Bacaan Hari ini:
Kel.32:7-14
Yoh.5:31-47
“Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianKu itu tidak benar. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupaNya pun tidak pernah kamu lihat dan firmanNya tidak menetap dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutusNya.”
Yohanes 5:31 & 37-38
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Dewasa ini kesaksian iman dapat dengan mudah kita dapatkan melalui aplikasi-aplikasi yang ada di internet. Kesaksian tentang bagaimana seseorang bertobat dan menjadi Kirsten. Saya mengikuti beberapa kesaksian. Beberapa di anraranya kurang lebih seperti ini: Saya memutuskan mengikuti Yesus, sebab ketika saya sakit Tuhan Yesus menampakkan diri dalam mimpi dan menjamah saya, lalu saya sembuh. Padahal selama ini saya tidak percaya kepadaNya. Tapi “Yesus” berbelaskasih kepadaku dan saya lalu menjadi Kristen. Yang lain lagi bersaksi: Saya adalah seorang ulama tetapi akhirnya saya memutuskan mengikuti Yesus, sebab hanya Yesus yang mengatakan: bahwa Dia adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; dan bahwa Dia menyediakan tempat di sorga bagi mereka yang percaya kepadaNya. Apakah diantara kita pernah melihat atau mendengar kesaksian semacam itu?
Saudara-saudari terkasih,
Satu hal ditegaskan oleh Yesus bahwa Yesus tidak pernah memberikan kesaksian tentang siapa diriNya itu. Sebab katanya: “Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianKu itu tidak benar.” Dia juga menyebutkan Yohanes Pembaptis telah memberikan kesaksian tentang diriNya. Yohanes adalah pelita yang memberikan kesaksian tentang Yesus, bahwa Dia adalah Cahaya dari pelita itu. Yesus adalah Terang dunia. Namun Tuhan Yesus mengingatkan mereka, kalau mereka tidak percaya pada kesaksian Yohanes. Dan Yesus menegaskan bahwa Dia adalah utusan Allah karena BapaNyalah yang bersaksi tentang siapakah Dia sesungguhnya. FirmanNya : “Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.”
Saudara-saudari terkasih,
Ada begitu banyak kesaksian yang telah diberikan oleh para pengikut Yesus dari masa ke masa. Mereka itu kemudian kita kenal dengan sebutan sebagai penyaksi iman. Beberapa di antara mereka sedemikian percaya akan kebenaran firman Yesus dan dengan teguh mempertahankan imannya. Mati pun mereka tidak takut. Para martir suci adalah orang-orang yang memberikan kesaksian tentang Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamatnya dan Juruselamat umat manusia. Mereka ini telah menjadi percaya oleh kesaksian gereja dan mereka hidup dari iman itu. Gereja percaya akan apa yang disabdakan Yesus. Bahwa bagiNya – supaya semua orang tahu – “BapaNya-lah yang menjadi saksi bahwa Ia adalah utusanNya. Yesus menegaskan hal itu dengan penjelasan singkat, jelas, padat dan bermakna; itulah yang kita dengarkan pada hari ini, kataNya: “Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupaNya pun tidak pernah kamu lihat dan firmanNya tidak menetap dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutusNya.” Ada dua kata “kunci” yang dapat kita petik: yaitu “suara” dan “rupa” Bapa. Pernyataan Yesus ini mau mengatakan kepadamu bahwa Yesus mendengar suara Bapa dan Dia juga melihat “wajah” Allah. Sayangnya, orang-orang Yahudi enggan menerima penjelasan Yesus dan mereka pun tidak mau percaya kepadaNya. “Percaya” adalah salah satu kunci dalam pewartaan penginjil Yohanes.
Saudara-saudari terkasih,
Pernah saya katakan pada kesempatan sebelum ini, bahwa tujuan dari kesaksian penginjil Yohanes adalah: bahwa “semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu “percaya”, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya”. (Yohanes 20:31). Bukannya Tuhan Yesus tidak memerlukan kesaksian Yohanes Pembaptis, para muridNya, para pengikutNya, tetapi mereka itu bersaksi karena Bapa terlebih dahulu memberikan kesaksian tentang AnakNya, yang harus didengarkan oleh semua orang. Perhatikan apa yang dikatakan Bapa ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes: “Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan,” (Markus 1:10-11). Firman ini juga diulangi BapaNya ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung disaksikan oleh Musa dan Elia serta Petrus, Yakobus dan Yohanes: “Maka datanglah awan menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” (Markus 9:7) Kita ini percaya berkat kesaksian Gereja melalui para Rasul yang telah mendengarkan firman Bapa sendiri. Kita diundang untuk memberi kesaksian yang sama: Yesuslah utusan Allah!
REFLEKSI:
Apakah aku berpegang teguh pada iman gereja yang menyatakan Yesus, Anak Allah?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, tambahkanlah dan kuatkanlah iman kami kepada Yesus, utusanMu, sebab Dialah AnakMu yang Kaukasihi dan Engkau berkenan kepadaNya. Bantulah kami untuk mendengarkan sabda Yesus, PuteraMu dan Tuhan kami. Amin