Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MEMBAWA ORANG BERJUMPA DENGAN YESUS

BC - 12217G | Friday, 16 January 2026

Bacaan Hari ini:
1Sam.8:4-710-22a
Mzm.89:16-17,18-19
Mrk.2:1-12

“…waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun…ada orang-orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.”
Markus 2:1b-2a & 3

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Perikop Injil Markus 2:1-12 yang diwartakan oleh gereja kudus pada hari ini, saya tangkap sebagai suatu bentuk kepedulian seseorang yang menolong orang lumpuh untuk dapat membawanya kepada Yesus agar dia disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Mereka mendapat kabar bahwa Yesus datang lagi di Kapernaum, lalu mereka mencoba membawa orang lumpuh itu kepada Yesus. Namun karena banyaknya orang yang berjubel dan berkumpul di rumah hingga meluber keluar, mereka tidak dapat masuk dan menemui Yesus. Empat orang yang ingin sekali membawa si lumpuh menemui Yesus itu “tidak putus asa”; mereka menemukan jalan masuk  untuk sampai kepada Yesus dengan cara membongkar atap rumah tepat di atas Yesus dan menurunkan orang itu di hadapan Yesus. Dan ketika Yesus melihat semuanya itu, Ia berkata: “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni.” Namun ahli-ahli Taurat yang ada di situ berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah.”

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus yang menghargai usaha empat orang yang mau menemui Yesus ini, direcoki oleh “pikiran” ahli Taurat yang mengatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah karena ia berkata: “dosamu sudah diampuni!” Bukankah hanya Allah saja yang dapat mengampuni dosa? Markus dengan cepat menulis, bahwa Yesus mengetahui pikiran mereka. Mengapa kamu berpikir seperti itu dalam hatimu? Hanya Yesus, karena Dia Allah, Ia dapat membaca pikiran orang-orang ini. Maka segera Ia menegor mereka dan kataNya: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia, berkuasa mengampuni dosa.” Dan katanya kepada si lumpuh: “Angkatlah tilammu dan dan pulanglah ke rumahmu.” Dan Markus memberikan tentang kesan para pendengar Yesus yang ada di situ begini: “Yang begini, belum pernah kita lihat!” Markus menampilkan sosok Yesus yang diperkenalkannya sebagai “Anak Manusia”, dan kali ini dikatakan oleh orang-orang yang membawa orang lumpuh itu kepada Yesus. Upaya mereka untuk mendatangkan si lumpuh dengan upaya keras dengan menurunkannya dari atas atap telah berbuah manis: Tuhan Yesus menyembuhkan teman mereka.

Saudara-saudari terkasih
Pengalaman orang-orang di Kapernaum, di mana Yesus cukup sering membuat mujizatNya di tempat ini, telah mengungkap “solidaritas” mereka bahwa mereka menghendaki apa yang mereka ketahui tentang Yesus yang dapat membuat mujizat itu, juga bisa dialami teman mereka yang menderita sakit lumpuh. Mereka memiliki iman yang besar dan meyakini dengan sungguh kalau Yesus itu adalah seorang guru muda yang sanggup menyembuhkan teman mereka. Namun keingnan itu menghadapi hambatan: yang pertama karena kerumunan orang banyak di dalam rumah tempat Yesus mengajar dan bahkan meluber sampai ke luar rumah; kedua karena kecurigaan ahli-ahli Taurat yang mengatakan dalam hatinya kalau Yesus itu seorang yang telah menghujat Allah, sebab Ia bicara “dosamu sudah diampuni!” Kesulitan pertama dapat mereka atasi dengan membobol atap rumah dan mempertemukan orang lumpuh itu dengan Yesus; rintangan kedua dari ahli-ahli Taurat hanya Yesus yang tahu. Tuhan Yesus memastikan bahwa ucapanNya itu benar, sebab kepada mereka Ia memperkenalkan diriNya sebagai  Anak Manusia; Dia adalah Anak Allah, karena itu Ia juga berkuasa mengampuni dosa. Lalu dengan firmanNya yang berkuasa, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan kata mereka: Yang begini, belum pernah kita lihat.”

Saudara-saudari terkasih,
Secara khusus, saya mau menarik perhatianmu pada apa yang telah dilakukan oleh empat orang yang telah mengusung orang yang menderita lumpuh itu untuk menemukan Yesus, menjumpai Yesus dan mohon agar dia dapat disembuhkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Hal yang mau saya katakan kepadamu ini: Empat orang ini bukanlah orang sembarangan; mereka adalah orang yang telah mengalami Yesus dan tahu bahwa Yesus adalah guru yang sebelumnya sudah datang ke Kapernaum dan mereka melihat apa yang telah dikerjakan oleh Yesus. Mereka mendengar bahwa Yesus datang lagi ke Kapernaum. Segera saja mereka melihat adanya peluang untuk mendapatkan kesembuhan bagi teman mereka yang sakit lumpuh. Lalu mereka membawanya kepada Yesus. Meskipun mendapat hambatan, mereka tidak putus asa, mereka berusaha menemukan “jalan terbaik” untuk bisa bertemu dengan Yesus. Jalan itu mereka dapat, dan Tuhan Yesus mengabulkan keinginannya: teman mereka yang lumpuh  boleh bisa mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya.


REFLEKSI:
Apakah aku adalah seorang Kristen yang juga memiliki kerinduan agar lebih banyak orang dapat berjumpa denga Yesus untuk diselamatkan?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Jauhkanlah kami untuk bersikap masa bodoh dengan keselamatan dan kesejahteraan orang lain. Berilah kami iman yang juga mampu bertindak untuk mengasihi orang lain supaya diselamatkan oleh Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.