Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

SIAPAKAH AKU INI?

BC - 12438G | Sunday, 23 August 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.22:19-23
Mzm138:1-2abc-3.6-8bc
Rm.11:33-36
Mat.16:13-20

“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawan Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”.” 
Matius 16:15-16

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Ketika kita berkumpul di dalam gereja untuk merayakan ekaristi pada hari ini, kita mendengarkan pertanyaan Tuhan Yesus ini: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Pernahkah saudara menonton film Jackie Chan yang berjudul “Who am I?” Siapakah aku ini? Ia yang terjatuh dari pesawat yang menerjunkannya ke daerah musuh lalu kehilangan kesadarannya dan ia tidak mengenal “siapa dirinya” yang sesungguhnya. Jackie Chan tidak tahu siapa dirinya. Kalau pertanyaan Jackie dialamatkan kepada kita: Siapakah aku ini? Apakah kita lupa nama kita? Apakah kita lupa keyakinan kita? Apakah kita tidak tahu asal-usul kita? Tidak. Karena kita bukan orang yang menderita sakit ingatan. Kepadamu juga ditanyakan oleh Yesus tentang dirinya: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Saudara-saudari terkasih,
Dalam kehidupan  kita sehari-hari, mungkin kita tidak pernah dikejutkan oleh pertanyaan ini: Siapakah Yesus bagiku? Tapi kalau ditanya orang siapakah kita, itu hal biasa. Kita memperkenalkan diri kita, jabatan kita, asal-usul kita dan lain sebagainya. Tetapi karena kita sudah lama menjadi orang katolik, kita mencoba melaksanakan kegiatan kita dan aktivitas kita sebagai orang katolik, tetapi dalam rentang waktu yang kita hidupi: pernahkah aku bertanya diri: “Siapakah Yesus itu bagiku!” Pada hari Minggu ini, gereja mengetuk hati murid-murid yang telah cukup waktu mengikuti Dia: siapakah kata orang tentang diriNya? Para murid itu dengan mudah menjawab apa yang mereka dengar dan rekam dari kehidupan di sekitar mereka. Tetapi ketika Yesus bertanya: Tapi menurut kamu, Aku ini siapa? Hanya seorang Petrus yang memberikan jawaban: ““Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”.Apa yang dikatakan oleh Petrus itu ternyata bukan dari dirinya sendiri, tetapi Bapa yang mengatakannya kepadanya. Berbahagialah engkau Simon Petrus, karena BapaKu yang di sorga yang menyatakan itu melalui engkau!

Saudara-saudari terkasih,
Ada yang patut kita perhatikan dan garis bawahi di sini: pertama, Tuhan Yesus ingin menguji pengetahuan para muridNya tentang siapakah diriNya menurut kata banyak orang; kedua bagaimana pengetahuan mereka tentang siapakah diriNya. Para murid Tuhan Yesus ini ternyata orang yang pandai “menguping” atau merekam perkataan yang santer dibicarakan orang tentang siapa Yesus dalam pandangan mereka. Tetapi mereka “kehilangan” kata ketika Yesus bertanya “ siapakah Dia bagi mereka?” Petrus yang menjawab bahwa Dialah Mesias, Anak Allah yang hidup! Tuhan Yesus mengatakan bahwa hal itu adalah “anugerah” dari atas, dari Bapa yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, artinya yang dipilih dan diurapi; Yesus adalah Anak Allah yang hidup, sebab hanya Allah yang tahu siapakah Yesus yang diutusnya. Sebab begitu besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia. Allah Bapa menyatakan kebenaran misteri kejadian Anak Allah menjadi Manusia; pribadi yang terurapi; Dialah Mesias yang dijanjikannya kepada bangsaNya Israel. Pada hari ini dinyatakan kepada kita yang berkumpul di dalam rumah Allah tentang siapakah Yesus itu bagi kita. Allah sendiri yang menyatakan kebenaran ini melalui pernyataan yang diucapkan oleh santo Petrus: “Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Saudara-saudari terkasih,
Dewasa ini kita hidup di lingkungan yang mayoritas bukan katolik atau Kristen, dan orang-orang itu bertanya kepada kita: mengapa orang katolik menyembah manusia. Yesus itu mereka sembah sebagai Allah, mana mungkin? Inilah “misteri” yang dianugerahkan Allah kepada kita pada hari ini: Allah telah menyatakan kepada kita bahwa Yesus itu adalah Mesias, Ia yang telah diurapiNya; Yesus itu Anak Allah yang hidup! Inilah ujian yang sesungguhnya diulang untuk kita hari ini dan harus kita jawab: Menurut orang bukan Kristen, siapakah Aku ini? Apakah engkau terpengaruh pada pendapat dan pandangan mereka. Siapakah Aku menurutmu? Kita harus yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah yang hidup; Ia berasal dari Bapa, menjadi manusia oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh Santa Perawan Maria. Inilah iman kita, inilah Kredo kita. Bagi kita Yesus adalah Tuhan, Firman hidup yang ada bersama dengan Allah dan tanpa Dia tidak sesuatu pun telah ada dan telah dijadikan. Marilah kita berpegang teguh pada iman kita.


REFLEKSI:
Apakah aku  mengimani Yesus sebagai Anak Allah yang hidup dan mewartakannya?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, apa pun kata orang tentang Yesus, kami hanya mau berpegang teguh pada penyataanMu melalui Petrus, bahwa Yesus adalah PuteraMu yang terkasih, dan kami akan selalu mendengarkan Dia. Sebab Dia Tuhan dan Juruselamat kami.Amin.


