus bersabda dalam Injil-injil suci. Dari Marta, kita diberi teladan untuk bersunguh-sungguh melayani, tidak setengah-setengah. Marta menjadi sosok yang menginspirasi untuk percaya bahwa Yesus pasti sanggup membangkitkan kita dari kematian. Dari Lazarus kita dapat belajar menantikan dengan sabar rencana Allah yang tak terpikirkan oleh manusia; membiarkan Yesus bertindak sesuai dengan kehendakNya untuk kemuliaan Allah. Kita menyiapkan diri untuk dipakai sebagai sarana dan alatNya untuk memuliakan BapaNya agar semua orang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah mencintai Yesus dengan sungguh seperti Maria dan mendengarkan firmanNya; percayakah aku pada Yesus sang bangkit seperti Marta dan Lazarus?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, dengan memperingati pesta santa Maria, Marta dan Lazarus ini, kami sungguh diingatkan kembali akan kesungguhan kami untuk menyatakan iman kami, mencintai dan berharap pada Yesus. Tuhan dan Pengantara kami. Amin.