Bacaan Hari ini:
1Sam.1:-8
Mzm.116:12-13,14,17,18-19
Mrk.1:14-20
( Sta.Hilda;St. St Modestus; St.Aelredus:St. Bernadus dr. Corleone )
“Ketika Yesus sesang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Lalu mereka meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”
Markus 1:14-16
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini kita mendengar dari pewartaan gereja kudus tentang santo Markus. Injil Markus adalah injil yang tertua, dan seringkali menjadi rujukan penginjil lain, khususnya Matius dan Lukas. Markus seorang yang sangat sederhana, tulisannya mudah ditangkap dan bahasanya sangat lugu dan tidak bertele-tele. Seperti yang kita dengar pada hari ini bagaimana terjadi percakapan Yesus kepada para murid pertama: Yesus memanggil mereka, dan Markus tidak menjelaskan apa-apa tentang reaksi Simon dan Andreas, atau Yakobus dan Yohanes anak dari Zebedeus. Mereka tidak bertanya apa yang dimaksud menjadi “penjala manusia”; kita hanya mengetahui dari kesaksian Markus, bahwa para murid itu segera meninggalkan jalanya dan orangtua mereka, meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan begitu saja, dan segera mengikuti Yesus. Apa kira-kira yang mau dikatakan oleh Markus? Mereka tentu sudah mendengar tentang Yesus dari kesaksian Yohanes Pembaptis, dan mereka juga mau mengikuti guru baru ini.
Saudara-saudari terkasih,
Apakah mungkin bahwa Yesus adalah seorang sosok yang lebih keren dan lebih agung dari Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan. Mereka mendengarkan suaraNya memanggil mereka bahwa mereka akan diberi kesibukkan baru: tidak lagi menangkap ikan, melainkan “menjala manusia”. Apakah itu? Setidaknya mereka akan mengalami hidup bersama Yesus yang menghendaki banyak orang datang kepadaNya dan mendengarkan Dia; sedangkan mereka menjadi “murid-murid” Yesus yang semakin dikenal dan dikagumi orang banyak. Apalagi setelah Yohanes ditangkap oleh Herodes, kini perhatian mereka terarah pada sosok baru Yesus, seorang guru muda. Memang sudah saya katakan, mengapa para murid itu dengan mudahnya langsung mengikuti Yesus dan meninggalkan hidup bahagia dan sudah mapan bersama keluarga mereka. Namun itulah cara Markus menyembunyikan “magnet Yesus” yang membuat para murid itu langsung saja setuju dengan undangan Tuhan Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Kalau boleh saya bertanya kepadamu: Apakah saudara masih ingat akhirnya anda menjadi orang Kristen? Kebanyakan dari kita sudah dibaptis sejak bayi atau usia balita. Kita diberi nama baptis oleh orang tua kita dan jadilah kita orang katolik. Kita dibiasakan dengan tradisi berdoa dan berkunjung ke gereja; mengikuti aktivitas di lingkungan gereja di paroki, di wilayah maupun di gereja setempat yang bernama lingkungan. Apakah kita sudah terlibat seperti arahan orang tua kita. Yang pasti: pada saat pembaptisan kita “sama dengan” para murid yang tidak bisa bertanya “mengapa aku harus dibaptis”? Tetapi kita menerimanya saja sampai hari ini, betul? Dari lingkungan terdekat dalam rumah kita dan gereja kita semakin mengenal Yesus yang kepadaNya orang tua kita membawa kita. Nah bagaimana sikap kita sekarang setelah memiliki pengetahuan akan iman kepada Yesus? Ada orang yang landai-landai saja, ada juga yang mau aktip terlibat dalam aktivitas gereja. Tapi ada juga yang meninggalkan gereja karena pergaulan, karena cinta atau mungkin karena harta. Marilah kita fokus pada undangan Yesus, yang ditujukan kepada kita masin-masing: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Tujuan undangan Yesus yang kita terima berkat baptis itu mengandung tugas baru untuk memperkenalkan Yesus kepada semakin banyak orang. Bagaimana keputusanmu?
Saudara-saudari terkasih,
Pernahkah kita mendengar lagu ini: “Keputusanku mengikut Yesus, keputusanku mengikuti Yesus, ku tak ingkar, ku tak ingkar!” Lagu dari kebangunan rohani Kristen ini menarik perhatianku dan seperti mengingatkan saya, bahwa sayalah yang harus memutuskan sendiri terhadap undangan Yesus untuk mengikut Yesus. Renungan hari ini saya beri judul: Keputusanku mengikut Yesus; jujur karena ini terinspirasi dari lagu kebangunan rohani tersebut. Mengkuti Yesus itu bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, tetapi harus datang dari kesadaran diri dan ketetapan hati, bahwa pilihan ini adalah sesuatu yang terbaik yang bisa kuterima sebab aku percaya bahwa “Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup” dan melalui Dia sajalah aku bisa sampai kepada Bapa, yang maharahim dan mahapengasih. Hari ini undangan Yesus itu diperdengarkan kembali oleh gereja kudus, bukan sekedar menceritakan kembali perjalanan panggilan para murid pertama yang mengikuti Yesus, melainkan Tuhan Yesus sedang mendatangimu dan menyampaikan undangan yang sama: Bagaimana kita menanggapi undangan untuk “menjala manusia”?. KataNya: “Barangsiapa mau mengikuti Aku, Ia harus memikul salibnya, menyangkal dirinya dan mengikuti Aku!” Bagaimana jawaban kita? Keputusanku mengikut Yesus. Amin?
REFLEKSI:
Apakah aku sadar bahwa Yesus memanggil aku untuk menyelamatkan sesamaku?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kesigapan para murid untuk menanggapi undangan Tuhan Yesus sungguh menginspirasi kami untuk mengikuti Yesus. Mampukanlah kami untuk mendengarkan Yesus dan taat kepada Dia, PuteraMu dan Tuhan kami. Amin.