 


 


 


 


LUMEN NO :  12437 / Pesta Santo Bartolomeus


Tanggal :  Senin,24 Agustus 2026


Naskah :  Gabriel Nusanumba Sera


 


Saudara-saudari, marilah kita mendengarkan renungan dengan judul:


 


BARTOLOMEUS ORANG JUJUR  


 


Yang berdasarkan pada Injil Yohanes 1:46-47


“Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah seseuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepadaNya, lalu berkata tentang dia: :“Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.”


 


 


Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.


Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,


Hari ini kita merayakan pesta santo Bartolomeus rasul. Saya bertanya, mengapa injil hari ini bercerita tentang Natanael, yang disebut Yesus “seorang Israel sejati”? Seorang ahli Kirab Suci, Leon Dufour memberi catatan bahwa mulai dengan abad ke 9 ada yang menganggapnya sama dengan Bartolomeus. Pertanyaan selanjutnya: mengapa Yesus menyebut dia adalah seorang Israel sejati, dan tidak ada kepalsuan di dalamnya. Dengan kata lain dia adalah seorang yang berkata “apa adanya” dan tidak sedang mengada-ada; dengan kata lain dia adalah seorang jujur. Lalu saya teringat pada kata-kata Tuhan Yesus tentang “nilai kejujuran” yang seharusnya: “Jika “ya” katakan YA, jika “tidak katakan TIDAK.”  Natanael atau Bartolomeus bertanya: Bagaimana engkau mengenal aku? Dan kata Yesus: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara!” Apa reaksi Natanael?


 


Saudara-saudari terkasih,


Jawaban Natanael bagi saya cukup mengejutkan, katanya: “Nabi, Engkau Anak Allah, Engkau raja orang Israel!” Apakah anda tidak mendapat kesan yang sama dengan saya? Filipus hanya berkata kepada Natanael kalau ia sudah bertemu dengan Yesus, anak Yusuf dari Nazaret, seperti yang dikatakan oleh Musa dan para nabi. Namun mana mungkin itu terjadi, sebab sepengetahuannya “apa ada yang bisa dinantikan dari Nazaret?” Sebab semua orang Israel tahu, termasuk dirimya bahwa Nazaret saja tidak pernah disebut dalam Alkitab Perjanjian Lama; Nazaret adalah sebuah kampung kecil. Apa mungkin sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Apalagi kalau itu dikaitkan dengan kedatangan Mesias? Setelah Yesus mengatakan ke-beradaan-nya, ia sadar kalau orang ini bukan orang sembarangan, ia adalah seorang nabi, Mesias yang dijanjikan.


 


 


 


Saudara-saudari terkasih,


Bartolomeus atau Natanael adalah salah seorang murid Yesus yang selalu disebut bersamaan dengan Filipus. Ia berasal dari Kana. Para ahli kitab suci menggambarkan dia sebagai seorang beriman yang jujur, yang bertindak dan berkata “apa adanya!” Itulah watak seorang yang seharusnya dimiliki oleh “seorang Israel sejati!” Kepada orang berwatak seperti dirinya itu, Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”  Anugerah yang luar biasa yang dikaruniakan Tuhan Yesus kepada Bartolomeus yang penuh iman dan jujur ini: melihat malaikat-malaikat pulang-pergi di hadapan Anak Manusia. Bukankah itu sesuatu yang membahagiakan? Ingat salah satu sabda bahagia yang dikatakan Tuhan Yesus dalam kotbah di bukit: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah!” (Matius 5:8). Orang yang suci hatinya adalah orang-orang percaya penuh pada Allah dan mengandalkan kuasa Allah. Orang yang suci hatinya adalah orang yang “tidak ada kepalsuan dalam dirinya”; dia jujur dan percaya pada apa yang difirmankan oleh Allah.


 


Saudara-saudari terkasih,


Hari ini saya ingin menarik perhatianmu pada “kehidupan seorang murid” Yesus yang jujur di hadapan Allah dan percaya pada apa yang difirmankan Allah. Bahwa Allah mengetahui apa saja dan semua yang terjadi di dalam hidup kita. Bahkan pemazmur mengatakan kebenaran tersebut : “Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku, Engkau mengetahui aku kalau aku duduk dan berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (Mazmur 139:1-3) Kini saatnya kita harus meneladan seorang Bartolomeus, menjadi seorang katolik dan seorang kristiani yang beriman, jujur dan percaya bahwa Allah sangat baik mengenal kita, sebelum kita mengenal Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita. Tidak mudah menjadi orang jujur; yang berkata dan bertindak “apa adanya”, serta percaya bahwa Tuhan memiliki kehendak terbaik untuk kita. Semuanya akan indah pada waktunya bagi orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus,


 


REFLEKSI:


Apakah aku sudah memiliki hati yang suci, jujur dan mengandalkan Firman Allah?


 


MARILAH KITA BERDOA:


Bapa, yang Mahabaik, terimakasih untuk sosok kudus santo Bartolomeus yang kami rayakan pestanya pada hari ini. Berilah kami hati yang baik, suci dan percaya pada firman Yesus. Mampukanlah kami untuk menjaga hati yang jujur di hadapanmu dan sesama kami, sebab kami ingin berjumpa denganMu. Demi Yesus Kristus Tuhan kam. Amin