Bacaan Hari ini:
1Prt.2:2-5. 9-12
Mzm.96:10.11-12.13
Mrk.11:11-26
“Pergilah. Imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Markus 10:52
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Ketika Yesus dan para murid-Nya keluar dari Yerikho banyak orang berbondong-bondong mengikuti-Nya, termasuk seorang pengemis buta bernama Bartimeus, anak Timeus yang duduk di pinggir jalan. Ketika mendengar bahwa yang lewat adalah Yesus orang Nazaret, Bartimeus berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya agar ia diam. Namun, ia semakin keras berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku !” Yesus meminta agar para murid memanggil pengemis itu. Kata mereka kepadanya: “Kuatkanlah hatimu. Berdirilah. Yesus memanggil engkau.” Bartimeus menanggalkan jubahnya. Ia berdiri dan menemui Yesus. Sabda Yesus: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Sabda Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga Bartimeus melihat. Ia kemudian mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Saudara-saudara terkasih
Dalam hidup sehari-hari kita bertemu dengan banyak orang. Ketika kita sendiri sedang memikirkan pekerjaan hari itu, sangat tidak mungkin memperhatikan satu per satu orang yang kebetulan kita temui di jalan, di angkutan umum, bahkan di kantor. Namun, di tengah keramaian itu bisa saja kita mengenali seorang anggota keluarga, teman dekat, tetangga samping rumah, dan tentu saja seorang selebritis yang sering muncul di media sosial. Bisa dikatakan, seratus perjumpaan seringkali tidak berarti apa-apa, karena tidak ada hubungan istimewa dengan orang-orang itu. Namun, kepada satu-dua orang yang istimewa kita akan memberikan perhatian khusus dengan menyapanya, bahkan menyingkirkan kepentingan kita yang lain agar bisa berhenti untuk duduk bercakap dengan orang itu. Dengan seseorang yang memiliki hubungan intim, seperti anak kandung, pacar, orang tua, bahkan kita bisa mendatanginya karena rasa kangen untuk bertemu dan sejenak mengisi waktu bersama. Fenomena ini yang terjadi dengan kebiasaan mudik ke kampung halaman pada waktu Lebaran. Jadi, kita tahu bahwa kita istimewa bagi seseorang kalau orang itu memberikan diri secara khusus kepada kita. Sebaliknya, seseorang itu istimewa bagi kita kalau kita memberikan diri secara khusus kepadanya. Pemberian diri itu tidak harus berupa uang dan harta benda, tetapi bisa juga dalam wujud sapaan, kunjungan, nasehat yang sehari-hari. Inilah sebenarnya makna terdalam hubungan seseorang dengan orang lain, yaitu pemberian diri secara khusus.
Saudara-saudara Terkasih
Di dalam perikop dari Injil Markus yang kita baca hari ini, kita melihat betapa istimewanya Yesus bagi seorang Bartimeus. Walaupun di tengah kerumunan banyak orang, Bartimeus yang buta dan duduk di pinggir jalan itu begitu bersemangat ketika mendengar dari orang-orang di sekitarnya, bahwa yang lewat di depannya adalah Yesus orang Nazaret. Walaupun buta, Bartimeus sudah mendengar berbagai mukjijat yang dilakukan Yesus. Bartimeus ingin agar Yesus pun menyembuhkan kebutaannya. Bagi Bartimeus, Yesus adalah pribadi yang istimewa, karena menjadi tumpuan harapannya untuk bisa melihat. Walaupun matanya buta, sehingga tidak bisa mengikuti perjalanan Yesus, tetapi iman Bartimeus tidak buta. Selayaknya bertemu dengan seseorang yang begitu kita dambakan untuk bertemu, Bartimeus segera berdiri dan berteriak: “Yesus, Anak Daud !” Mengapa Bartimeus harus berteriak? Karena banyak orang di dekat Yesus. Ketika orang-orang terganggu dan meminta diam, Bartimeus malah semakin keras berseru: “Kasihanilah aku!” Bartimeus tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kesembuhan dari Yesus.
Saudara-saudara Terkasih
Yesus pernah bersabda: “Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” Inilah yang dilakukan Bartimeus. Walaupun di tengah keramaian, Yesus bisa mengenali suara Bartimeus itu. Bukan karena volume suara keras, atau Yesus mengenali yang berbicara itu, tetapi karena Yesus mendengar ada harapan yang dilandasi iman di dalam suara itu. Sabda Yesus kepada Bartimeus: “Apa yang kau kehendaki?” Pintu sudah dibukakan bagi Bartimeus. Bukan hanya karena kemudian menyapanya, tetapi bahkan Yesus memberikan diri-Nya bagi Bartimeus. Sabda Yesus: “Melihatlah. Imanmu telah menyelamatkanmu.” Yesus istimewa bagi Bartimeus karena menjadi harapan bagi kesembuhannya. Bartimeus istimewa bagi Yesus karena imannya yang besar. Pintu yang kita ketuk berkali-kali itu akan dibukakan Yesus, kalau dilandasi iman bahwa Yesus akan membukakannya. Menyebut nama Yesus dengan berteriak-teriak keras dan berkali-kali hanya sekedar menjadi suara dari mulut saja, bukan karena iman.
REFLEKSI
Apakah kita mengenal Yesus ketika Ia melewati hidup kita?
Seberapa kuat iman kita akan tindakan Yesus bagi hidup kita?
MARILAH KITA BERDOA
Ya Tuhan, Engkau tahu betapa kami sangat menantikan pertolongan Yesus. Namun, ragawi kami memiliki banyak kelemahan untuk menolong diri kami sendiri. Yesuslah pertolongan yang kami nantikan. Lembutkanlah iman kami agar kami segera mengenali Yesus ketika melewati hidup kami. Teguhkanlah iman kami agar kami berani meminta pertolongan Yesus. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.