Bacaan Hari ini:
Why.21:9b-14
Mzm.145:10-11,12-13ab,17-18
Yoh.1:45-51
( Ps St. Bartolomeus ,Rasul )
“Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah seseuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepadaNya, lalu berkata tentang dia: :“Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.”
Yohanes 1:46-47
Saudara-saudari terkasih,
Jawaban Natanael bagi saya cukup mengejutkan, katanya: “Nabi, Engkau Anak Allah, Engkau raja orang Israel!” Apakah anda tidak mendapat kesan yang sama dengan saya? Filipus hanya berkata kepada Natanael kalau ia sudah bertemu dengan Yesus, anak Yusuf dari Nazaret, seperti yang dikatakan oleh Musa dan para nabi. Namun mana mungkin itu terjadi, sebab sepengetahuannya “apa ada yang bisa dinantikan dari Nazaret?” Sebab semua orang Israel tahu, termasuk dirimya bahwa Nazaret saja tidak pernah disebut dalam Alkitab Perjanjian Lama; Nazaret adalah sebuah kampung kecil. Apa mungkin sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Apalagi kalau itu dikaitkan dengan kedatangan Mesias? Setelah Yesus mengatakan ke-beradaan-nya, ia sadar kalau orang ini bukan orang sembarangan, ia adalah seorang nabi, Mesias yang dijanjikan.
audara-saudari terkasih,
Bartolomeus atau Natanael adalah salah seorang murid Yesus yang selalu disebut bersamaan dengan Filipus. Ia berasal dari Kana. Para ahli kitab suci menggambarkan dia sebagai seorang beriman yang jujur, yang bertindak dan berkata “apa adanya!” Itulah watak seorang yang seharusnya dimiliki oleh “seorang Israel sejati!” Kepada orang berwatak seperti dirinya itu, Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Anugerah yang luar biasa yang dikaruniakan Tuhan Yesus kepada Bartolomeus yang penuh iman dan jujur ini: melihat malaikat-malaikat pulang-pergi di hadapan Anak Manusia. Bukankah itu sesuatu yang membahagiakan? Ingat salah satu sabda bahagia yang dikatakan Tuhan Yesus dalam kotbah di bukit: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah!” (Matius 5:8). Orang yang suci hatinya adalah orang-orang percaya penuh pada Allah dan mengandalkan kuasa Allah. Orang yang suci hatinya adalah orang yang “tidak ada kepalsuan dalam dirinya”; dia jujur dan percaya pada apa yang difirmankan oleh Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini saya ingin menarik perhatianmu pada “kehidupan seorang murid” Yesus yang jujur di hadapan Allah dan percaya pada apa yang difirmankan Allah. Bahwa Allah mengetahui apa saja dan semua yang terjadi di dalam hidup kita. Bahkan pemazmur mengatakan kebenaran tersebut : “Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku, Engkau mengetahui aku kalau aku duduk dan berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (Mazmur 139:1-3) Kini saatnya kita harus meneladan seorang Bartolomeus, menjadi seorang katolik dan seorang kristiani yang beriman, jujur dan percaya bahwa Allah sangat baik mengenal kita, sebelum kita mengenal Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita. Tidak mudah menjadi orang jujur; yang berkata dan bertindak “apa adanya”, serta percaya bahwa Tuhan memiliki kehendak terbaik untuk kita. Semuanya akan indah pada waktunya bagi orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus,
REFLEKSI:
Apakah aku sudah memiliki hati yang suci, jujur dan mengandalkan Firman Allah?
MARILAH KITA BERDOA:
apa, yang Mahabaik, terimakasih untuk sosok kudus santo Bartolomeus yang kami rayakan pestanya pada hari ini. Berilah kami hati yang baik, suci dan percaya pada firman Yesus. Mampukanlah kami untuk menjaga hati yang jujur di hadapanmu dan sesama kami, sebab kami ingin berjumpa denganMu. Demi Yesus Kristus Tuhan kam. Amin