Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

ANUGERAH DARI TUHAN

BC - 12394G | Sunday, 12 July 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.55:10-11
MZM 65:10abcd,10e-11,12-13,14
RM.818-23
Mat.13:1-23\ (Mat.13:1-9)

“KataNya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Dan sebagian jatuh  di tanah yang baik, lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Matius 13:3b & 8

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Selamat merayakan hari Minggu Biasa yang ke 15. Kita akan mendengarkan perumpamaan tentang “seorang penabur” dalam perayaan Ekaristi hari ini. Perumpamaan ini – saya kira – sudah sering kita dengar dan sudah familiar untuk telinga kita. Menarik untuk diperhatikan bahwa penabur yang dikatakan oleh Tuhan Yesus itu bukan menabur benih itu di sawah atau di ladang. Ia keluar dari kediamannya lalu mulai menabur begitu saja. Jadi di jalan yang dilewatinya benih-benih itu jatuh: ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ada yang jatuh di tengah semak berduri tetapi juga ada yang jatuh di tanah yang baik dan subur. Lalu penulis Injil memberi keterangan bahwa hanya benih yang jatuh di tanah yang baik sajalah yang tumbuh baik dan akhirnya menghasilkan buah berlipat ganda.

Saudara-saudari terkasih,
Penabur adalah utusan Allah; Dialah Yesus yang berfirman kepada mereka yang mendengarkan Dia. Menarik untuk diperhatikan bahwa “keadaan batiniah” para penerima firman Tuhan itu berbeda-beda. Mereka diibaratkan dengan tanah yang ada di pinggir jalan, terbuka dan landau-landai saja, lalu firman itu diambil oleh burung-burung; mereka juga diibaratkan dengan tanah berbatu dengan tanah yang tipis; firman itu tumbuh tapi segera layu karena akarnya tidak tertancap kuat; mereka diibaratkan dengan tanah bersemak duri; firman itu tumbuh tapi terhambar dan terhimpit lalu mati. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik, adalah mereka yang memiliki disposisi batin atau kesiapan hati yang baik untuk menyambut firman dan tumbuh serta menghasilkan buah banyak.

Saudara-saudari terkasih,
Saya ingin mengajak anda untuk masuk dalam suasana Perayaan Ekaristi yang dirayakan pada hari ini. Anda ke gereja; apakah sudah cukup persiapan? Dalam perayaan Ekaristi, kita mengenal yang disebut ritus Liturgi Sabda: kita akan mendengarkan bacaan pertama, kedua dan bacaan Injil, betul? Apakah kita sudah memasang telinga dan menyimak bacaan yang dibacakan oleh Lektor atau Injil yang dibacakan oleh imam? Hanya anda yang bisa menjawab pertanyaan ini. Lalu imam atau pastor menjelaskan firman itu dalam homily atau kotbah. Apakah saudara mendengarkan homily tersebut dengan sangat perhatian dan memasukkannya dalam hatimu? Saya sangat sedih, bahwa ada orang yang tidak memperhatikan homily imam, dan sibuk berkotbah dengan temannya yang duduk dekatnya. Ketika perayaan Ekaristi Pentakosta yang lalu, saya mengikuti misa; pada perayaan Hari Raya Pentakosta yang agung itu, apa yang saya kuatirkan: aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, ada beberapa orang yang duduk berdekatan denganku tidak memperhatikan homily pastor, tetapi sibuk bicara tentang sesuatu hal, yang menurut hematku bisa ditunda dibicarakan setelah misa; namun keadaan itu juga mengganggu konsentrasiku mendengarkan homily imam. Tetapi aku diam dan berusaha fokus kembali. Pertanyaannya: kalau perhatian, pikiran dan hati tidak terarah untuk mendengarkan firman Tuhan, lalu apa yang bisa diserap oleh hati?

Saudara-saudari terkasih,
Menarik untuk saya katakan kepadamu hal ini: Bukankah sebelum Injil dibacakan kita mengucapkan “terpujilah Kristus!” sembari membuat tandasalib-tandasalib kecil, pada dahi, pada bibir dan pada dada kita? Tahukah kamu maknanya? Saya hanya mengingatkan saja untuk yang belum tahu: tanda salib kecil pada dahi mengajak kita untuk berkata: Tuhan bukalah pikiranku untuk mengerti firmanMu; tanda salib kecil pada bibir mengajak kita untuk berkata: Tuhan bukalah mulutku untuk sanggup mewartakan firmanMu; dan tanda salib kecil pada dada mau berkata: Tuhan bukalah hatiku agar aku menyimpan firmanMu dalam hatiku. Sudahkah kamu mengerti sekarang? Bukankah itu menunjukkan “kesiapan dan disposisi” rohani dan beriman bahwa kita dalam keadaan siap untuk menerima firman Tuhan yang ditaburkan melalui pewartaan alikitab dan khususnya injil? Marilah kita menyiapkan hati kita untuk menerima anugerah Tuhan melalui firmanNya agar hidup kita diberkati dan menghasilkan banyak buah.


REFLEKSI:                                                                                                                                                                                                                                   Apakah aku sudah memberikan pikiran, bibir dan hatiku untuk menyambut firman Tuhan?


 MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, jagalah hati kami agar tidak dibutakan oleh hal-hal yang menjauhkan kami dari firman Yesus. Berilah kami hati seorang murid yang siap Kaudidik dan menjadi pribadi yang setia pada kehendakMu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.