Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

DI DOA IBUKU

BC - 12440G | Thursday, 27 August 2026

Bacaan Hari ini:
1Kor.1:1-9
Mzm.145:2-3.4-5.6-7
Mat.24:42-51
( Pw. St Monika )

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Sebab itu hendaknya kamu juga siap sedia,karena Anak Manusia datang pada hari yang tidak kamu duga.”
Matius 24:42 & 44

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,Hari ini selalu menjadi hari yang sangat istimewa dalam kehidupanku. Aku selalu mengenang ibuku yang seorang mualaf. Ia menjadi sosok yang inspiratip dalam hiduipku. Beliau adalah seorang pendoa yang tekun. Dia mungkin tidak bisa menyusun doa yang indah dan panjang seperti aku, tetapi hatinya selalu bicara kepada Tuhan untuk kebaikan kami anak-anaknya. Sesekali beliau berkata: Jadilah anak yang baik, jadi contoh untuk adik-adikmu, dan andalkan Tuhan Yesus yang selalu memberkati hidup keluarga kita. Beliau tidak lupa berdoa singkat begini: Yesus, Mariadan Yosep doakanlah kami. Hari ini kita juga memperingati seorang ibu pendoa yang setia dan tekun, santa Monika. Ibu seorang Uskup Kartago yang bernama Santo Agustinus. Beliau mendoakan puteranya yang “nakal” itu dan akhirnya bertobat dan menjadi orang “kudus”.

Saudara-saudari terkasih,
Ketika santa Monika lanjut usianya dan sakit-sakitan, Agustinus mencatat apa yang dikatakan ibunya seperti ini: “Nah, begitu aku sudah tidak menemukan suatu kesukaan lagi di dunia ini. Apa yang masih harus kuperbuat di sini, dan mengapa aku ada di sini; aku tidak tahu, karena sekarang aku tidak mengharapkan sesuatu lagi dari dunia ini. Dulu ada sesuatu yang menyebabkan aku ingin tinggal sedikit lebih lama di dunia ini, agar aku dapat melihat engkau sebagai seorang Kristen.Katolik, sebelum aku meninggal. Hal ini Tuhan sudah mengabulkan secara istimewa, sebab sekarang aku sudah melihat engkau menjadi hambaNya dengan meremehkan semua kebahagiaan dunia. Apa yang harus kuperbuat di sini.” Ungkapan syukur seorang di hadapan anaknya yang akhirnya bertobat dan membanggakannya, dianggapnya sudah cukup. Monika bahagia karena dia sangat menginginkan pertobatan anaknya dan ia sudah melihat anaknya menjadi imam Tuhan.

Saudara-saudari terkasih,
Itulah cara seorang wanita suci yang bernama Monika mengingatkan anak-anaknya: Agustinus dan kakaknya supaya mereka ingat akan firman Tuhan yang diwartakan gereja kudus pada hari ini: “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Sebab itu hendaknya kamu juga siap sedia,karena Anak Manusia datang pada hari yang tidak kamu duga.” Itulah yang didoakan ibu suci yang merindukan pertobatan putera-puteranya. Menjelang ajalnya, anak-anaknya ingin memakamkan jasadnya di tanah kelahirannya, tetapi Monika tidak ingin membuat anaknya repot, katanya: “Letakkan tubuh ini di mana saja. Jangan kamu terlalu sibuk memikirkannya. Hanya satu ini yang kuminta kepadamu, agar kamu mengenangkan aku di hadapan altar Tuhan, di mana saja kamu berada.” Permintaannya tidak banyak, kecuali agar dia dikenang dan didoakan oleh anaknya yang telah ditahbiskan menjadi imam, yang kemudian juga menjadi seorang uskup. Seorang imam pernah bersaksi: setiap kali saya mempersembahkan Ekaristi kudus, pada bagian Doa Syukur agung yang mendoakan arwah orang beriman, saya selalu menyebut nama ibuku, yang telah melahirkan aku dan mendoakan aku untuk menjadi imam Tuhan. Itulah yang menguatkan aku untuk tetap setia melayani Tuhan kita.

Saudara-saudari terkasih,
Injil hari ini bukan sekedar pengingat atau sebuah pesan untuk setiap orang percaya yang sedang mendengarkan aku; bukan! Inilah yang didoakan setiap ibu untuk anak-anaknya agar mereka tumbuh dewasa dan supaya mereka memiliki iman yang teguh, kuat dan siap bersaksi, agar banyak orang lain tahu: Tuhan ingin anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Kapan waktunya? Tidak seorangpun tahu, Anak tidak, hanya Bapa yang tahu. Jadi berjaga-jagalah. Artinya “kapan pun, di mana pun,” kita harus hidup seturut kehendak Tuhan. Ada seorang ibu kudus yang mendoakan anak-anaknya; dialah santa Monika; dialah ibu yang telah melahirkan kita. Hormatilah dia semasa hidupnya, cintailah dia. Kalau dia sudah tiada, doakanlah dia agar berbahagia di sorga bersama Allah yang dicintainya. Ia adalah ibu yang masih terus mendoakan kita. Di doa ibuku, namaku disebut. Dia ingin kita selamat dan bahagia. Santa Monika, doakanlah kami.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah mengasihi ibu yang telah melahirkanku dan mendoakannya juga?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami bangga memiliki ibu teladan dan pendoa seperti santa Monika yang diperingati gereja kudus hari ini. Kami berdoa untuk setiap ibu, agar mereka hidup suci dan tekun mendoakan anak-anaknya. Berkatilah ibu yang melahirkan kami dan jagalah beliau dalam kasihMu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.