Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

IKUTLAH AKU

BC - 12218 | Saturday, 17 January 2026

Bacaan Hari ini:
Mzm.21:2-7
1Sam 9:1-4,17-19 : 10:1a
Mrk.2:13-17
( Pw. St. Antonius Abbas )




Yesus bersabda: “Ikutlah Aku!.”
Markus 2:14

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus 
Pada suatu hari Yesus pergi ke pantai danau. Banyak orang datang kepada-Nya. Yesus pun lalu mengajar mereka.  Ketika sedang berjalan melewati sebuah tempat Yesus melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  Lewi pun berdiri dan mengikuti Yesus.  Ketika di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Yesus dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti-Nya.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Saudara-saudara terkasih 
Kehadiran Yesus di Israel pada masa itu menjadi perhatian orang-orang. Motivasi mereka mengikuti Yesus bermacam-macam. Ada yang kagum akan perbuatan-perbuatan Yesus yang tidak mungkin dilakukan orang lain, seperti penyembuhan orang buta, orang lumpuh, orang sakit keras; bahkan kebangkitan orang yang sudah mati. Yesus mengusir setan, meredakan angin ribut, dan menggandakan roti. Barangkali ada beberapa orang yang mengikuti Yesus karena ingin mendengarkan pengajaran-Nya. Situasi inilah yang juga terjadi pada kita ketika mengikuti Yesus. Kita ingin Yesus membuat mukjijat bagi hidup kita. Lihat saja doa-doa kita, lebih banyak doa-doa permohonan akan kebutuhan dan keinginan kita agar dikabulkan Yesus. Namun, ketika Yesus memanggil kita “Ikutlah Aku !”, kita cenderung untuk melarikan diri. Kita enggan untuk berdoa lebih tekun, bukan sekedar melaksanakan kewajiban liturgi. Kita menolak untuk memberikan harta kita lebih banyak bagi karya gereja, maupun bagi orang-orang yang membutuhkan. Kita lebih sibuk menimbun harta kita. Kita tidak mau terlibat dalam berbagai kegiatan menggereja dengan alasan sibuk mencari uang. Semestinya kita belajar Lewi anak Alfeus si pemungut cukai. Ketika Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  ia segera berdiri dan mengikuti Yesus. Walaupun dimusuhi banyak orang Israel karena pekerjaannya, tetapi Lewi membuka pintu hatinya untuk bergegas mengikuti Yesus. Lewi yang bergegas mengikuti Yesus menjadi pertanda bahwa ia bertobat.

Saudara-saudara Terkasih
Ketika seseorang bertobat dan mengikuti Yesus, kepadanya Yesus berkenan untuk berkunjung bahkan makan bersama di rumahnya. Inilah sebenarnya berkat utama yang akan kita terima, yaitu kehadiran Yesus di rumah kita. Sayangnya, banyak orang lebih menginginkan hal-hal lain, seperti harta-benda, kekuasaan, popularitas, kepandaian. Jadi, fokusnya ada pada diri kita. Tentu saja, pada hari-hari ini Yesus tidak akan hadir secara fisik di rumah kita untuk makan bersama, tetapi Yesus tetap hadir dalam jamuan makan, yaitu ekaristi, di mana tubuh dan darah Yesus dipersembahkan. Jadi, mengikuti perayaan ekaristi bukanlah sekedar kewajiban beragama orang Katolik. Ekaristi adalah tanda Yesus berkenan hadir dalam hidup kita. Bisa dikatakan bahwa ekaristi adalah paket lengkap yang menunjukkan iman seorang Katolik. Ada pengakuan dosa, bacaan Injil, Epistola, dan Perjanjian Lama. Ada Doa permohonan, kyriale, doa Bapa Kami, Salam Damai. Ada konsekrasi, penerimaan komuni. Lihat, Tuhan tidak sekedar berkunjung ke rumah kita. Yesus berkenan bersantap rohani dengan kita. Sayang, bahwa banyak umat tidak tertarik atau tidak tergerak dengan undangan Yesus ini. Mereka lebih asyik hidup seperti yang selama ini mereka jalani.

Saudara-saudara Terkasih
Sebenarnya Yesus memanggil semua orang untuk mengikuti-Nya dan duduk bersama dalam perjamuan. Namun, hanya orang miskin, orang cacat, orang terlantar, gelandangan, orang berdosa, saja yang menjawab undangan Yesus itu. Sementara itu kaum agamawan, ahli Kitab Suci, aktivis gereja, orang kaya, orang pandai tidak menanggapi panggilan itu. Bahkan mereka mempertanyakan, "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Selain tidak menanggapi panggilan, mereka malah mempermasalahkan kesediaan Yesus makan bersama orang-orang yang menanggapi panggilan-Nya. Sungguh sikap yang tidak pantas. Yesus mendengarnya keluhan mereka dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Jawaban Yesus sungguh tepat. Kehadiran Yesus ke dunia memang untuk orang-orang yang bersedia menjawab panggilan-Nya dan mengikuti-Nya.


REFLEKSI
Apakah kita bergegas mengikuti Yesus ketika dipanggil?
Apakah kita sudah mengikuti Perayaan Ekaristi setiap harinya?

MARILAH KITA BERDOA
Ya Tuhan, dalam setiap detik hidup kami Engkau selalu melewati dan menyapa kami. Namun, kami tidak bergegas untuk berdiri dan mengikuti-Mu. Kami masih asyik dengan hidup kami selama ini dan mengabaikan panggilan-Mu. Kami melewatkan undangan-Mu untuk makan bersama dalam Perayaan Ekaristi. Berilah kami kesempatan sekali lagi agar bisa menjadi bergegas menuju Perjamuan bersama-Mu. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.