Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRINYA

BC - 11929 G | Rabu, 02 April 2025

Bacaan Hari ini:
Yes.49:8-15
Yoh.5:17-30

“Maka Yesus menjawab…, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Yohanes 5:19

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Saya setuju dengan judul yang diberikan oleh “redaktur” seperti dalam Alkitab yang bisa kita baca dalam Yohanes 5:19 dan seterusnya: “Kesaksian Yesus tentang diriNya”. Judul itu juga yang saya pilih untuk judul renungan kita pada hari ini. Hal pertama yang mau dikatakan oleh Yesus, bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya sumbernya adalah Bapa-Nya. Dia melakukan apa yang dikerjakan oleh Bapa. Apakah yang sudah dikerjakan oleh Tuhan Yesus? Bahwa Bapa menghendaki tidak seorang pun dari anak-anak ini hilang, maka Yesus juga melakukan hal yang sama. Dia adalah gembala yang baik, dan mengusahakan kesejahteraan para dombaNya. Yang sesat dicarinya, yang ada padaNya dituntunNya, digembalakannya dan dibawaNya ke padang rumput yang hijau. Ia memelihara mereka dengan kecukupan: yang lapar diberiNya makan, yang sakit disembuhkanNya, yang tersesat dikumpulkannya dalam satu kawanan.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus menegaskan kepada semua orang bahwa Ia berasal dari Allah yang mengutusNya ke dalam dunia untuk menebus mereka dari dosa-dosanya. Ingatlah yang dikatakanNya kepada Nikodemus: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Pesan tunggal yang mau ditegaskan penginjil Yohanes adalah supaya mereka “percaya” kepada Yesus yang telah melihat Allah dan mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh BapaNya. Percaya kepada Yesus artinya apa? Mengakui Yesus itu Anak Allah; Dia mengajarkan apa yang dikehendaki BapaNya: mengasihi mereka dalam keadaan apa pun, supaya mereka menyadari bahwa mereka itu dicintai, dan mereka mengasihi Allah juga seperti diriNya. Percaya kepada Yesus berarti mendengarkan firmanNya dan melakukan apa yang dikehendakiNya. “Kasihilah sesamamu manusia, seperti Aku mencintai kamu.” Aku wafat supaya kamu hidup.

Saudara-saudari terkasih,
Menarik untuk diperhatikan apa yang difirmankan Yesus selanjutnya: “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.” Hal ini mau memastikan kepada semua orang untuk menaruh hormat yang kudus kepada Yesus yang telah diutus oleh Bapa. Kita yang hidup di abad modern ini, terkadang hanya merasa sudah cukup kalau sudah menjadi pengikut Yesus karena pembaptisan. Tetapi apa yang sudah kita kerjakan untuk menaruh hormat yang kudus kepada Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita? Kita sudah percaya pada Yesus, namun kita tidak punya waktu untuk membaca firman Tuhan secara pribadi. Bagaimana mungkin kita mengenal Yesus kalau kita tidak mendengar dan merenungkan firmanNya. Seorang imam dalam kotbahnya pada hari Minggu Biasa ke 3, 26 Januari yang lalu berkata: “Ketika bapak dan ibu menikah, imam menyerahkan persembahan dari keluarga kepada anda sebagai pasangan baru yaitu Alkitab, Rosario dan Buku Doa. Untuk apa itu? Untuk dibaca dalam membangun keluargamu; untuk dipakai untuk berdoa Rosario. Namun secara berkelakar romo itu mengatakan: seorang katolik yang meninggal, di dadanya ada seuntai Rosario dan Alkitab yang baru: untuk apa itu jika semasa hidupnya dia tidak mempergunakannya untuk menguduskan hidupnya?”

Saudara-saudari terkasih,
Pada hari ini, Tuhan Yesus menegur kita untuk percaya kepadaNya sebagai utusan BapaNya; bahwa apa pun yang dikerjakannya, yang diajarkannya sama seperti dengan apa yang dikehendaki oleh BapaNya. Kita diundang untuk meneladan hidupNya di dunia ini; mengerjakan perbuatan-perbuatan kasih yang dicontohkanNya. Di satu sisi kita harus membangun hidup kudus di hadapan Allah dengan setia mendengarkan firmanNya dan dengan tekun menaatinya dan mempraktekkannya dalam hidup kita setiap hari.  Kalau Yesus peduli akan keselamatan orang lain, kita harus mengerjakan hal yang sama dengan yang sudah dicontohkanNya; kalau Yesus berbelaskasih kepada mereka yang lapar dan berkekurangan, kita dituntut untuk melakukan hal yang sama. Apa yang dikerjakan dan diajarkan oleh Yesus berasal dari BapaNya. Bapa itu mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakannya. Marilah kita mengerjakan perintah-perintahNya: mengasihi Allah dalam diri sesama kita dengan cinta Yesus.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah berusaha untuk melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Tuhan Yesus sudah memperkenalkan diriNya sebagai AnakMu yang Tunggal yang telah Kauutus. Bantulah kami setia kepadaNya, mendengarkan firmanNya dan melaksanakanNya juga. Sebab Dia Tuhan dan pengantara kami. Amin.