Bacaan Hari ini:
Kis.28:16-20.30-31
Mzm.11:4.5.7
Yoh.21:20-25
“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”
Yohanes 21:25
Saudara-saudari terkasih,
Yohanes merupakan satu-satunya rasul Tuhan Yesus yang wafat tidak sebagai martir, melainkan sebagai pembawa berita dan tulisannya – entah dia atau muridnya – ia merefleksikan tentang Allah yang hidup. Gambaran “bersandar pada dada Yesus” mau menggambarkan kedekatannya dengan Yesus, dari sana mengalir anugerah-anugerah ilahi baginya, seperti ranting yang menempel pada pokok anggur. Hanya Yohaneslah yang menuliskan gambaran Ranting dan Pokoknya dalam Injilnya (Yohanes 15:1-8). Kedekatan dan intimitasnya dengan Yesus mau mengatakan bahwa sumber pewartaannya adalah dari Yesus sendiri sang Pokok Anggur sejati. Pada Antifon Pembukaan Pesta Rasul Yohanes 27 Desember kita daraskan bunyinya: “Ia telah minum air kehidupan dari aliran-aliran dada Yesus.”
Saudara-saudari terkasih,
Pada hari ke Sembilan novena mohon kedatangan Roh Kudus pada hari ini, saya memberi judul renungan kita hari ini “TIDAK SEMUA DAPAT DITULISKAN TENTANG YESUS” Murid yang dikasihi Tuhan Yesus ini sudah berusaha untuk mewartakan Yesus sebagai Firman Allah dalam persekutuannya yang sangat mendalam dengan Yesus. Ia menyadari bahwa hanya dengan bersatu dengan Yesus orang mengenal Yesus dengan lebih baik. Selama dia “tetap tinggal” dalam Yesus, hidup bersama Yesus, dia dapat menyatakan “kebenaran firman” yang dikatakan Yesus kepadanya. Namun waktu sangat singkat dan sempit, dan dia sudah berusaha keras memberikan kesaksian tentang Yesus, namun ia menyadari bahwa “…jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Yohanes atau murid yang dikasihi Yesus adalah seorang teolog, seorang yang hidup dalam doa dan kontemplasi yang mendalam dengan membina dan membangun hubungan yang intens dan mesra dengan Yesus. Hanya dengan kedekatan itu orang dapat mengenal Kasih Allah akan dunia ini. Maka kita mohon kehadiran Roh Kudus, agar Dia mau tinggal di dalam hati dan hidup kita, sehingga Roh Kudus itulah yang akan mengajar kita, sebab Dia tidak berkata-kata dari diriNya sendiri tapi dari Bapa dan Putera yang mengutusnya.
Saudara-saudari terkasih,
Dengan catatan akhir dari tulisan Injilnya yang kita renungkan pada hari ini, Yohanes mengingatkan kita bahwa gereja harus terus bertumbuh dan berkembang serta tidak henti-hentinya mengenal apa yang menjadi kehendak Allah. Hanya Allah yang dapat melakukan hal itu. Kita dituntut untuk “tinggal hidup” di dalam Yesus, seperti ranting pada pokok anggur; hanya dengan cara itu kita bisa beroleh anugerah-anugerah ilahi. Kita mohon kedatangan Roh Kudus, sebab Roh Kudus itulah – firman Tuhan Yesus – “…yang akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, …segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:13) Apa yang tidak dituliskan dalam tradisi tertulis, yaitu Alkitab, akan diajarkan oleh Roh Kebenaran melalui Kuasa Mengajar atau Magisterium Gereja dan refleksi para teolog oleh pimpinan Roh Kudus. Kita mohon Roh Kudus datang dan mengajar kita untuk lebih sungguh mengenal dan mencintai Yesus.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah bersekutu dengan Yesus dalam doa mohon bimbingan Roh Kudus?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Tuhan Yesus menghendaki kami untuk membangun hidup kudus dan bersekutu denganNya dan membiarkan diri kami dibimbing RohNya. Datanglah Roh Kudus dan baharuilah hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.