Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

IKUT YESUS, BUTUH PERJUANGAN

BC - 12395G | Monday, 13 July 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.1:11-17
 Mzm 50:9.16bc-17.21.23
Mat.10:34-11-1

“Jangan kamu menyangka,,bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi;  Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” 
Matius 10:34

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Perikop Injil hari ini diambil dari Injil Matius 10:34-11:1. Tapi ketika membacanya saya tertarik dan terpaku pada satu kata ini: “PEDANG”. Ijinkan saya mengungkapkan isi hatiku kepadamu: ketika mendengar kata “pedang”, saya teringat pada kata-kata Simeon kepada ibu Maria yang mengandung Yesus, katanya: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”  Pedang yang menembus jiwa Maria adalah “wafat” anaknya di depannya, di atas kayu salib. Ia merasakan sakit bersalin untuk kedua kalinya, karena ia taat mengikuti Anaknya hingga akhir. Ia dtinggalkan oleh pengikut Yesus, tapi ia tetap setia sampai akhir. Kasih ibu tak pernah sirna.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus mengucapkan kata “pedang” hari ini untuk menyatakan bahwa siapa pun yang mengikuti Yesus harus meneladan jalan ketaatan seperti ibuNya Maria; setia tanpa banyak bertanya; taat seperti mayat : Oebidientia Sicut Cadaver (baca: obidiensia sikut kadaver) Firmannya “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,dan musuh orang adalah orang-orang seisi rumahnya. Hal ini yang mau digambarkan oleh katekese atau pengajaran iman kepada umat “baru” yang bergabung dalam kelompok gereja perdana pada masa awal berkembangnya umat Allah atau gereja. Mau mengikut Yesus, tidak mudah; butuh effort dan butuh perjuanga serta sikap yang tegas; pilih ikut Yesus atau meninggalkan Yesus. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para simpatisan dan orang yang mulai tertarik pada Yesus menghadapi hambatan dan penolakan dari lingkungan terdekatnya, kerabatnya dan keluarganya. Mereka harus membuat keputusan tegas.

Saudara-saudari terkasih,
Ingatkah kita pada lagu rohani ini “Mengikut Yesus Keputusanku…kutak ingkar, Kutak ingkar!” Sungguh menjadi pengikut Tuhan Yesus memerlukan keberanian untuk memilih dan memutuskan. Untuk orang katolik yang sudah dibaptis sejak balita atau masih bayi, tantangan ini tidak dirasakan, sebab mereka menjadi katolik karena orang tuanya sudah menjadi katolik terlebih dahulu. Setiap malam Paskah, di gereja-gereja katolik biasanya ada baptisan “dewasa”, yaitu pembaptisan bagi beberapa orang yang ingin bergabung dengan gereja katolik setelah mereka dipersiapkan dengan katekese yang panjang, kurang lebih satu tahun. Setelah mereka teruji dan dianggap dewasa dalam pertumbuhan iman, mereka dibaptis dalam gereja katolik. Malam Paskah menjadi situasi yang penting dan istimewa, sebab mereka ikut bangkit bersama Kristus dan mereka diterima oleh gereja dan umat yang hadir pada hari tersebut. Tahukah kamu bahwa ada tantangan yang mereka hadapi sebelum mereka memutuskan untuk menjadi orang katolik? Mereka harus meninggalkan keyakinannya yang lama; mereka bahkan harus menerima konsekuensi dikucilkan dan ditolak oleh keluarga asalnya. Mereka sekarang mulai mengerti firman Tuhan Yesus yang lain: “Barangsiapa mengasihi bapa dan ibunya lebih daripadaKu, ia tidak layak bagiKu:” Mereka sudah menemukan harta yang terpendam dan mutiara yang indah, mereka siap meninggalkan semuanya karena ingin memiliki Yesus; atau lebih tepat agar dikasih Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Sejak masa awal gereja dan sampai sekarang, Tuhan Yesus sudah berfirman dan firmanNya itu benar: Ikut Yesus, butuh perjuangan. Bukan hanya perjuangan, melainkan juga komitmen; bukan hanya komitmen, melainkan juga kepastian hanya mengutamakan kepentingan Yesus dan bukan yang lainnya. Menjadi pengikut Yesus, menjadi orang katolik itu bukan perkara mudah. Atau apakah engkau berkata: menjadi orang katolik itu “kecil”, gampang! Yang penting ke gereja pada hari Minggu. megikuti Yesus itu bukan soal dibaptis atau memakai nama Kristen. Menajdi Katolik itu suatu usaha keras untuk setia pada Yesus, hidup lebih benar dari “orang-orang Farisi” atau orang lain. Kesimpulannya apa? Mengikuti Yesus berarti memikul salib, siap dihina, siap dibenci, bahkan siap dibunuh karena iman kepada Yesus. Taatlah kepada Yesus.


REFLEKSI:
Apakah aku siap kehilangan apa pun di dunia asal kumiliki Yesus Tuhanku?

MARILAH KITA BERDOA: 
Bapa, yang Mahabaik, tambahkanlah iman kami kepada PuteraMu Yesus, yang menghendaki kami taat dan setia hanya kepadaNya. Bantulah kami dan kuatkanlah kami untuk mengandalkan Dia dalam situasi apapun. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.