Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

ORANG ITU PERCAYA

BC - 11926G | Senin, 31 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Yes.65:17-21
Yoh.4:43-54

“Pegawai Istana itu berkata kepadaNya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya, akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.”
Yohanes 4:49-50

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
“Percaya” adalah sebuah kata kunci dalam pewartaan penginjil Yohanes. Adapun tujuan penulisan Injil itu dikatakan seperti ini: “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan murid-muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu “percaya”, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya,” (Yohanes 20:30-31). Renungan ini saya beri judul sesuai kata penginjil “Orang itu percaya”. Percaya akan apa? Ia  percaya akan Sabda Yesus yang memastikan bahwa anaknya yang hampir mati itu “hidup”. Dia tidak berdalih, dia juga tidak bertanya lagi, melainkan pergi dan pulang ke rumahnya. Dan ketika tiba di rumahnya, anaknya didapati “baik-baik saja” : Anaknya hidup. Kapan itu? Kemarin siang pukul satu demamnya turun. Orang itu ingat, itulah saat Yesus berkata: “Pergilah, anakmu hidup.” Lalu orang itu dan seisi rumahnya pun percaya kepada Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Perjumpaan Yesus dengan seorang pegawai istana itu terjadi ketika ia meninggalkan Kana, tempat Ia baru saja mengubah air menjadi anggur. Kesempatan berjumpa dengan Yesus yang baru saja mengubah air menjadi anggur menjadi baginya saat yang baik untuk mohon kemurahan Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Meskipun Yesus sebelumnya sudah mengingatkan: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat kamu tidak percaya.” Tetapi orang itu tidak memerlukan bukti langsung, bahwa Yesus harus datang ke rumahnya; ia memilih percaya saja, dan pulang ke rumahnya untuk mencari “kepastian” akan firman Yesus yang mengatakan: “Pergilah, anakmu hidup!” Dia belum melihat mujizat penyembuhan itu, tapi dia memilih percaya dan pulang karena sabda yang dikatakan Yesus kepadanya. Ia percaya, tidak menunggu sampai membuktikan “kuasa sabda Yesus”; ia pergi dan pulang ke rumahnya. Dia tidak seperti orang lain yang percaya setelah melihat tanda. Dia juga tidak seperti Tomas, yang tidak akan percaya kalau tidak  bertemu Yesus yang bangkit dan mencucukkan tangannya ke bekas luka-lukanya. Ia belum melihat, namun ia percaya.

Saudara-saudari terkasih,
Menarik untuk diperhatikan, bahwa setelah ternyata kuasa sabda Yesus itu sungguh terbukti, bahkan sangat detil dikatakan bahwa “mujizat” penyembuhan itu “sama” dan “tepat” waktunya  dengan waktu ketika Yesus berkata kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Pukul satu siang Yesus mengatakan hal itu, begitulah juga yang dikatakan para hambanya. Dan oleh pengalaman yang luar biasa itu “ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.” Ada seorang non kristiani, yang memberikan kesaksian bahwa dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang pria yang memperkenalkan kepadanya sebagai Yesus. Yesus itu menyentuh dia dan menyembuhkan dari sakit menahun yang dideritanya. Wanita yang disembuhkan itu, tidak tahu siapa itu orang yang bernama Yesus. Dan setelah diberitahu oleh temannya bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang diimani oleh orang Kristen, ia pun memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Ia dibaptis, dan ia menjadi Kristen. Dan masih banyak lagi kesaksian yang bisa kita temukan dalam aplikasi di gadget atau handphone tentang bagaimana seseorang menjadi “mualaf” dan menerima Yesus sebagai juruselamat. Mereka itu bukan saja orang kebanyakan, melainkan ada juga pemuka agama tertentu yang akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Ada banyak dan berbagai alasan yang membuat mereka percaya, tidak sedikit karena mengalami mujizat penyembuhan karena doa saudaranya yang Kristen. Mujizat itu masih ada.

Saudara-saudari terkasih,
Pertanyaanku kepadamu: Apakah aku juga percaya akan kuasa “Sabda Yesus” dalam hidupku setelah aku menjadi orang Kristen? Orang Kristen memang nama yang disematkan untuk kita yang percaya dan menerima Yesus dan Juruselamat dunia. Tetapi apakah aku menempatkan kuasa “Sabda Yesus” itu dalam hidupku. Ada orang Kristen yang bangga karena KTPnya Kristen atau Katolik. Ada juga orang yang merasa sudah selamat kalau sudah dibaptis, sementara ia tidak punya waktu untuk berdoa, tidak punya waktu beribadah baik di lingkungan maupun di gereja. Ada juga orang Kristen yang malas membaca Kitab Suci: alasannya, bukunya tebal, tidak mudah dimengerti dan masih banyak alasan-alasan lain diajukan. Ironis…, ini memang menyedihkan. Ada orang katolik yang disebut “katolik NaPas”; kelihatan di gereja hanya kalau  Natal dan Paskah saja.; ada juga orang Kristen yang disebut “Kristen kepepet”; cari Tuhan kalau sedang susah; selepas itu ya sudah. Marilah kita mulai mengubah cara kita beriman: mengandalkan Tuhan dan kuasa sabdaNya: Mari kita percaya kepada Yesus dan Ia akan bertindak untuk mengasihi kita.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah percaya pada Yesus dan kuasa firmanNya dan mengandalkanNya?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, jangan biarkan kami menjadi orang Kristen yang mencari Yesus kalau sedang “butuh”, melainkan menjadi orang Kristen yang mengandalkan Yesus dan kuasa firmanNya. Tambahkanlah iman kami kepada Yesus PuteraMu, yang menghendaki kami percaya kepadaNya dan memperoleh hidup yang kekal.  Amin.