Bacaan Hari ini:
1Sam.1:9-20;
1 Sam.2:1,4-5,6-7
Mrk.1:21b-2b
( St.Hilarius, Usk.Pujg; St. Almakios)
“Tetapi Yesus menghardik roh jahat itu, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu mengoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar daripadanya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.”
Markus 1:25-26 & 28
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Setelah memanggil murid-muridNya. penginjil Markus langsung menampilkan Yesus sebagai sosok yang berkuasa dan menarik minat orang yang mendengarkan pengajaranNya pada hari Sabat di Kapernaum pada suatu hari Sabat di sebuah rumah ibadat. Menarik untuk diperhatikan bahwa bukan hanya orang-orang yang di situ yang mengagumi Yesus, tapi roh jahat yang merasukki salah seorang di situ juga mengenal Yesus katanya: “Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu, siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah!” dan inilah yang saya kutip untuk renungan hari ini: “Tetapi Yesus menghardik roh jahat itu, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu mengoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar daripadanya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.”
Saudara-saudari terkasih,
Penampilan pertama Yesus dalam rumah ibadat, pada hari Sabat dan Ia menghardik roh jahat yang merasukki orang di situ, membuat orang banyak kagum, namun roh jahat mengungkap “identitas” Yesus bahwa Dia adalah “yang Kudus dari Allah”. Karena mungkin belum waktunya ia dikenal, Yesus menghardik roh jahat itu dan mengusir dari tubuh orang yang kerasukkan setan itu. Namun kekaguman orang banyak yang ada di situ tidak bisa disembunyikan. Ini komentar penginjil Markus: “Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya : “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa, Roh-roh jahat pun diperintahNya dan mereka taat kepadaNya.” Kisah ini menjadi buah bibir dan menjadi bahan perbincangan. Tuhan Yesus diingat oleh orang-orang di situ sebagai seorang sosok pengajar yang menyenangkan, tetapi juga membuat mereka mengalami “kuasa ilahi”-Nya, sebab Dia berfirman kepada roh-roh jahat dan mereka taat kepadaNya. Mereka mengenal Dia melalui mulut roh jahat itu bahwa Yesus itu bukan sembarang guru; Dia melebihi seorang guru: Dia adalah Yang Kudus dari Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Sejak awal pewartaannya, penginjil Markus mau menegaskan imannya siapa Yesus baginya untuk diwartakan kepada para pendengarnya. Perhatikan pembukaan Injilnya, Markus berkata: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Markus 1:1). Dengan semangat dalam kesederhanaannya Markus mengungkap “jati diri” Yesus dan meletakkan dalam mulut roh jahat itu katanya: “Aku tahu, siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah!” Apa yang dikatakan oleh roh jahat itu, merupakan jejak-jejak pengakuan iman sang penginjil yang mau didemostrasikan kepada para pendengar Injilnya bahwa mereka harus tahu, siapa yang diwartakan olehnya dalam injil kudusnya itu. Mereka tidak hanya cukup mengagumi Yesus sebagai guru yang piawai dan unggul dalam pengajaranNya, melainkan mereka harus sampai pada hal terpenting untuk mengenal siapakah Yesus itu sebenarnya. Dan Markus berhasil mengungkap “jati diri” Yesus dengan cara yang tidak biasa; tidak diucapkan oleh kesaksian Yesus, tidak juga oleh mereka yang mendengar pengajaranNya, melainkan dinyatakan oleh roh jahat, yang menyadari kehadiran Yesus hendak membinasakannya! Tuhan Yesus tidak akan berkompromi dengan roh-roh jahat dan Dia membenci “hal-hal yan jahat” yang membuat orang-orang menderita karena pengaruh roh-roh jahat itu.
Saudara-saudari terkasih,
Sudah saya katakana, Markus adalah seorang penulis Injil yang sangat sederhana, bersahaja dan straight to the point, langsung menunjukkan maksudnya: semua orang yang hadir di situ harus tahu, kalau Yesus itu adalah “Yang Kudus dari Allah”, sekalipun cara dia mengutarakan niatnya itu tidak lazim. Coba kita perhatikan apa yang dituliskan oleh Markus sebelum ia mengakhiri Injilnya, yaitu ketika Yesus disalibkan dan wafat di gunung Golgota. “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat matinya demikian, berkatalah ia : “Sungguh orang ini adalah Anak Allah!” Orang-orang yang disebut orang-orang kafir ini akhirnya menyatakan imannya tentang siapa Yesus itu. Penginjil Markus sejak awal mau mewartakan kepada orang-orang kafir untuk menerima pewartaannya dan “Kepala pasukan” itu menggemakan iman para pendengar Markus yang “setuju” dengan pengakuan iman sang penginjil yang kita dengar hari ini”: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Hal itulah yang di-amin-i oleh seorang kafir yang disebut sebagai kepala pasukan bangsa romawi yang disebut kafir itu. Di awal pengakuan itu datang dari Markus, diucapkan oleh roh jahat dan sekarang ditutup dengan indah dan meluncur dari bibir seorang kafir yang menyaksikan kematian Yesus di atas kayu salib: Sungguh orang ini adalah Anak Allah.
REFLEKSI:
Apakah aku setuju dengan pewartaan Markus yang bersaksi bahwa Yesus itu Yang Kudus dari Allah?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih karena melalui kesaksian santo Markus, kami mengetahui dan akhirnya menerima Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah. Tambahkanlah iman kami kepada PuteraMu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.