Bacaan Hari ini:
Gal.2:1-2.7-14
Mzm.117:1,2
Luk.11:1-4
(Pw.SP Maria Ratu Rosario)
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya.
Lukas 11:2-3
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Dalam bacaan injil kemarin, kita mendengar kisah dua orang bersaudara yang sangat dekat dengan Yesus, yakni Maria dan Maria. Marta memutuskan untuk menyiapkan hidangan yang terbaik untuk Yesus. Sedang Maria saudaranya memutuskan sesuatu yang sebaliknya, yakni memilih untuk duduk dekat kaki Yesus. Sementara injil hari ini menampilkan momen atau kesempatan yang amat langka, yakni ketika Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Yesus berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada Yesus: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Mendengar pertanyaan dari salah satu murid-Nya, Yesus menjawab dan berkata kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.".
Saudara-saudari terkasih,
Teks injil yang dibacakan pada hari ini sesungguhnya berisi tentang Doa Bapa Kami, yang sudah sangat kita hafal. Bahkan anak kecil sudah bisa berdoa Bapa Kami dengan sangat fasih dan lancar. Dan kita semua tentu mengetahui bagaimana kedudukan Doa Bapa Kami dalam Gereja Katolik yang sangat istimewa dan sentral. Doa Bapa Kami termasuk salah satu doa pokok, doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri dan tertulis dengan sangat jelas dalam ketiga injil, yakni injil Matius, Markus dan Lukas. Dalam liturgi resmi seperti perayaan ekaristi dan perayaan sakramen-sakramen yang lain, Doa Bapa kami mendapat tempat yang istimewa. Dari segi isinya, doa Bapa Kami ini terdiri dari dua bagian penting. Bagian pertama, terpusat pada Allah. Yang sangat menarik bagi kita adalah awal atau permulaan dari doa Bapa kami, dimana kita diajak menyebut Allah sebagai Bapa. Hal ini menjadi sebuah tanda bahwa Allah itu dekat. Dengan menyebut Allah sebagai Bapa, Yesus juga menyadarkan kita bahwa sebagai Bapa, Allah pasti mengabulkan doa kita.
Saudara-saudari terkasih,
Allah Bapa yang Yesus ajarkan berada di surga dan bukan di dunia. Tetapi walaupun berada di surga, kuasa dan kebaikan Allah dapat dirasakan dan dialami semua manusia di bumi dalam setiap kesempatan khsusunya pada waktu manusia memanggil atau berbicara dengan Allah lewat doa. Maka kalau kita berdoa kepada Bapa, tidak perlu keras-keras atau teriak-teriak. Bahkan doa dari dalam hati kita yang tidak sempat terucap sekalipun sudah diketahui Allah. Kemudian Yesus mengajak kita menguduskan atau memuliakan Allah Bapa yang ada di surga. Kata memuliakan berasal dari kata mulia yang artinya tinggi dalam kedudukan, pangkat, martabat, luhur, terhormat, agung. Maka kata Memuliakan berarti menghormati, amat menghargai, menjunjung tinggi, memandang luhur. Jadi memuliakan Allah Bapa berarti kita memberikan hormat, sujud dan syukur kepada Bapa. Tetapi kita memuliakan Allah tidak hanya di mulut. Sebab terkadang ada yang sudah merasa puas memuliakan Allah bila dapat menyanyikan lagu yang indah atau mengucapkan kata berisi pujian kepada Allah. Padahal memuliakan Allah yang paling utama adalah melaksanakan ajaran Allah dengan mencintai sesama manusia dan menjauhi hal yang jahat.
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus juga mengajarkan kita berdoa mohon datangnya kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan keadaan dimana Allah itu hadir dan memerintah. Kerjaan Allah sudah datang saat Yesus hadir dan memulai karya-Nya di dunia ini. Tetapi Kerajaan Allah itu belum dinyatakan secara sempurna. Kita masih terus menunggu dan mengharapkan kesempurnaan sampai Yesus datang kedua kalinya. Dan Berdoa dengan cara ini berarti kita mengakui dan mengundang Allah hadir dan memerintah, menjadi penguasa atas dunia dan hidup kita. Jika kerajaan Allah terwujud di dunia, maka semua kehendak Allah terlaksana. Sebab saat ini masih terjadi tarik-menarik antara kehendak manusia dengan kehendak Allah. Kita pengikut Yesus pun dengan sadar atau tidak masih sering memaksakan kehendak kita. Kita belum bisa bersikap seperti Yesus yang berdoa di taman Getsemani agar hanya kehendak Bapa yang terjadi. Sementara bagian kedua doa Bapa Kami berkaitan dengan hidup manusia. Manusia butuh rejeki, belajar mengampuni dan dijauhkan dari yang jahat.
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha memahami doa Bapa Kami dan mengamalkan doa Bapa kami dalam kehidupan kita sehari-hari?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan kami menyebut Allah sebagai Bapa yang sangat dekat yang pasti akan mengabulkan doa-doa kami asalkan kami pun berusaha hidup sesuai ajaran-Mu. Bantulah kami umat-Mu untuk memuliakan-Mu tidak hanya di bibir tetapi juga lewat perbuatan kami. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.