Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KAMU SEMUA DIUNDANG KE PERJAMUAN TUHAN

BC - 12485G | Sunday, 11 October 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.25:6-10a
Mzm.23:1-3a.34-6
Flp 4:12-14,19-20
Mat.22:1-14(panjang)
Mat.22:1-10( singkat)

“Hal kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya untuk memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.”
Matius 22:2-3

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Selamat hari Minggu dan selamat hari libur. Pada hari ini kita semua  diingatkan untuk datang ke gereja dan merayakan Perayaan Ekaristi. Semua orang Katolik, tanpa kecuali ditunggu “tuan pesta” yaitu Yesus di rumahnya untuk ambil bagian dalam perjamuan yang diadakan. Syukur kepada Allah kalau kita menyadari hal tersebut. Beberapa orang meninggalkan rumahnya untuk tamasya atau rekreasi. Beberapa orang masih menyempatkan diri untuk merayakan Ekaristi di gereja terdekat di mana mereka bertamasya atau rekreasi. Kesadaran seperti ini perlu kita apresiasi, daripada tidak sama sekali, tetap meluangkan waktu untuk memuliakan Tuhan di rumahnya dan tidak sibuk bersenang-senang saja. Jadi saya hanya mau mengingatkan kita semua kalau hari ini kita memiliki kewajiban sesuai dengan lima  perintah gereja: Rayakanlah hari Minggu sebagai hari Tuhan.

Saudara-saudari terkasih,
Perumpamaan Tuhan Yesus yang diwartakan oleh Gereja kudus pada hari Minggu ini, langsung mengingatkan saya tentang pentingnya merayakan hari Minggu sebagai hari kemenangan Tuhan, yaitu hari ketiga, di mana Ia bangkit dari kematiannya. Pada hari ini kita mendengar “kerinduan hati Tuhan” dan “Undangan kasihNya” untuk orang-orang yang telah diundangnya. Mereka itu adalah umat pilihan, orang-orang Yahudi yang menyembah Yahweh sebagai Tuhan junjungan mereka. Raja, yang adalah Allah, mau mengadakan perjamuan nikah, - pesta penting dalam siklus kehidupan manusia - , untuk anakNya, Yesus. Ia diutus untuk disambut dengan gembira dan sukacita; Ia itu sudah dijanjikan untuk mereka berabad-abad lamanya. Namun ternyata mereka “tidak mempunyai kepedulian” atas undangan itu; mereka tidak mau datang ke pestanya.

Saudara-saudari terkasih,
Dikatakan bahwa orang-orang yang diundang itu menolak untuk datang; dan mereka lebih sibuk dengan urusannya sendiri; mereka memilih untuk “pergi ke ladangnya”, “mengurus usahanya”; dan bukan hanya tidak mau datang ke pesta, mereka menganiaya orang-orang yang diutus sang raja untuk mengingatkan mereka. Bagaimana dengan “nasib” perjamuan nikah yang sudah disediakannya dengan serius dan dengan istimewa itu? Raja itu tidak mau “berurusan” dengan orang-orang “yang tidak punya hati” dan “mau memahami kebaikan” hatinya itu. Lalu raja itu meminta hamba-hambanya itu untuk mengundang semua orang tanpa pengecualian. Ia mengundang “orang baik dan orang jahat” di mana pun untuk datang ke pestanya dan :membuat penuh pesta anaknya itu. Pesta yang semula diperuntukkan orang-orang pilihanNya, yaitu bangsa Israel atau bangsa Yahudi, tetapi karena mereka menolak hadir, Allah berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Bahwa orang-orang bukan Yahudi ada “yang baik” karena ada nilai-nilai baik dalam kebudayaan mereka; tetapi juga ada orang-orang “jahat’ yang kurang berbudaya; mereka semua diundang untuk mengalami “keluhuran dan keindahan” pesta yang diadakannya. Di rumah Tuhan semua orang dipersilahkan untuk datang dan mengalami kebaikan hatiNya dalam diri AnakNya Yesus yang sudah menyerahkan nyawaNya dan memberi makan mereka dengan tubuh dan darahNya.

Saudara-saudari terkasih,
Pada hari Minggu ini, semua orang diundang oleh gereja kudus untuk datang ke rumah Tuhan, memuliakan dan memuji Dia serta ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi, buah pengorbanan AnakNya Yesus. Hari Minggu adalah hari libur, sebab hari ini bagi kita adalah kita merayakan pesta kemenangan iman kita. Sebab pada hari ini Yesus bangkit dari mati; sebab jika Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu. Gereja terbuka untuk siapa saja yang mau datang ke rumahNya untuk mengalami pesta dan perayaan KasihNya yang menghendaki semua orang percaya kepada Yesus dan beroleh hidup yang kekal. Maka kalau kita ke gereja, baiklah kita mengajak semua anggota keluarga kita, mengingatkan tetangga kita dan teman-teman kita untuk datang ke gereja.  Jangan membuat “alasan yang tidak perlu” dan tidak datang ke rumah Tuhan. Di sana kita berkumpul dengan teman-teman seiman, tetapi terlebih-lebih kita akan menerima kasih Allah yang telah menyelamatkan kita melalui pengorbanan AnakNya Tunggal.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah mendengar tawaran kasih Allah yang memanggil kita ke pestaNya?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih untuk selalu mengundang kami datang ke perjamuan Kasih Yesus dalam perayaan Ekaristi, sebab Dia sudah wafat dan bangkit untuk kami. Buatlah kami selalu merindukan kasih Yesus Tuhan dan Pengantara kami.Amin.