Bacaan Hari ini:
Kis.4:23-31
Mzm.2:1-3,4-6,7-9
Yoh.3:1-8
“Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”
Yohanes 3:5-6
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sedang terjadi dan dialami oleh Nikodemus sendiri. Tuhan sedang menyadarkan akan apa yang diyakininya sebagai tokoh umat Yahudi dan seorang Farisi. Sebagai seorang Farisi Nikodemus sangat yakin akan keselamatan kekal berdasarkan kelahirannya sebagai manusia dalam garis keturunan Abraham dan ketaatannya yabng ketat terhadap hukum Yahudi, terutama hari Sabat. Seperti rasul Paulus yang dulunya juga seorang Farisi, Nikodemus akan keselamatan jasmaninya (Filipi 3:1-8). Tuhan Yesus mengatakan kepadanya: untuk menjadi bagian dari Kerajaan Allah, seseorang harus dilahirkan kembali; dengan kata lain: kelahiran kembali secara rohani datang dari “atas” sebagai “syarat ilahi” untuk keselamatan, bukan karena keturunan secara jasmani dan ketaatan kepada Hukum.
Saudara-saudari terkasih,
Sekalipun Nikodemus beritikad baik untuk menemui Yesus dan menyatakan keyakinannya bahw Yesus adalah seorang guru yang diutus Allah, namun dia masih tetap seorang “guru bangsa Yahudi” yang merasa diri “terberkati” karena secara daging dan jasmani adalah keturunan Abraham, dan bahwa ia berpegang teguh pada Hukum Taurat dan mengusahakannya untuk melaksanakannya dengan ketaatan total dan tak terbantahkan. Seperti orang-orang Farisi lainnya, ia juga menghormati “kekudusan” hari Sabat. Orang Farisi tidak suka kalau Yesus mengadakan tanda atau mujizat pada hari Sabat (Yohanes 8:33 dan 9:16). Ketika Tuhan Yesus berkata bahwa seorang harus dilahirkan kembali, yang dimaksudkan adalah: ada perbeaan dengan “kelahiran dalam daging” dan “kelahiran ilahi” oleh Roh. Kemudian santo Paulus mengatakan bahwa ada dua jenis umat: ada yang hidupnya dikendalikan oleh sifat manusiawi yang kedagingan dan ada yang hidupnya dikendalikan oleh Roh Kudus (Roma 8:5 dan Galatia 5:17). Dengan berkata seperti itu, Tuha Yesus mau menekankan kepada Nikodemus perlunya kelahiran baru yang Ilahi. Ia memerlukan pengalaman spiritual yang seperti angin, memiliki efek yang nyata, meskipun tidak dapat dijelaskan.
Saudara-saudari terkasih,
Inilah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus tentang “dilahirkan kembali” dalam air dan Roh: dilahirkan kembali adalah transformasi spiritual dari kehidupan yang didasarkan pada nafsu dab dorongan daging yang berdosa, menjadi kehidupan yang dikendalikan oleh Roh Kudus. Tujuan apa yang mau dicapai Tuhan Yesus ketika Beliau berkata kepada Nikodemus, bahwa dia harus dilahirkan kembali dalam air dan Roh? Nikodemus harus melepaskan “kenyamanan” semu yang dipegangnya teguh dengan menaati aturan-aturan Hukum Taurat yang rijit dan njlimet, dan meninggalkan “perasaan aman dan nyaman” karena mewarisi “garis keturunan” Abraham dan menganggap diri pasti diselamatkan. Inilah juga teguran yang nyata-nyata harus menjadi perhatian kita sebagai orang-orang Kristen dan katolik. Kita jangan merasa sudah “selamat” karena sudah percaya dan dibaptis, tetapi hidup kita masih mencari dan memuaskan hawa nafsu, bukan mencari kehendak Allah dan hidup oleh bimbingan Roh Kudus. Oleh baptis kita sudah dilahirkan sebagai anak-anak Allah, tapi kita harus berusaha untuk setia kepada dididikan Allah dengan mendengarkan kehendak Allah dalam firman Tuhan Yesus.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah berusaha hidup berkenan kepada Allah dan taat pada firman Yesus?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih karena sudah mengingatkan kami untuk meninggalkan hidup penuh nafsu dan kedagingan dan menggantinya dengan hidup taat pada firman Yesus dalam kekudusan, Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.