Bacaan Hari ini:
1Yoh.5:5-13
Mzm.147:12-13.14-15.19-20
Luk.5:12-16
( St.Andreas Korsini ,St.Marsiana )
“Pada Suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika tuan mau, tuan dapat mentahirkan aku. Lalu Yesus berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
Lukas 5:12-13
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Keyakinan, percaya dan iman yang kita miliki sebagai orang katolik, terkadang hanya sebatas “sebuah nama” karena kita sudah dibaptis. Ada orang katolik yang tidak mau mengungkapkan imannya, bahkan malu menyatakannya. Beberapa kali saya menonton di televisi para atlet sepakbola, bulutangkis, basket, atletik yang dengan bangga menunjukkan imannya dengan membuat tanda salib setelah memenangkan sebuah ajang lomba atau pertandingan. Yang menarik, ada seorang yang meskipun ia belum berhasil, ia tetap membuat tanda salib, atlet itu namnya Yonatan Chrsitie. Artinya apa? Dalam segala keadaan kita tetap bersama dengan Tuhan. Tuhan ada dalam hati kita, kita perlu mengakuinya. Seorang kusta yang melihat Yesus, ia menemukan bahwa inilah kesempatan untuk menyatakan keyakinannya: “Tuan, kalau Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku. Gayung bersambut, Tuhan Yesus mengabulkan keinginannya. Dan dia disembuhkan.
Saudara-saudari terkasih,
Untuk tidak menyalahi aturan hukum Taurat, maka ia diminta Yesus untuk menunjukkan kepada para imam untuk mendapat pengakuan dan agar ia bisa diterima kembali dalam pergaulan umum, sebab orang-orang kusta adalah kelompok yang sangat dikucilkan. Yesus melarang dia memberitakan penyembuhannya kepada siapa pun. Alih-alih menaati kehendak Yesus, ia pergi menyebarkan pengalamannya, dan orang banyak berbondong-bondong mencari Yesus, untuk mendengarkan Yesus dan supaya mereka yang sakit juga dapat disembuhkan oleh Yesus. Tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat sunyi dan berdoa. Tuhan Yesus juga butuh waktu untuk “menyediri dan berkomunikasi” dengan BapaNya. Menarik untuk diperhatikan : pertama, Tuhan mengabulkan permohonan orang kusta itu dan ia disembuhkan; kedua, orang kusta itu dilarang menampakkan diri kepada orang banyak, dan menunjukkan diri kepada para imam bahwa ia telah sembuh, tetapi ia justeru mengabarkan kisah pentahirannya dari kusta, dan bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkannya.
Saudara-saudari terkasih,
Inilah yang saya mau katakan kepadamu: bahwa sebagai orang katolik, kita hendaknya selalu menyempatkan diri untuk mencari Allah dan mengandalkan Allah dalam setiap permohonan yang kita panjatkan kepadaNya. Hampir setiap hari, kata-kata orang kusta yang kita dengar hari menjadi “sesuatu yang aku jiplak atau contoh” dalam setiap doa untuk kesembuhan kekasih hatiku: “Ya Tuhan Yesus, dahulu Engkau telah menyembuhkan banyak orang yang sakit, maka aku mohon: Jika Engkau mau, Engkau juga dapat menyembuhkan orang yang aku kasihi ini. Tetapi bukanlah keinginanku yang terbukti, melainkan kehendakMulah yang harus terjadi.” Dalam doa ini aku mau berkata kepadamu: bahwa kami sudah pergi berusaha untuk datang kepada ahli kesehatan, bahkan sudah mengusahakan semua upaya alternatif, seperti pengobatan secata herbal, namun satu hal yang kuandalkan hanyalah Tuhan Yesus. Para pendidikan berkata: Manusia berusaha, tetapi Tuhan jualah yang menentukan akhir segalanya. Tugasku adalah datang kepada Tuhan, menyatakan isi hatiku dan keinginanku kepadaNya: “Tuhan kalau Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan kekasihku.” Keputusannya memang ada pada Tuhan tetapi aku berharap bahwa Ia akan menyatakan kuasa dan kerahimanNya dan bersabda: “Aku mau, jadilah engkau sembuh!” Memang suaranya tidak dapat aku dengar, namun aku menikmatinya; kuasanya nyata, dan kekasihku itu berangsur membaik dan mulai bisa beraktivitas kembali, padahal hampir dua bulan, ia invalid dan tubuh sebelah kanannya lumpuh; namun Tuhan mendengarkan doaku. Terimakasih Tuhan.
Saudara-saudari terkasih,
Inilah saatnya aku juga meneladan apa yang dilakukan oleh orang kusta yang telah ditahirkan dan disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Aku bersaksi bahwa Tuhan mendengarkan doaku dan Ia menghendaki agar kekasih hatiku itu disembuhkan. Kesaksian kecilku ini, semoga dapat menginspirasi kamu, agar tetap mengandalkan Tuhan dalam segala situasi. Tuhan masih ada di dalam hidup kita, Tuhan peduli pada kita dan Ia juga mengabulkan doa yang mengalir dari hati kita yang penuh iman. Aku bersaksi kepadamu, bahwa setiap kali aku menyampaikan firman Yesus ini kepadamu, aku mencoba menerapkannya untuk diriku sendiri; dari pengalaman pribadiku aku bersaksi dan berbagi kepadamu: Tuhan itu baik, aku mengalaminya, apakah kamu juga mau mengalaminya. Dalam usiaku yang menjelang kepada 7, Tuhan masih memberkati kami dan mencukupkan kebutuhan kami. Berbahagilah kamu yang mengandalkan Tuhan dan mengharapkan kemurahanNya. Tetaplah berdoa dan nantikan kehendakNya yang baik terjadi dalam hidup kita.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah menyatakan imanku kepada Tuhan dan mengandalkan kuasaNya?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami seringkali berdoa kalau kami kepepet dan tak berdaya. Sadarkanlah kami bahwa hanya Engkaulah pribadi yang harus kami andalkan dalam setiap keadaan. Tambahkanlah iman kami, demi Kristus Tuhan kami. Amin.