Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-4,6-7
Mzm.29:1a2,3ac-4,3b,9b-10
Kis.10:34-38
Mat.3:13-17
(St.Alexsander, St.Petrus Balsamus: St.Teodorus Cenobiarch )
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Matius 3:13-14
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Inilah sepenggal uraian santo Gregorius dari Nazianze mengenai pesta Pembaptisan Tuhan Yesus. “Kristus diterangi! Marilah kita bersinar bersama Dia! Kristus dibaptis! Marilah kita turun ke air bersama Dia, supaya kita juga naik bersama Dia. Yohanes membaptis, Yesus datang kepadanya. Mungkin untuk menyucikan si Pembaptis sendiri! Tetapi yang jelas untuk mengubur seluruh Adam lama di dalam air; dan sebelumnya, untuk maksud ini, Ia menyucikan sungai Yordan. Karena Ia itu Roh dan daging, maka Ia menyucikan kita dengan Roh dan air. Yohanes tidak mau mnerima Dia, tetapi Yesus mendesak: “Akulah yang seharusnya Engkau baptis,: kata Yohanes kepada Yesus, kata pelita kepada sang Surya, kata “suara” kepada “Sang Sabda”. Karena Yohanes tahu bahwa ia kelak akan dibaptis sebagai martir. Akhirnya Yesus dibaptis oleh Yohanes; setelah keluar dari air, bersama dengan diriNya Ia membawa seluruh dunia, dan melihat sorga terbuka. Yang dahulu ditutup oleh Adam bagi dirinya dan keturunannya, kini dibuka oleh Yesus, laksana sang gerbang Firdaus dibuka oleh pedang bernyala.”
Saudara-saudari terkasih,
Pada saat pembaptisan tampaklah Roh Kudus dalam bentuk burung merpati. Roh ini memberi kesaksian tentang ke-Allah-an Yesus. Roh dan Dia itu sama. Suara itu datang dari sorga, Dia yang dinyatakan juga dari sorga: “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan.” Roh yang Nampak bagai burung merpati memberi hormat kepada tubuhNya, sebab tubuh itu Ilahi, karena sudah dijadikan Allah. Apalagi merpati itu sudah sejak jaman dahulu kala dikenal menyatakan akhir dari “Air Bah”. Pada hari dinyatakan siapa sebenarnya Yesus, Anak maria itu. Dia bukan saja anak seorang perawan, melainkan sejak semula Ia adalah firman yang telah menjadikan segala sesuatu, dan Allah melihat bahwa semua yang telah dijadikannya itu adalah baik. Pembaptian Yesus oleh Yohanes bukan karena Yesus butuh pertobatan, sebab Ia Allah dan Dia tidak berdosa, melainkan untuk menyucikan “air” sungai Yordan dan menyucikan air baptis, agar setiap orang yang dibaptis dengan air itu, disucikanNya.
Saudara-saudari terkasih,
Pesta Pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes ini menjadi “penting” dalam liturgi dan teologi gereja katolik. Pembaptisan dalam gereja katolik merupakan sakramen pertama yang diterima oleh orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Oleh sakramen ini mereka disucikan bagi Allah dan diangkat menjadi “anak-anak Allah” serta dikuduskan bagi Allah sendiri. Pembaptisan menjadi pintu masuk untuk bersekutu dengan Allah dan anugerah untuk dapat mengenal Allah dalam Yesus dengan lebih baik dan menjadi sarana unggul untuk menguduskan diri mereka karena kemurahan Allah. Pada saat pembaptisan, orang yang menerima Yesus dibaptis dengan curahan air mengalir pada dahinya dan dibaptis oleh imam dengan rumusan: “Aku membaptis engkau….dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” Dengan demikian seseorang telah diterima menjadi bagian dari tubuh mistik Tuhan Yesus, yaitu gerejaNya. Mereka itu telah berjanji untuk “setia” kepada Allah dan berjanji pula untuk mendengarkan kehendak Allah serta melaksanakannya; mereka tidak mau berkompromi dengan dosa dan segala sesuatu yang berasal dari Iblis. Mereka berjanji untuk memelihara hidup suci, kudus dan tak bercela untuk kemuliaan Tritunggal yang mahakudus. Maka pesta ini juga membawa kita untuk “mengenang” kembali saat penuh rahmat itu: yaitu saat kita dibaptiskan oleh orang tua kita atau dibaptis karena kemauan kita sendiri.
Saudara-saudari terkasih,
Marilah kita pada hari ini kita menghormati Pembaptisan Kristus, dan merayakan pesta ini selayaknya. Basuhlah dirimu, dan jagalah kebersihanmu. Tiada hal yang lebih menyenangkan Tuhan dari pada memperhatikan pemulihan dan penyelamatan manusia. Maka setiap sabda dan semua sakramen diperuntukkan bagi mereka. Hendaklah kamu bersih, agar kamu menjadi bagaikan terang di dunia! Jadilah kekuatan pemberi hidup kepada semua orang lain, dan berdirilah sebagai “terang-terang sempurna” di samping Sang Terang yang Agung. Belajarlah dari misteri penerangan sorgawi, biarkanlah dirimu diterangi oleh Allah Tritunggal yang Mahakudus, supaya kamu menjadi semakin murni dan menjadi pribadi Kristen yan sejati. Maka jikalau kita menerima sakramen baptis di dalam gereja katolik, kita tidak hanya dijadikan anggota gereja Yesus, melainkan lebih daripada itu semua, kita secara terbatas menerima Satu Cahaya dan satu ke-allah-an dalam Kristus Yesus Kristus Tuhan kita. Berbahagialah kita yang telah menyerahkan diri dalam baptisan dan menjadi milik Kristus. Marilah kita menjadi terang bagi dunia dan menyinarinya juga.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah merasa bahagia karena telah dibaptis? Apakah aku akan berusaha untuk menyenangkan hati Allah dengan memelihara hidup suci bagiNya?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami bahagia karena boleh merayakan pesta pembaptisan Tuhan Yesus. Jadikanlah kami anak-anakMu yang suci, baik dan setia, dengan memelihara hidup kuds bagiMu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.