Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

“INILAH ANAKMU” DAN “INILAH IBUMU” !!!

BC - 12346G | Monday, 25 May 2026

Bacaan Hari ini:
Kej 3:9-15,20
Kis.1:12-14
Mzm.87:1-2,2,3,5,6-7, R:3
Yoh.19:25-34
( Pw SP Maria Bunda Gereja )

“Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibunya: “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian katanya kepada murid-muridNya: “Inilah Ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. ”
Yohanes 19:26-27

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Adakah di antaramu masih mengingat pesan terakhir seseorang yang anda cintai sebelum beliau meninggal dunia? Atau pernahkah anda mendengar orang yang mengatakan orang berkata seperti ini: Pantas, kemarin waktu di ruang rawat inap ibu yang meninggal itu berpesan kepada anak sulungnya: “Kamu harus menjadi contoh untuk adik-adikmu. Ibu mengandalkanmu nak!” Ibu yang menderita sakit jantung kronis itu akhirnya wafat dan anak gadisnya selain terpukul, juga merenungkan “wejangan terakhir” ibunya itu. Hari ini, sebelum wafat di kayu salib, Tuhan Yesus justeru berkata kepada ibunya pernyataan yang “out of the box”; di saat kritisNya, Yesus justeru meninggalkan wasiat sambil memandang kepada muridNya, katanya: “Ibu, inilah anakmu!” dan kepada para muridNya: “Inilah Ibumu!”

Saudara-saudari terkasih,
Sabda Tuhan Yesus ini menjadi judul renungan kita pada hari ini. Kemarin kita baru saja mengakhiri masa Paskah dengan merayakan Hari Pentakosta, turunnya Roh Kudus dan sekaligus sebagai hari kelahiran Gereja, di mana Maria, ibu Yesus berada bersama para murid Tuhan Yesus. Gereja tanpa Maria mana mungkin, sebab yang mendirikan Gereja yaitu Yesus; Ia telah dikandung di dalam rahimnya. Ia menjadi anak Maria. Maria menjadi Ibu Yesus. Tuhan Yesus berkata kepada ibuNya: sekarang Ia akan menjadi ibu bagi para muridNya.  Mereka adalah anak-anak Maria juga, sebab mereka percaya kepada Yesus yang wafat bagi mereka sebagai Tuhan dan Juru Selamat.Kepada para muridNya Yesus menegaskan bahwa Maria bukan hanya Ibu bagiNya, tetapi Ibu mereka juga.  Inilah dasar alkitabiah yang harus disadari setiap pengikut Tuhan Yesus bahwa Tuhan Yesus menjadikan Maria sebagai Bunda Gereja. Gereja harus menghormati dan mencintainya. 

Saudara-saudari terkasih,
Yang pertama, Tuhan Yesus berfirman kepada ibuNya: “Ibu, inilah anakmu!” Di saat-saat yang menegangkan, saat PuteraNya meregang nyawa, Maria justeru mendapat tugas perutusan baru; ia harus bersedia menjadi “ibu” bagi para muridNya. Anak tunggalnya akan wafat, tapi ia mendapat lebih banyak anak lagi, yaitu mereka yang mengikuti dan percaya kepada Yesus. Ia harus menjadi ibu yang mendampingi mereka dan mendewasakan mereka seperti ia pernah melakukannya sejak Yesus diterima dalam rahimnya dan melahirkannya serta mengasuhnya. Menarik untuk diperhatikan, bahwa “tidak ada kata-kata” lagi dari mulut Maria. Bukankah ketika Allah memilihnya menjadi Bunda Yesus ia bertanya: “Bagaimana hal itu bisa terjadi, sebab aku belum bersuami?” Apakah suasananya tidak memungkinkan Maria bertanya pada Yesus? Saya kira tidak seperti itu; intuisiku mengatakan bahwa Maria sudah siap untuk apa pun yang akan terjadi. Ia siap jiwanya ditembus sebilah pedang: yaitu Anaknya wafat di salib; ia juga sudah siap akan apa yang menjadi kehendak Puteranya itu, yang dijawabnya dalam doa yang disimpan dalam hatinya: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kehendakMu!”  Para murid pun menerima Maria dalam rumahnya dan menghormatinya seperti Yesus melakukannya semasa hidupnya. Gereja tanpa Maria, apa itu mungkin?

Saudara-saudari terkasih,
Kata-kata terakhir Yesus ini dicatat oleh penginjil Yohanes, sebagai hasil refleksi teologis yang dipenuhi oleh cinta yang besar kepada Yesus; dan penghargaan yang tinggi dan mulia yang dilakukan seorang murid; dia sanggup menangkap dan menerjemahkan dengan sangat indah kehendak Guru yang mengasihinya. Baginya, Maria adalah sosok tak tergantikan dalam kehidupan dan perutusan Yesus; Maria juga menjadi sosok tak tergantikan yang mengasuh gereja Anaknya dengan teladan hidup dan terutama dengan imannya yang penuh penyerahan: tidak peduli apa yang akan terjadi ketika harus menaati kehendak Allah; ia juga wanita paling kudus yang siap menerima tugas perutusan dari sang Putera. Yesus tahu gereja juga butuh sentuhan seorang ibu yang peduli dan mengasihi anak-anak Allah yang dipercayakan kepadaNya. Mendengar firman pada hari ini, kita sepantasnya merasa bersyukur: karena Yesus melibatkan IbuNya bukan saja untuk melahirkanNya tetapi juga melahirkan dan memelihara anak-anak Allah dalam persekutuan gereja katolik yang kudus. Marilah kita menghormati Maria secara layak.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah mengasihi dan menghormati Maria sebagai Bunda Yesus dan gereja?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, pada hari ini Tuhan Yesus memberikan kami seorang ibu yang penuh iman, yang taat dan setia. Tanamkanlah dalam diri kami rasa hormat kepadanya dan memohon doanya agar kami setia pada PuteraNya Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.