Bacaan Hari ini:
Kis2 24-27;
Mzm.118:2-4,13-15,22-24
1Ptr.1:3-9
Yoh.20:19-31
“Yesus menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
Yohanes 20:22b-23
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Perikop lengkap Injil yang diwartakan oleh gereja katolik pada hari ini diambil dari Yohanes 20:19-31. Point dari perikop ini adalah bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diriNya kepada para muridNya, khususnya kepada Tomas yang disebut Didimus. Tomas menjadi sosok penting yang membawa anggota gereja yang tidak melihat Yesus yang sudah bangkit namun percaya menjadi pribadi-pribadi yang tidak kalah bahagianya dari dirinya yang percaya karena melihat. Namun, ini merupakan tanda belaskasih Tuhan kepada Tomas yang enggan percaya kalau tidak melihat Dia secara langsung. Hari ini gereja katolik secara khusus menarik perhatian kita pada Hri Raya Kerahiman Ilahi; hari Minggu Paskah kedua ini ditetapkan sebagai hari Kerahiman Ilahi oleh santo Paus Yohanes Paulus Kedua.
Saudara-saudari terkasih,
Saya mengutip firman Tuhan Yesus tentang pengampunan yang diberikan kepada gereja untuk mengampuni dosa-dosa kita; yaitu melalui sakramen pengakuan dosa atau tobat. Hari ini ditetapkan oleh gereja katolik Roma sebagai hari Kerahiman Ilahi. Berdasarkan penampakkan Yesus kepada Santa Faustina Kowalska, biarawati dari Polandia, pesta hari ini mau menekankan kasih dan belaskaih Allah yang tak terbatas, terutama bagi para pendosa. Umat yang mengakukan dosa dan menerima Komuni Kudus pada hari ini dijanjikan pengampunan total. Dianjurkan agar umat katolik mendoakan Novena Kerahiman Ilahi yang dilakukan selama sembila hari, dimulai dari Jumat Agung hingga Sabtu sebelum Kerahiman Ilahi. Malalui perayaan ini gereja mengundang umat untuk mempercayakan diri sepenuhnya pada kasih sayang Tuhan yang telah wafat di kayu salib dan menebus dosa-dosa manusia dengan bangkit pada hari ketiga sesuai Kitab Suci.
Saudara-saudari terkasih,
Mengapa Kerahiman Ilahi itu penting? Minggu kerahiman Ilahi mengingatkan kita bahwa tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni oleh Allah. Ketika kita mendekati Tuhan dengan hati yang tulus, rahmatNya membasuh kita seperti sinar dalam gambar kerahiman ilahi: membersihkan, menyembuhkan dan memulihkan kita. Perayaan Kerahiman Ilahi pada hari ini menawarkan rahmat yang luar biasa, khusunya bagi mereka yang menerima sakramen tobat atau rekonsiliasi dan Ekaristi pada hari ini. Pesan Kerahiman Ilahi berbicara kepada semua orang - khususnya dari mereka yang memikul beban dosa yang berat hingga jiwa-jiwa beriman yang mencari pertobatan yang lebih dalam. Pesan ini mau menegskan dan meyakinakan bahwa kasih Allah tidak diperoleh, melainkan diberikan secara “cuma-cuma”, dan memanggil kita untuk memberikan kerahiman yang sama kepada orang lain; firmanNya: “…Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni,” Bukankah Tuhan Yesus sejak semula sudah mengajarkan kita untuk memohon dan memiliki habitus “kerahimanNya” dalam doa Bapa kami yang diajarkan kepada kita para muridNya? “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami!” Tuhan berbelaskasih kepada kita karena kita memintanya, maka kita pun harus berbelaskasihan kepada orang yang memohon ampunan kepada kita.
Saudara-saudari terkasih,
Pada hari Minggu Paskah kedua, dan merupakan Minggu dalam Oktaf Paskah, gereja menetapkannya sebagai hari “Kerahiman Ilahi”. Gereja mau menyatakan keyakinannya bahwa Allah yang disebut Bapa oleh Tuhan Yesus adalah Allah yang mengasihi anak-anakNya dan tidak menghendaki “seorang pun dari anak-anak ini hilang”, melainkan supaya Aku menyelamatkanNya, firman Tuhan. Pada hari ini, kita diingatkan kembali akan keyakinan kita bahwa kita SEHARUSNYA bangga memiliki Allah seperti Yesus, yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawaNya untuk tebusan banyak orang. Dalam diri Yesus Bapa di dalam sorga menyatakan KEBAIKAN hatiNya dan berkata kepada setiap kita yang telah jatuh ke dalam dosa, firmanNya: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang!” (Yohanes 8:11b) Inilah kabar sukacita dan rahmat luar biasa dari Tuhan Yesus: Ia mengasihi kita justeru ketika kita masih berdosa.
REFLEKSI:
Apakah aku mendengarkan: Tuhan menghendaki aku diselamatkan karena kasihNya?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih atas kerahimanMu dalam Yesus Kristus PuteraMu yang datang untuk menyelamatkan kami orang berdosa ini. Bantulah kami menyesal dan bertobat dari dosa-dosa kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.