Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KECAMAN UNTUK AHLI-AHLI TAURAT

BC - 12488G | Wednesday, 14 October 2026

Bacaan Hari ini:
“Seorang dari ahli-ahli Taurat berkata kepadaNya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai kamu ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

“Seorang dari ahli-ahli Taurat berkata kepadaNya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai kamu ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”
Lukas 11:42-43

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Kemarin kita sudah merenungkan kecaman Tuhan Yesus untuk orang-orang Farisi. Pada saat itu ada juga beberapa ahli Taurat. Mereka mendengar kecaman Yesus untuk orang-orang Farisi. Ahli-ahli Taurat itu justru yang bereaksi dan merasa tidak nyaman, katanya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Mereka merasa ditekan Yesus dan keberatan. Tetapi perhatikan, apakah Yesus surut bicara dan membiarkan ahli-ahli Taurat itu menunjukkan “nyali”-nya? Tidak. Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai kamu ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.” Yesus tahu orang-orang ini sangat “katam” dan “mengusai hukum-hukum Taurat Musa. Namun mereka ini juga yang menjadi “biang kesusahan” umat pilihan Yahweh. Mereka bisanya bicara, kotbah dan memerintahkan bahwa orang harus menaati hukum Taurat, tetapi mereka sendiri enggan menaatinya.

Saudara-saudari terkasih,
Ada perkataan Tuhan Yesus yang lain yang membuatku “bergidik dan merinding”, kataNya: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat,  sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalamnya dan orang yang berusaha untuk masuk kamu halang-halangi!” Kecaman ini sungguh menohok dan menyayat hatiku. Karena aku pernah dalam posisi mereka sebagai seorang “Guru” yang memiliki murid yang dipercayakan kepadaku. Rasa-rasanya aku tidak melakukan hal itu. Aku ingin para muridku berhasil, pandai dan bisa mengambil keputusan sendiri, apa yang masih bisa mereka lakukan dengan pendidikan yang aku ajarkan dan aku wariskan kepada mereka.

Saudara-saudari terkasih,
Menarik untuk diperhatikan bahwa ahli-ahli Taurat ini adalah orang-orang yang sungguh-sungguh dididik dan disiapkan untuk waktu yang lama, kurang lebih 40 tahun-an. Dan setelah mereka dianggap lulus, mereka “diwisuda” menjadi “ahli Taurat”. Merekalah yang menetapkan aturan-aturan yang harus ditaati warga Yahudi. Tuhan Yesus menemukan bahwa aturan-aturan itu sangat banyak dan memberikan beban yang berlebihan kepada bangsa Israel. Makanya Tuhan Yesus mengundang mereka untuk datang kepadaNya dan mengikuti ajaran KasihNya. Inilah undangan Yesus kepada orang-orang yang merasa terbebani hidupnya dengan peraturan yang “banyak dan rumit” yang dibuat ahli-ahli Taurat, seperti apa saja yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Kata Yesus: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu   akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun      ringan.” Ahli-ahli Taurat merinci aturan-aturan Taurat untuk dipatuhi orang Israel, tetapi mereka sendiri melanggarnya. Contoh: Pada hari Sabat orang tidak boleh menggembalakan ternaknya, tetapi ketika ternak mereka terperosok ke jurang mereka menyelamatkan ternaknya, sementara orang biasa tidak boleh melakukannya. Itulah yang dimaksud Yesus: mereka buat aturan, tapi mereka tidak menyentuhnya, bahkan dengan “satu jari” pun. Omong doang, prakteknya nol besar.

Saudara-saudari terkasih,
Teguran untuk ahli-ahli Taurat yang hidup di masa Yesus ini merupakan bentuk pengajaran dan cara mendidik umat perdana pada waktu itu. Dan apakah itu masih ada gunanya untuk kita? Tentu saja. Banyak dari antara kita sudah lebih dahulu beriman dan percaya kepada Tuhan Yesus; kita mengetahui firmanNya dan mengenal ajaranNya melalui pendidikan dari gereja yang kudus, katolik dan apostolik. Kita dianggap cukup pengetahuan tentang iman kita. Beberapa orang diberi kepercayaan untuk mendidik umat dengan posisi dan jabatan tertentu. Ada yang menjadi imam, biarawan-biarawati, katekis dan pemuka agama katolik. Mereka suka bicara dan mengajar umat tentang nilai-nilai iman dan kebenaran hidup kristiani kepada umat. Inilah peringatan dan rambu-rambu pengingat untuk “mereka”: jangan hanya bisa bicara, berilah teladan baik untuk mereka, agar mereka “mendapatkan kelegaan dan ketenangan” di kala mereka berbeban berat.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah menjadi teladan beriman yang baik untuk saudara dan sesamaku?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih sudah mengingatkan kami untuk menjadi murid Yesus yang memberi teladan yang baik sebagai bentuk pendidikan untuk banyak orang. Berilah kami kesetiaan untuk melaksanakan firman Yesus.Tuhan dan Pengantara kami. Amin