Bacaan Hari ini:
Mzm.40:2,4ab,7-8a,8b-10
1 Kor.1L1-3
Yes.49:3.5-6
Yoh.2:29-34
Yohanes berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”
Yohanes 1:29
Saudara-saudara terkasih
Tentang Yesus, Yohanes berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Perkataan Yohanes ini tidak lazim, karena pada umumnya orang lebih suka merendahkan orang lain. Orang ingin dianggap lebih penting, lebih terkenal, lebih popular, lebih berkuasa, lebih kaya, lebih tampan. Entah karena memang mereka lebih daripada orang lain atau sebaliknya, mereka sebenarnya minder dengan diri mereka sendiri. Karena anak seorang Imam Kepala di Bait Allah, Yohanes terdidik akan sejarah iman Bangsa Israel yang merindukan hadirnya Mesias. Itulah sebabnya Yohanes langsung mengenali Yesus sebagai sang Mesias. Namun, jika bangsa Israel merindukan Mesias yang akan memimpin perjuangan melawan bangsa Romawi, Yohanes memandang Yesus sebagai Mesias yang akan menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa dunia. Tentang Yesus, Yohanes juga berkata, “Dialah yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Jadi, Yohanes bukan hanya mengenal Yesus, tetapi juga menghormati status Yesus yang lebih mulia. Yohanes sadar untuk mewartakan Yesus sebagai Mesias dan tidak sibuk mempopulerkan dirinya sendiri. Yohanes memang dipanggil menjadi jalan bagi Mesias. Jika sibuk akan ketenaran dirinya sendiri, Yohanes malah menjadi penghambat hadirnya Mesias. Syukurlah Yohanes rendah hati. Ia menyingkir ke padang gurun dan berseru-seru akan mendekatnya kehadiran Mesias.
Saudara-saudara Terkasih
Yohanes dan orang Israel sebelumnya tidak mengenal Yesus. Mereka mengenal para nabi yang hidup silih berganti sejak zaman Musa. Yohanes adalah salah satu nabi itu dan sering dinyatakan sebagai nabi terakhir. Namun, Yohanes tahu bahwa Mesias akan datang. Siapa dan bagaimanakah Mesias itu? Untuk itulah Yohanes membabtis umat Israel dengan air agar Mesias itu hadir di antara orang Israel. Yohanes berkata, “Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Jadi, pembabtisan dengan air oleh Yohanes adalah jalan pembuka hadirnya Mesias. Ketika Yohanes membabtis Yesus dengan air, Yohanes memberi kesaksian, "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati. Ia tinggal di atas-Nya.” Jadi, Yesus dikenal dari Roh Kudus yang hadir di atas-Nya. Ketika kita dibabtis, Roh Kudus pun turun dalam hidup kita. Jadi, semestinya karena Roh Kudus itu kita bisa mengenal Yesus, sama seperti Yohanes yang mengenal Yesus dari Roh Kudus. Pembabtisan mempersatukan kita dengan Yesus.
Saudara-saudara Terkasih
Secara manusiawi Yesus hadir di dunia kepada umat Israel lebih dari dua ribu tahun lampau. Hanya beberapa orang kudus saja yang diberi anugerah untuk melihat Yesus secara langsung, misalnya Santa Maria Margaretha Alacoque. Bagaimana dengan umat lainnya? Apakah dengan tidak melihat Yesus secara ragawi langsung, kita menjadi tidak beriman kepada Yesus? Kehadiran Yesus selanjutnya harus dilihat dalam kacamata iman. Sakramen-sakramen menyibakkan kabut akan Tuhan Yesus yang hadir dalam hidup sehari-hari kita. Secara khusus Sakramen Ekaristi mewakili tubuh dan darah Kristus. Kehadiran Yesus melalui sakramen itu telah disampaikan Yohanes, “Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." Jadi, dengan menerima sakramen-sakramen gerejawi, kita akan menerima Roh Kudus dan melihat Yesus, bukan hanya sebagai anak Yusuf dan Maria yang tinggal di Nazareth. Sakramen mengantarkan iman kita kepada Yesus Kristus Anak Allah. Inilah keutamaan Gereja Katolik, yaitu mengenal Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus secara langsung melalui sakramen-sakramen yang kita terima.
REFLEKSI:
Apakah kita sudah mengenal Yesus?
Apakah kita sudah beriman kepada Yesus Kristus, Anak Allah?
MARILAH KITA BERDOA:
Ya Tuhan, Putra-Mu hadir di dunia dua ribu tahun lampau, tapi banyak orang tidak mengenal-Nya. Gereja Katolik mengenalkan Yesus melalui sakramen-sakramen, tetapi banyak orang tidak mengimani-Nya. Hadirlah Ya Roh Kudus untuk membuka mata iman kami akan Yesus Kristus. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.