Bacaan Hari ini:
Kis.2:1-11
Mzm.104:1ab,24ac,29c-30,31,34
1Kor.12:3b-7,12-13
Yoh.20:19-23
“Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: Terimalah Roh Kudus….”
Yohanes 20:21-22
Saudara-saudari terkasih,
Selama Sembilan hari kita sudah berdoa dan mohon kedatangan Roh Kudus setelah pesta Tuhan Yesus diangkat ke sorga. Hari ini kita mengalami sukacita yang dialami oleh para rasul dan orang-orang yang percaya bersama dengan Bunda Yesus. Roh Kudus itu adalah Roh yang diutus oleh Tuhan Yesus sendiri. Ketika ia bangkit dari mati dan menemui para muridNya, ia sudah mengatakan: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: Terimalah Roh Kudus….” Jadi Roh Kudus diberikan kepada mereka untuk menandai “awalan” bahwa mereka sekarang diutus untuk meneruskan misi yang sudah diemban oleh Tuhan Yesus sendiri. Mereka diberi karunia Roh Kudus sehingga dapat berbicara dalam Bahasa-bahasa yang lain.
Saudara-saudari terkasih,
Perhatikan apa yang ditulis oleh Lukas ini: “Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata dalam Bahasa mereka sendiri.” (Kisah Para Rasul 2:6b) Inilah mujizat pertama setelah Roh Kudus turun atas para rasul. Petrus dan kawan-kawan bicara dalam Bahasa mereka sebagai orang Yahudi, tapi orang yang bukan Yahudi itu bisa menangkap dan mengerti perkataan mereka dalam Bahasa dari asal mereka. Orang Galilea bicara, tapi orang Partia, Media Elam mengerti; orang Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia paham; Orang Pontus dan Asia, orang Frigia dan Pamfilia serta orang Mesir dan Libia bisa menangkap; juga pendatang dari Roma, orang Kreta dan orang Arab pun mengerti perkataan para rasul itu. Teknologi penerjemahan Bahasa melalui alat canggih seperti yang ada di PBB atau di dalam pertemuan antar negara yang beda Bahasa belum ada seperti dewasa ini. Kejadian ini sungguh mencengangkan dan membuat heran. Namun lebih dari itu, inilah kuasa Allah yang memberikan “sukacita” kepada para rasul yang ditetapkannya untuk diutus kepada semua bangsa. Bukankah ini yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus? “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” dan kataNya lagi : “Kamu adalah saksi dari semuanya ini!” (Lukas 24:48)
Saudara-saudari terkasih,
Injil pada hari ini meminta kita untuk “menerima Roh Kudus” yang diutusNya. Firman ini: “Terimalah Roh Kudus!” harus kita sambut dengan penuh sukacita; namun sebuah catatan dan refleksi rohani yang dikatakan oleh santo Ireneus ini kiranya memberikan kita inspirasi. Ia menulis di akhir kotbahnya tentang Perutusan Roh Kudus, yang dapat kita baca dalam Ibadat Bacaan pada hari ini begini: Kita harus menerimaNya dan “uang” yang dipercayakan kepada kita, harus kita “usahakan” agar “berbuah” dan “berlipatganda” bagi Tuhan. Anugerah Roh Kudus yang diberikan dan dipercayakan kepada kita dalam pandangan Bapa Gereja ini seperti Talenta dan Mina yang dipercayakan kepada hamba-hambanya oleh tuannya. Tuan itu senang kepada hamba yang baik dan setia dan mau mengusahakan dan mengembangkannya. Tuhan mau kita ambil bagian dalam misiNya, pergi ke seluruh dunia dan melaksanakan perintahNya ini: “Jadikanlah semua bangsa muridKu!”
REFLEKSI:
Apakah aku siap diutus bersama Roh Kudus untuk bersaksi tentang kehendak Allah ini?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, trimakasih sudah mempercayai kami dan menganugerahkan Roh Kudus untuk tinggal dalam hati kami. Berilah kami kerendahan hati dan kesediaan untuk menjadi saksi Yesus agar semua orang diselamatkan. Sebab Dialah Tuhan kami. Amin.