Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

UPAH MENGIKUTI YESUS

BC - 12347G | Tuesday, 26 May 2026

Bacaan Hari ini:
1Ptr.1:10-16
Mzm.98:1.2-3ab.3c-4
Mrk.10:28-31
( Pw St. Filipus Neri, Im)

“Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!”  
Markus 10:28

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Ungkapan Petrus sebenarnya bukan sebuah pertanyaan, namun juga bukan sebuah pernyataan tanpa maksud. Tetapi Tuhan Yesus mengerti dan menemukan kegelisahan di hati seorang Petrus. Petrus dan kelompok dua belas yang mayoritas adalah nelayan dan orang-orang pinggiran seperti pemungut cukai, orang-orang dari desa Galilea. Petrus ingin tahu apakah keputusannya meninggalkan segala sesuatu dan menanggapi panggilan Yesus itu sudah tepat. Bukankah pada awalnya ketika Yesus memanggil mereka, mereka tidak punya pertanyaan. Penginjil Markus mencatat: Setelah mereka mendengar tawaran Yesus: “Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia!” Petrus dan kawan-kawannya segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia (Markus 1:17)

Saudara-saudari terkasih,
Apakah yang terjadi dengan Petrus yang “tiba-tiba” mengatakan isi hatinya:  “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!” Tuhan Yesus pernah mengatakan: Anak Manusia tidak mempunyai alas kepala untuk meletakkan kepalanya untuk bisa beristirahat. Bahkan Yesus yang memanggil mereka dan mengutus mereka ke kota dan desa untuk “tidak membawa apa-apa” selain bahwa mereka diberi kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit. Akan tetapi Tuhan Yesus memahami kegelisahan Petrus, lalu Ia memberi dia jawaban ini: “Aku berkata kepadamu,sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dank arena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat…disertai berbagai penganiayaan, dan zaman yang akan datang, ia akan menerima hidup yang kekal.”

Saudara-saudari terkasih,
Apakah jawaban Tuhan Yesus dianggap cukup oleh Petrus? Markus penginjil tidak memberikan catatan apa-apa. Markus yang menuliskan injilnya mengalir begitu saja dan mengungkapkan dalam Bahasa yang sangat sederhana, tidak membutuhkan upaya yang luar biasa unuk memahami pesan yang mau disampaikannya kepada para pendengarnya. Markus hanya ingin menyampaikan pesannya dengan lugas dan to the point. Petrus mempersoalkan “sebenarnya” upah apa yang semestinya dan layak ia terima setelah “meninggalkan segala sesuatu” dan mengikuti Yesus. Wajarkah pertanyaan ini? Sangat wajar. Ini juga menjadi pertanyaan “orang-orang dari bangsa lain”, yang menerima pewartaannya dan menanyakan “apa untungnya” menjadi pengikut Yesus. Mereka menjadi percaya kepada Yesus dan meninggalkan segala sesuatu yang relative sudah mapan dalam kehidupan mereka, lalu mengikuti Yesus. Apa yang akan mereka dapatkan dengan keputusan mereka itu.  Markus menjelaskan bahwa mereka yang kehilangan segala sesuatu karena Yesus dan InjilNya akan mendapatkan apa yang telah hilang itu “berlipat ganda” sebanyak seratus kali lipat. Namun catatan pentingnya adalah “sekalipun disertai berbagai penganiayaan, akan menerima hidup yang kekal.”

Saudara-saudari terkasih,
Markus mau mengatakan kepada mereka yang sudah percaya dan akan percaya kepada Yesus dan mengikuti Dia, bukanlah perkara yang mudah; mereka harus siap mengalami berbagai “penganiayaan”. Di kesempatan lain Tuhan Yesus mengatakan dengan cukup jelas bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku!” (Lukas 9:223) Markus tidak menguraikan  tentang hal mengikut Yesus  itu seperti Matius maupun Lukas. Markus menjabarkannya dengan rincian yang mudah dicerna: tinggalkan semuanya demi Yesus dan Injilnya, maka kamu akan menerima kembali seratus kali lipat dan kamu akan beroleh hidup yang kekal. Sedemikian sederhananya Markus sudah menjelaskan kepada para calon pengikut Yesus dan mereka yang percaya kepadaNya. Petrus dikedepankan oleh Markus sebagai sosok yang mewakili para pengikut Yesus untuk mendapatkan jawaban “apa upah mengikuti Yesus?” dan jawabannya: siap memikul salib dan menderita serta memperoleh “hidup kekal”.


REFLEKSI:
Apakah aku mau mengikuti Yesus sekalipun harus mengalami penderitaan dan salib?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, tambahkanlah iman kami kepada janji Tuhan Yesus yang akan memberikan kepada kami “hidup yang kekal” karena mengikuti Dia dan berpegang pada injilnya. Doa ini kami haturkan kepadaMu dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.