Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

APAKAH PERCAYA ITU BUTUH BUKTI ???

BC - 12385G | Friday, 03 July 2026

Bacaan Hari ini:
Ef.2:19-22
Mzm.117:1,2
Yoh. 20:24-29

“Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Yohanes 20:25b

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Perikop Injil Yohanes 20:24-29 ini sudah sedemikian akrab di telingaku; bahkan aku bisa menjelaskan urutan-urutannya dengan baik. Tetapi hari ini ketika membaca dan merenungkannya kembali, timbul sebuah pertanyan dalam hatiku, begini: Koq Tomas bisa tahu ada bekas paku dan bekas luka pada lambung pada tubuh Yesus. Di manakah Tomas pada saat Yesus disalibkan? Sebab tidak seorang penginjil pun yang menjelaskan kalau para murid Yesus ada yang mengikuti perjalanan jalan salib Yesus kecuali murid yang dikasihi Yesus. Yudas menyerahkan Yesus kepada para pemuka agama Yahudi dan menjualnya dengan harga 30 keping perak. Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Tapi di manakah Tomas? Koq bisa tahu detail luka-luka Yesus?

Saudara-saudari terkasih,
Tomas, yang disebut Didimus ini, sekali-kali tidak akan percaya kalau tidak membuktikan terlebih dahulu. Dia tidak hanya mau melihat Yesus, tetapi juga mau memastikan bahwa Yesus yang mereka ceritakan kepadanya itu memiliki ciri-ciri ini : tangannya ditembusi paku dan lambungnya ditembusi tombak. Pertanyaannya sekarang bukan lagi “tanda-tanda kematian” Yesus, melainkan ia mau mendapatkan bukti dan kepastian bahwa Yesus yang diceritakan kepadanya “sudah bangkit” adalah Dia yang sama persis dengan Yang disalibkan. Dengan bukti yang dipikirkannya itu Tomas baru mau mendengarkan kesaksian teman-temannya; apakah ia akan percaya? Itu soal lain lagi. Setelah akhirnya ketika mereka sedang berkumpul kembali, Tuhan Yesus menampakkan kepada mereka dan Ia menyapa Tomas secata khusus: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambungKu, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!”

Saudara-saudari terkasih,
Apa yang terjadi seminggu sebelumnya, tentang keinginan Tomas ingin melihat Yesus itu, ternyata diketahui oleh Yesus, sebab Dia adalah Anak Allah Yang Mahatahu. Ia juga tahu bahwa seorang muridNya ini memiliki watak yang keras dan tidak gampang dibuat percaya. Karena Yesus tahu, maka Ia menyapa penuh kasih Tomas dan memberikan semua yang menjadi keinginan Tomas dan membuat dia mau percaya kepada kesaksian teman-temannya dan percaya kepada Dia yang bangkit. Dan inilah yang dikatakan Yesus kepada Tomas: “…jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Tuhan Yesus sudah menganugerahkan kepada Tomas keinginan hatinya dan ia segera menyatakan imannya katanya: “Ya Tuhanku dan Allahku!’ Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!” Tuhan Yesus bukan saja sedang berkata kepada para muridNya dan Tomas yang ada di tempat Ia menyatakan diriNya, tetapi kepada semua orang, yang kemudian hari akan percaya kepada Dia yang sudah wafat dan bangkit kembali pada hari ketiga, berkat kesaksisan mereka yang telah melihat Yesus yang bangkit dan menampakkan diriNya. Dan orang-orang yang percaya berkat kesaksian para rasul Yesus ini disebut “orang yang berbahagia”; dan saya dan saudara adalah orang-orang yang terberkati itu.

Saudara-saudari terkasih,
Mempercayai sesuatu itu bukanlah perkara yang mudah; bahkan sejak usia dini kita sudah dinasehati orang kita untuk “tidak gampang percaya” kepada seseorang yang tidak kita kenal. Kita perlu berhati-hati supaya tidak ditipu atau dibohongi. Kalau tidak ada bukti bagaimana bisa dipercaya. Dalam pengadilan juga diperlukan bukti-bukti yang sah dan bisa diterima sehingga hakim bisa memutuskan sebuah perkara dengan benar. Pola pikir seperti itu memang tidak salah. Tomas rasul yang mendampingi Yesus hampir tiga tahun lamanya dalam perjalanan perutusanNya saja, tidak mau percaya kalau Yesus sudah bangkit tanpa ada bukti nyata. Tuhan Yesus tahu kegalauan hati Tomas, lalu Ia mendatangi dan menyatakan diriNya kepada Tomas. Bukti itu membungkam mulut Tomas yang meracau dan tidak mau percaya mendengar kesaksian teman-temannya. Apakah kita mau bertindak seperti Tomas. Iman kita bukan karena melihat tapi karena kesaksian mereka yang telah melihat dan berjumpa dengan Yesus. Dan kita disebut orang yang berbahgia.


REFLEKSI:
Apakah aku bahagia karena percaya kepada Yesus sekalipun tidak melihat Dia?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih karena telah menganugerahi kami iman akan PuteraMu Yesus yang sudah bangkit. Meskipun tidak melihat tetapi kami percaya pada kesaksian gereja kudus. Kuatkanlah iman kami kepada Yesus Tuhan kami. Amin.