Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

HANYA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH

BC - 12254 G | Sunday, 22 February 2026

Bacaan Hari ini:
kej.2:7-9 ; 3:1-7
Mzm.51:3-4,5-6a,12-13,14,17
Rm.5:12-19
( Pesta Takhta St. Petrus , Rasul )

“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis:  Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepadaNya sajalah engkau berbakti.” Lalu iblis meninggalkan Dia dan lihatlah malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
Matius 4:10-11

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Setiap tahun dalam masa Prapaskah kita mendengar kisah Yesus berpuasa empat puluh hari empat puluh malam di padang gurun. Penginjil mengatakan bahwa Yesus lapar. Dalam kondisi lemah dan lelah itulah iblis mendekati Yesus dan mencobai Yesus. Ada tiga hal yang diujikan kepada Yesus: pertama soal makan dan minum, tapi Yesus berkata: Manusia bukan hidup dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan; kedua soal ujian kalau Ia menjatuhkan diri maka Ia akan baik-baik saja, dan Yesus menjawab : Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu, Akhirinya iblis menawarkan kekuasaan atas seluruh dunia asal Yesus mau menyembah setan. Jawab Yesus: “Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis:  Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepadaNya sajalah engkau berbakti.” Godaan setan kepada Yesus ini juga menghantui setiap dari kita yang “kuatir” akan kekurangan makanan, keselamatan dan pengaruh. Namun Tuhan Yesus mengingatkan kita : Hanya Tuhan yang patut disembah.

Saudara-saudari terkasih,
Kita sudah dan sedang melewati masa retret agung 40 hari hingga perayaan kemenangan iman kita di hari raya Kebangkitan Tuhan mendatang, yaitu Paskah. Dalam masa penuh rahmat ini, kita dilatih untuk belajar dari Tuhan Yesus sendiri, supaya kita tidak “berkompromi” apalagi menerima tawaran dari Iblis dan akhirnya “membelakangi” Yesus yang sudah kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Injil hari ini mau mengingatkan kita agar kita selalu siap siaga dan tabah apabila kita “kekurangan” makanan dan minuman; kita diminta untuk menantikan sukacita oleh firman Tuhan yang memberikan santapan rohani; kita diingatkan untuk tidak kuatir akan hari esok dan keselamatan kita. Kita harus mengandalkan dan menyembah Allah saja.

Saudara-saudari terkasih,
Saya mau mengajakmu untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja tentang godaan yang dialami Tuhan Yesus ini: “Sewaktu Yesus digoda oleh setan, ia merasuk kita dalam diriNya. Kita baru saja membaca dari Injil bahwa Tuhan kita Yesus Kristus digoda di padang gurun oleh setan. Dan itulah yang terjadi. Dalam Kristus kamu dicobai, karena Kristus mempunyai tubuh manusia dari kamu, sama seperti Ia memenangkan keselamatan bagimu melalui diriNya sendiri. Ia menerima maut dari kamu, sama seperti Ia mendapatkan hidup dari diriNya sendiri untuk kamu. Dari kamu Ia mendapatkan penghinaan dan dari diriNya sendiri ia memperoleh kemuliaan dan kehormatan bagi kamu. Demikian juga ia mengalami pencobaan untuk kamu dan dari diriNya sendiri, Ia mendapatkan kemenangan untuk kamu. Apabila kita telah dicoba dalam Dia, dalam Dia kita mengalahkan setan. Kamu memperhatikan, bahwa Kristus pernah dicobai, tetapi lupa memperhatikan bahwa Ia menang waktu digoda. Kenalilah dirimu: Digoda di dalam Dia, dan menang juga di dalam Dia. Ia dapat menghindari setan, tetapi kalau Ia tidak pernah digoda, Ia tidak pernah memberi ajaran dan pendidikan kepadamu: bagaimana dapat menang kalau digoda.” Mengertikah kita akan apa yang diterangkan oleh santo Agustinus ini?

Saudara-saudari terkasih,
Pada hari-hari penuh rahmat yang sedang kita lalui saat ini, kita mengingat dan menyadari bahwa dalam tubuh manusia yang rapuh kita akan jatuh ke dalam dosa dan dikuasai setan kalau kita tidak mengandalkan “Firman Tuhan” yang sanggup membebaskan kita dari rasa rasa haus dan lapar; kita akan hidup dalam ketakutan yang berkepanjangan kalau kita meragukan kuasa Allah yang tidak membiarkan kita terhilang dan dikuasai oleh setan. Maka kunci dari keberhasilan untuk bisa menang terhadap segala cobaan hidup adalah “menyembah Tuhan” saja sebagai junjungan kita dan mengandalkan Dia sebagai Allah yang setia dan tidak akan pernah mengingkari janjiNya. Marilah kita menggunakan masa Prapaskah ini untuk membangun hidup yang berkenan kepada Allah dengan membentengi hidup kita dengan membaca, mendengarkan dan merenungkan Firman Tuhan; mohon perlindunganNya dan berserah pada kehendakNya.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah mengandalkan Yesus dan FirmanNya agar menang atas cobaan dan godaan si jahat dalam hidupku?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, berilah kami hati yang rendah dan berserah kepadaMu. Mampukanlah kami untuk menolak godaan iblis serta mengandalkan Yesus dan FrmanNya yang menyelamatkan. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.