Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MEMINUM CAWAN

BC - 12348P | Wednesday, 27 May 2026

Bacaan Hari ini:
1Ptr.1:18-25
Mzm.147:12-13.14-15. 19-20
Mrk.10:32-45

“"Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima? "
Markus 10:38

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus 
Ketika dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengatakan apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Sabda Yesus: “Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah, dan dibunuh. Namun, sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata: “Guru, kami berharap Engkau mengabulkan permintaan kami.” Sabda Yesus: “Apa yang kamu kehendaki?” Kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di sebelah kanan-Mu, yang lain di sebelah kiri-Mu.” Sabda Yesus: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibabtis dengan babtisan yang harus Kuterima?” Jawab mereka: “Kami dapat.” Sabda Yesus: “Kamu memang akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibabtis dengan babtisan yang harus Kuterima, tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orag bagi siapa itu telah disediakan.”

Saudara-saudara terkasih 
Banyak orang sungguh tidak mengenal siapakah Yesus itu sebenarnya. Sebenarnya hal ini umum terjadi. Kita hanya mengenal salah satu sisi seseorang, yang barangkali bukan dirinya yang sejati. Inilah yang juga terjadi dengan Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus. Orang Israel pada zaman itu mengharapkan hadirnya Mesias, yaitu seseorang yang akan memimpin mereka untuk mengusir penjajah Romawi dari tanah Israel. Kedua murid itu juga menganggap Yesus adalah calon pemimpin bangsa Israel. Tidak mengherankan kalau mereka berharap bisa menjadi pejabat dalam pemerintahan Yesus di masa mendatang. Walaupun sudah beberapa waktu bersama Yesus kedua murid tersebut ternyata belum memahami siapakah Yesus itu. Mereka belum meresapkan ajaran Yesus yang disampaikan dalam kebersamaan mereka. Mereka hanya terkesima dengan berbagai mukjijat yang dibuat Yesus, tanpa pernah paham maksud tindakan Yesus tersebut. Mereka masih selayaknya orang Yahudi pada masa itu.

Saudara-saudara Terkasih
Yesus tidak mempermasalahkan pemahaman kedua murid-Nya itu terhadap diri-Nya. Yesus sungguh menyadari situasi orang Israel pada masa itu. Alih-alih menegur mereka, Yesus bahkan membuka siapakah diri-Nya yang sebenarnya. Sabda Yesus: ““Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah, dan dibunuh. Namun, sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Sabda Yesus ini sungguh membingungkan bagi para murid-Nya. Siapakah yang dimaksud dengan Anak Manusia? Mengapa Anak Manusia itu akan mengalami penderitaan yang sedemikian berat? Apa salahnya, apa masalahnya? Yesus tidak memperjelas sabda-Nya itu. Yesus bahkan melanjutkan dengan sebuah tantangan. Sabda Yesus: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibabtis dengan babtisan yang harus Kuterima? Bisa dibayangkan betapa semakin tidak pahamnya para murid akan sabda Yesus tersebut.

Saudara-saudara Terkasih
Bagaimana dengan kita para murid-Nya saat ini? Siapakah Yesus bagi kita? Apakah Yesus hanya kita pandang sebagai solusi  bagi penyelesaian masalah hidup kita? Kita berharap Yesus dengan kuasa-Nya akan mengangkat salib dari pundak kita atau memperingan salib hidup kita. Yesus tidak menjanjikan hal itu. Yesus hanya meminta kita meminum cawan yang diminum-Nya, yaitu salib kehidupan kita.  Yesus akan memanggul salib di samping kita, bersama dengan kita. Banyak umat Katolik yang kecewa dengan permintaan Yesus itu. Mereka tidak mau meminum cawan yang diminum Yesus.  Mereka berharap dengan mengikuti Yesus akan memperoleh kemudahan, kemuliaan, kenikmatan, kemakmuran duniawi. Mereka tidak berharap harus memanggul salib hidup mereka. Akhirnya, mereka meninggalkan gereja Katolik. Mereka beriman kepada ilah-ilah lain, kepada patung lembu emas yang mereka buat sendiri asal keinginannya akan harta duniawi terpenuhi. Jika demikian, Yesus tidak akan mengulurkan tangan lagi. Masih banyak umat beriman yang hendak ditemani Yesus dalam memanggul salibnya.


REFLEKSI
Siapakah Yesus yang kita kenal saat ini?  Apakah yang kita harapkan dari Yesus?

MARILAH KITA BERDOA
Ya Tuhan, betapa kami belum sungguh-sungguh mengenal Yesus. Kami masih mengharapkan Yesus sebagai pemimpin duniawi yang memenuhi kebutuhan duniawi kami. Padahal Yesus menawarkan ketenteraman surgawi yang lebih dari yang kami harapkan. Bukalah iman kami agar bersyukur atas Yesus yang membawa kami kepada surga. Semoga kami sungguh bersedia meminum cawan yang diminum Yesus. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.