Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

BUKANKAH HATI KITA BERKOBR-KOBAR?

BC - 12299G | Wednesday, 08 April 2026

Bacaan Hari ini:
Kis.3:1-10
Mzm.105:1-2,3-,6-7,8-9
Luk.24:13-35

“Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita.”
Lukas 24:32

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini kita mendengarkan pewartaan gereja tentang pengalaman dua orang murid Tuhan Yesus yang sedang dalam perjalanan menuju ke Emaus. Tidak disebutkan nama mereka, melainkan hanya dikatakan mereka membicarakan hal-hal yang terjadi belakangan ini. “Apa itu?” Pertanyaan ini adalah pertanyaan Yesus yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Lalu mereka menceritakan pengalaman mereka mengenai Yesus yang dianggap orang yang “buta informasi” tentang wafat Yesus dan berita kebangkitanNya. Tetapi Yesus sebagai teman seperjalanan mereka itu menegur mereka kataNya: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan oleh para nabi. Bukankah Mesias harus mengalami penderitaan semaunya itu, untuk masuk dalam kemuliaanNya!” Lalu Yesus mengatakan dan menjelaskan tentang apa yang tertulis tentang Dia, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Saudara-saudari terkasih,
Sejauh itu mereka tidak paham dan belum mengenali Dia. Tetapi setelah mereka mengajak tamu yang tidak mereka kenali itu menginap; Dia justeru yang membuat perjamuan dan “mengambil roti, mengucap berkat dan memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka”. Waktu itu mereka mengenali Yesus sebagai sang Bangkit, tetapi Ia “lenyap” dari tengah-tengah mereka. “Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita.” Dua orang murid yang sedang menuju Emaus itu memiliki “beberapa pikiran” tentang kebenaran berita mengenai kebangkitan Yesus yang dikatakan oleh Maria Magdalena dan wantia-wanita yang lain. Namun mereka gagal paham, dan karena itu Tuhan Yesus harus “turun tangan” sendiri.

Saudara-saudari terkasih,
Ada dua hal yang mau saya katakan kepadamu hari ini: bahwa untuk mengerti makna dari Kitab Suci “orang beriman” harus mendengarkan Yesus dan bukan mendengarkan yang lain’ bahwa kotbah Tuhan Yesus berbicara kepada “hati manusia” yang ingin memahami misteri kasih dan kerahiman Allah sendiri. Banyak orang sudah merasa paham tentang makna Alkitab tetapi tidak punya waktu untuk membaca dan mendengarkan Alkitab; seperti dua orang murid yang sedang menuju ke Emaus ini; mereka “dibingungkan” oleh kisah yang beredar di tengah warga Yahudi dan teman-teman mereka: kalau Yesus yang telah salibkan dan wafat itu, kata para perempuan memang sudah bangkit dari kuburNya. Mereka tidak percaya melainkan tinggal dalam keragu-raguan. Tuhan Yesus sendiri akhirnya harus membuka pikiran dan hati mereka bahwa Mesias memang harus menderita dan bangkit. Mereka diingatkan oleh Yesus tentang segala sesuatu yang pernah dikatakan oleh Musa dan para nabi yang pernah diutus kepada Israel. Pengajaran Yesus itu sesungguhnya telah membuat hati mereka berkobar-kobar, karena orang asing ini ternyata bisa menjelasakan makna Alkitab kepada mereka. Siapa orang ini? Mereka baru mengenali Yesus, waktu Ia mengangkat “roti ekaristi” yang dibagikan kepada mereka. Ia sesungguhnya sudah bangkit, dan Ia segera lenyap dari mereka.

Saudara-saudari terkasih,
Kedua orang murid itu lalu melanjutkan perjalanannya ke Yerusalem mendapatkan kesebelas murid Tuhan Yesus. “lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang telah terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Setiap kali kta merayakan perayaan Ekaristi kita mendengarkan bacaan-bacaan suci baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan khususnya dari salah satu kutipan keempat Injil; Bagian liturgi Sabda ini disempurnakan dengan homili atau kotbah imam. Kotbah yang baik adalah kotbah yang sanggup menyentuh hati para pendengar sehingga mereka yang mendengarkan dapat mengalami sentuhan kasih, kemurahan dan pengampunan sang bangkit sendiri. Selanjutnya umat beriman disatukan oleh penerimaan roti ekaristi, tanda persekutuan dengan Yesus sang Bangkit. Marilah kita memasang telinga untuk mendengarkan Yesus dalam liturgi Sabda dan menyediakan hati untuk menyambut Yesus dalam ekaristi suci dengan hati yang pantas.

REFLEKSI:
Apakah aku sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan Yesus besabda?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik,  pengalaman dua murid Emaus ini menyadarkan kami bahwa hanya Yesus yang sanggup menyatakan cintaNya kepada kami. Bantulah kami untuk mendengarkan Dia saja, sebab Dia sudah bangkit bagi kami. Karena Dialah PuteraMu dan Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sekarang dan selama-lamanya. Amin.