Bacaan Hari ini:
Kis.4:13-21
Mzm.118:1,14-15,16ab-18,19-21
Mrk.16:-9-15
“Setelah Yesus bangkit, pagi-pagi pada hari pertama Minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan dilihat olehnya, mereka tidak percaya.”
Markus 16:9a & 11
Saudara-saudari terkasih,
Meskipun demikian, catatan Markus ini menarik untuk diperhatikan; ia menegaskan kepada para pendengarnya bahwa Tuhan yang bangkit tidak menampakkan dirinya “mula-mula” kepada salah seorang dari kesebelas muridNya; juga tidak kepada ibunya, yang bisa jadi sudah mulai lansia. Tuhan Yesus menampakkan dirinya kepada Maria Magdalena, seorang wanita dan bukan seorang dari 12 rasul yang dipilihnya. Mengapa? Pertanyaan bagus. Maria Magdalena adalah salah seorang dari perempuan yang melayani Yesus dan rombonganNya dalam karya pastoralnya dengan memberikan harta kekayaan mereka. Maria Magdalena menjadi sosok pentobat yang dinilai Tuhan Yesus sebagai seorang yang telah bersungguh-sungguh bertobat dan sangat percaya kepadaNya dan mengandalkannya. Maria melakukan apa saja untuk kepentingan Yesus, dan dia adalah salah seorang wanita yang mendampingi ibu Yesus sampai di salib.
Saudara-saudari terkasih,
Bukan hanya sampai di kaki salib dan pada saat Yesus meregang nyawa, Maria Magdalena bisa dipastikan tetap menemani ibu Yesus hingga ke pemakamanNya, sebab dia tahu di mana Yesus dimakamkan. Sedemikian besar cintanya kepada Guru Yesus yang telah menjadikannya seorang wanita yang terhormat dan diterima karena sebelumnya ia dianggap sampah masyarakat dan pendosa dengan tujuh setan yang menguasainya. Perhatikanlah apa yang dikatakan Markus ini: “Setela hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi kekubur dan meminyaki Yesus.” (Markus 16:1) Bukankah yang dilakukan Maria Magdalena ini adalah tanda bakti dan bukti kecintaan kepada Gurunya, yang sekalipun telah wafat, ia masih ingin memberikan penghormatan yang terbaik bagiNya. Inilah yang menurut saya, sebagai “bentuk penghargaan dan jawaban” Tuhan Yesus kepada Maria Magdalena. Ketika Ia menampakkan diri kepadanya, Yesus berkata: “Ibu, siapakah yang engkau cari?” Maria awalnya tidak mengenal Yesus tetapi ia mengira Ia penjaga taman makam itu. Tetapi ketika Yesus menyebut namanya: “Maria!”, Maria tersadar: itu suara Orang yang sangat dicintainya. Cinta telah berbalas dengan cinta. Maria Magdalena memang berhak mendapat anugerah utama “melihat” Tuhan yang bangkit dari wafat yang juga telah disaksikannya.
Saudara-saudari terkasih,
Lain pandangan Yesus, lain pula sikap para murid Tuhan Yesus. Ketika Maria Magdalena mengatakan bahwa Ia telah berjumpa dengan Yesus dan melihat Dia sudah bangkit, mereka, yaitu Petrus dan kawan-kawannya tidak percaya. Itulah sebabnya dikatakan: “Akhirnya Yesus HARUS menampakkan diriNya kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.” Orang yang sangat “ngeyel” tidak mau percaya adalah Tomas yang disebut Didimus: Ia tidak akan percaya kalau tidak melihat langsung. Tuhan mendatanginya dan berkata: Karena telah melihat Aku engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya!” (Yohanes 20:29) Kita HARUS percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus karena kesaksian gereja, meskipun kita tidak melihatNya.
REFLEKSI:
Apakah aku memiliki iman akan kebangkitan Tuhan Yesus berkat kesaksian Gereja?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, berilah kami iman akan kebangkitan PutraMu, Yesus, meskipun kami tidak melihatNya; bantulah kami mengalami kebahagiaan karena percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.