Bacaan Hari ini:
Kis.4:1-12
Mzm.118:1-2,4,22-24,25-27a
Yoh.21:1-14
“Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu. Kata Yesus : “Marilah dan sarapanlah!”
Yohanes 21:9,10 &12a
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Tuhan Yesus menampakkan diriNya kepada tujuh orang muridNya yang sedang berada di pantai danau Tiberias. Mereka itu adalah Simon Petrus, Tomas, Natanael, Anak2 Zebedeus dan dua orang murid yang lain. Mereka pergi menangkap ikan atas ajakan Petrus; tetapi mereka tidak dapat apa-apa. Ketika hari mulai siang Yesus menampakkan diri di antara mereka dan menyapa mereka sebagai seorang BAPA dan berkata: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada!” Kata Yesus: Tebarkanlah jalamu ke sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh!” Lalu mereka menebarkan jalanya dan mendapat banyak ikan : seratus lima puluh tiga ekor banyaknya. Namun jala itu tidak koyak. Inilah catatan penginjil Yohanes: “Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu. Kata Yesus : “Marilah dan sarapanlah!”
Saudara-saudari terkasih,
Mari kita perhatikan: ketujuh orang murid ini adalah para nelayan professional dan berpengalaman. Mereka mencari ikan di waktu malam, tetapi mereka tidak memperoleh apa-apa. Tetapi seorang “Bapa” memerintahkan mereka untuk menebarkan jala ke sebelah kanan, meskipun hari mulai siang, mereka menaati Dia. Mereka menangkap banyak ikan, bahkan perlu bantuan teman-teman mereka agar dapat menghela jala yang penuh dengan ikan-ikan itu. Yesus memerintahkan untuk menebarkan jala ke sebelah kanan. Kanan bukan saja sebagai terhormat, melainkan juga tempat yang terberkati. Ingatkah kita akan perumpamaan tentang akhir jaman, bahwa domba-domba di tenpatkan Yesus di sebelah kanan? Mereka taat pada perintah Yesus dan berhasil.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita sedang mendalami arti sebuah ketaatan yang diikuti para murid Yesus. Awalnya Yesus menghampiri para murid itu sebagai sosok yang tidak mereka kenali, namun kehadirannya dilihat oleh murid yang dikasihi dan berkata kepada Petrus: Itu Tuhan. Peristiwa penangkapan ikan itu terjadi karena mereka “menaati” kehendak Yesus yang bertindak sebagai seorang “Bapa dan Guru” dan menyapa mereka sebagai “anak-anak”-Nya. Apa arti ketaatan ini? Mereka adalah lambang dari Gereja yang dengan sehati dan sejiwa taat pada perintah Yesus, dan itu telah menghasilkan buah yaitu penangkapan ikan yang banyak dan bahwa jala mereka tidak koyak. Hanya “ketaatan bersama” dari umat Allah kepada Yesus, baik Hierarki dan kaum awam, akan mendatangkan hasil berlimpah karena diberkati Tuhan Yesus. Ketaatan menjadi dasar keberhasilan dan dapat mempertahankan gereja dalam KESATUAN yang dilambangkan oleh jala yang tidak terkoyak. Menarik untuk diperhatikan bahwa bukan Petrus yang menyadari kehadiran Tuhan, ttapi murid yang dikasihi Yesus. Dalam gereja jabatan pemimpin diperlukan, tetapi juga dibutuhkan juga para teolog yang berkontemplasi untuk menemukan kehendak Tuhan: mereka diberi kemampuan dan anugerah untuk melihat kehadiran Tuhan di tengah-tengah karya pelayanan dan pastoral gereja dewasa ini.
Saudara-saudari terkasih,
Ketaatan gereja pada perintah dan bimbingan Tuhan Yesus itu, membawa pada kesadaran akan “HADIRNYA” Allah yang mengasihi dan peduli. Kehadiran Tuhan Yesus mengarahkan gereja ke jalan kebenaran di kanan serta memberkatinya . Bukan hanya itu, Ia menyediakan anugerah melimpah yang memberikan KEHIDUPAN. Tuhan Yesus akan terus menerus menyiapkan santapan rohani bagi gereja di mana pun berada. Para murid diundang untuk sarapan, bukan dari hasil tangkapan mereka, tetapi sudah disediakan oleh Yesus, Tuhan yang bangkit. Apakah itu? Itulah santapan rohani yang memberikan hidup yang kekal. Inilah korban Yesus untuk gerejaNya yang menjadi pusat kehidupan kita: yaitu EKARISTI KUDUS. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati Gereja serta mengenyangkan mereka dengan TUBUH dan DARAHNYA, agar mereka siap dan dimampukan untuk menebarkan jala bagi banyak orang untuk diselamatkan. Inilah panggilan kita, menebarkan jala yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk kita taati.
REFLEKSI:
Apakah aku menyadari kehadiran Tuhan dalam Ekaristi dan mengutusku bersaksi?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami bahagia karena Tuhan Yesus tidak meninggalkan kami umatNya, tetapi memberkati karya-karyaNya serta mencukupi kami dengan anugerah Ekaristi. Berilah kami hati yang taat dan berbakti kepada Yesus Tuhan kami itu. Amin.