YESUS ADALAH ANAK ALLAH
BC - 12384G
| Thursday, 02 July 2026
Bacaan Hari ini:
Am..7:10-17
Mzm.19:8.9.10.11
Mat.9:1-8
“Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu - : “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu .”
Matius 9:6-7
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Dari Gadara, tempat Yesus mendapat pengakuan dari para setan, bahwa Ia adalah Anak Allah, ia menyeberang dengan perahu ke kotanya sendiri yaitu Nazaret, sebab orang-orang Gadara ketakutan akan kejadian yang mereka alami sehubungan dengan dua orang yang kerasukan setan dan disembuhkan oleh Yesus. Di kota asalnya itu orang membawa seorang yang menderita sakit lumpuh. Lalu Yesus berkata kepada orang yang lumpuh itu: “Percayalah hai AnakKu, dosamu sudah diampuni!” Beberapa ahli Taurat berkata dalam hatinya: “Ia menghujat Allah!” sebab hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan Anak Manusia yang berkuasa mengampuni dosa. KataNya kepada mereka: “Manakah lebih mudah mengatakan: Dosamu sudah diampuni atau mengatakan : Bangunlah dan berjalanlah!” Apakah jawaban mereka?.
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus sedang mendidik mereka dan semua orang yang ada di situ. Betul yang bisa mengampuni dosa adalah Allah, dan Ia memang Anak Allah. Tetapi siapa yang dapat membantah firman ini: “Bangunlah dan berjalanlah!”, hanya Allah yang berkuasa melakukannya. Maka Yesus membenarkan yang pertama, bahw Ia berkuasa mengampuni dosa dengan menggenapkannya dengan firmanNya yang berkuasa: “Bangunlah dan berjalanlah!” Apa yang terjadi? Maka bangunlah orang ini dan berjalan pulang ke rumahnya. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah, yang telah memberikan kuasa sedemikian kepada manusia. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, hidup di antara mereka, tetapi mereka menyaksikan apa yang tidak dapat dilakukan manusia umumnya, hal itu sudah dikerjakan oleh Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Pewartaan Gereja beberapa hari terakhir ini menampilkan sosok Yesus sebagai Anak Allah yang berkuasa. Hari ini Ia memberikan “pendidikan” tentang kebenaran tentang siapa diriNya yang sesungguhnya. Ia adalah Anak Allah, yang tidak hanya ditaati oleh angin dan badai, disegani dan ditakuti oleh setan-setan, tetapi Ia adalah Anak Allah yang berkuasa mengampuni dosa orang. Orang yang lumpuh – selayaknya orang umumnya – ia mempunyai dosa; pemikiran pada waktu itu orang yang menderita sakit seringkali dikait-kaitkan dengan perbuatan-perbuatan dosa mereka di masa lalu. Maka Tuhan Yesus ingin menyembuhkan terlebih dahulu cacat rohani-nya agar orang ini menjadi berkenan di hadapan Allah. Setelah itu, ia boleh menerima anugerah kuasa dan kerahiman Ilahi, yang datang dari Firman Yesus, yang berkuasa menyembuhkan kelemahan fisik-nya juga. Lebih daripada itu, para pendengarnya sedang dibukakan hati dan pikiran mereka tentang jati diri Yesus yang sesungguhnya: Ia adalah Allah yang berkuasa mengampuni dosa; Dia adalah Anak Manusia yang turun ke dunia dan sanggup memulihkan “kelumpuhan” seseorang yang dibawa kepadaNya. Inilah kebenaran yang harus didengarkan oleh semua orang yang ada di situ, bukan hanya oleh beberapa ahli Taurat yang meragukan dalam hati mereka kalau Yesus sudah menghujat Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Apa yang dapat kita petik dari pewartaan Gereja hari ini? Hari ini saya ingin menarik perhatianmu akan misteri yang diungkap melalui penerimaan sakraman pengurapan orang sakit. Gereja menyediakan berkat bagi mereka yang sudah lanjut usia atau mereka sedang menderita sakit. Dalam sakramen ini umat yang dilayani oleh imam biasanya disarankan untuk mengakukan dosa-dosanya dan menerima minyak pengurapan orang sakit. Orang yang sudah lanjut usia atau yang sedang menderita itu disucikan dari cacat rohani-nya dan didoakan agar disehatkan raganya. Biasanya mereka juga menerima tubuh Tuhan dalam rupa roti yang disebut viaticum (baca: fiatikum) atau bekal rohani bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Kita juga dapat temukan dan mengalami dalam iman peristiwa kuasa Yesus dalam perayaan Ekaristi, di mana kita mendengarkan Firman Yesus dan menerima Tubuh dan Darahnya. Kita berdoa : Ya Tuhan, saya tidak pantas, Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dalam setiap sakramen gereja kita mengalami kuasa dan kerahiman Allah dalam Yesus melalui gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah mengakukan dosaku dan percaya Yesus dapat menyembuhkan aku?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, tambahkanlah iman kami dan jangan kami ragu akan Yesus PuteraMu yang menghendaki kami bahagia, sejahtera dan menjadi berkat. Ampunilah dosa kami dan sembuhkanlah kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantar kami. Amin.