Bacaan Hari ini:
Matius 10:32-33
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia. Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.”
Matius 10:32-33
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Ketika bertugas di paroki Sidikalang Sumatera Utara, saya baru tahu kalau setiap orang Batak itu memiliki “marga” yang tertentu dan berbeda-beda menurut garis laki-laki. Ada orang Batak Toba, ada orang Batak Karo, ada orang Batak Simalungun dan ada orang Batak Pak-pak. Baik anak lelaki maupun anak perempuan diberi tambahan “marga” di belakang nama mereka. Kalau orang Batak akan saling berkenalan, maka mereka akan bertanya: Siapakah marganya? Bukan siapa namanya? Ise do marga-mu? Bukan, Ise do goar-mu. Sebagai pendatang dari NTT, hal ini menjadi pengetahuan baru. Hal yang menarik untuk saya, bahwa mereka sangat bangga akan status mereka sebagai orang Batak dengan marga tertentu itu. Mereka akan menjawab: Marga saya Situmorang atau Silalahi atau Sigalingging dan sebagainya. Dan mereka sering berkumpul menurut marga mereka tersebut; di mana pun dan kapan pun. Mereka diterima karena “marga”-nya itu.
Saudara-saudari terkasih,
Saya mencoba memahami cara berpikir orang Batak ini dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada hari ini. “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia. Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.”
Saya orang Katolik atau saya orang Kristen; Tuhan Yesus adalah Juruselamatku. Kita dikenali orang karena identitas kekristenan kita: bisa melalui nama baptis yang kita sandang, bisa melalui keterangan yang tertulis dalam KTP kita: Agama Katolik atau agama Kristen. Apa itu cukup? Ya, tetapi itu sangat minimalis. Kita tidak cukup sudah dibaptis,melainkan kita harus memberikan kesaksian hidup yang benar sebagai orang katolik: mendengarkan firman Tuhan Yesus dan menghidupinya juga.
Saudara-saudari terkasih,
Firman Tuhan hari ini merupakan himbauan dan pesan yang penting untuk diperhatikan oleh umat perdana pada masa permulaan berkembangnya ajaran baru Tuhan Yesus: bahwa orang harus mengakui bahwa Yesus yang telah mereka salibkan itu, Ia sudah bangkit dan Ia telah diangkat ke sorga dengan jiwa dan raganya. Bahwa mereka harus bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa. Bahwa Yesus itu adalah Juruselamat dunia, sebab Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa-dosa manusia; Ia akan membangkitkan mereka yang percaya kepadaNya dan bahwa mereka akan memperoleh hidup yang kekal dalam namaNya. Dalam Kisah Para Rasul kita bisa menemukan catatan sejarah bagaiman para rasul dan pengikut Yesus bersaksi tentang Tuhan Yesus yang sudah bangkit dari wafat setelah Ia disalibkan. Santo Stefanus, murid dan daikon serta martir pertama dengan sangat berani, sangat bersemangat dan sangat gigih memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai Tuhan yang telah bangkit. Para pemuka agama Yahudi menolak kesaksiannya dan mereka menganggap Stefanus telah menodai kemurnian agama Yahweh, lalu mereka melaksanakan perintah Hukum Taurat dan mereka merajam Stefanus dengan melemparinya dengan batu. Ia pun wafat kerena imannya kepada Tuhan Yesus. Selanjutnya ada sejumlah martir yang mengikuti jejak Stefanus.
Saudara-saudari terkasih,
Bukan hanya Stefanus, tetapi juga rasul-rasul lain seperti Petrus dan Paulus; mereka ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi mereka memilih setia kepada imannya. Mereka yakin betul akan firman Tuhan Yesus yang akan mengakui mereka di depan BapaNya yang di sorga. Perjalanan sejarah mencatat, banyak saksi iman yang wafat dan berguguran dari tahun ke tahun dan dari abad ke abad karena membela iman mereka akan Yesus yang diimaninya sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Apakah firman ini masih juga berlaku untuk kita? Jawabnya: YA! Kita sudah dibaptis maka kita harus hidup sebagai anak-anak Allah; kita sudah menerima Krisma atau sakramen Penguatan, oleh Roh Kudus yang dicurahkan dalam hati kita, kita juga harus memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus. Caranya? Hiduplah sesuai kehendak Tuhan; lakukan kebaikan dan jauhi kejahatan; kasihilah sesamamu, juga orang yang memusuhimu, doakan mereka seperti teladan Tuhan Yesus sendiri. Dan bersaksilah: Yesus Kristus adalah Tuhanku.
REFLEKSI:
Apakah aku siap bersaksi tanpa malu dan berani bersaksi akan imanku kepada Yesus?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Tuhan Yesus telah memberikan kepastian bahwa kami akan dibelaNya di hadapanMu, kalau kami tidak malu bersaksi tentang Dia di muka manusia. Tambahkanlah iman kami dan kuatkanlah kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin