Bacaan Hari ini:
12489G
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
Lukas 11: 52
Saudara-saudari terkasih,
Tapi yang kita dengarkan dari seorang guru Yesus tentang para ahli Taurat, yang adalah pengajar bangsa Israel begini: “…kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.” Selama bertahun-tahun, kurang lebih 40 tahun, mereka mempelajari Hukum Taurat, agar bisa dipastikan dan dijamin mereka bisa mengajarkan kebenaran yang terdapat dalam Hukum Taurat dan Kitab para nabi. Namun perhatikan apa yang dikecamkan Yesus kepada mereka: Mereka tahu tentang banyak hal dan kebenaran yang mereka pelajari dari Kitab-kitab itu, namun mereka bukannya berbagi ilmu pengetahuan, melainkan justeru menyembunyikannya dari orang banyak. Bahkan orang yang berusaha untuk mengetahui ajaran dari Hukum Taurat mereka hambat dan mereka halangi. Mereka menjadi “batu sandungan” untuk para pencari kehendak Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Menarik untuk kita perhatikan, bagaimana Tuhan Yesus mendidik para pengikut dan muridNya; Ia mengajar mereka untuk mengasihi dan mengampuni siapa pun seperti BapaNya mengasihi semua orang. Mereka yang mengikuti Dia harus tahu, memahami dan melaksanakan apa yang menjadi ajaran dan kehendak BapaNya. Bapa mengasihi semua orang, tanpa membeda-bedakan di antara mereka maupun orang-orang bukan Yahudi. Bapa mengasihi baik orang benar maupun orang yang tidak benar. Yesus tidak pernah mengistimewakan seorang pun dari muridNya. KataNya: Barangsiapa mau mengikuti Aku, harus memikul salibnya, menyangkal dirinya dan mengikuti Aku. Firman ini tidak pernah ditujukan kepada 12 orang muridNya saja, melainkan sangat terbuka untuk semua orang yang datang kepadaNya dan mau percaya kepadaNya. Yesus berbicara dan mengajar di dalam Bait suci, Ia mengajar mereka yang datang kepadaNya dan mengajar mereka dari atas perahu. Ia mengajari mereka tentang nilai-nilai kebenaran yang terdapat dalam Alkitab serta menggenapi dan menyempurnakan ajaran para nabi di masa sebelum dirinya, terutama yang terdapat dalam Kitab Taurat Musa (Matus bab 5 sampai bab 7) Ia menjadi teladan tindakan kasih untuk mereka yang membutuhkan pembebasan, mereka yang lapar diberinya makan, yang sakit disembuhkan dan yang mati dibangkitkannya. Ia mengajar mereka dengan firmanNya tetapi juga dengan tindakan kasih yang menyelamatkan, membahagiakan dan melegakan.
Saudara-saudari terkasih,
Ingatkah kita ketika Yesus menegur para muridNya, agar mereka tidak menghalang-halangi “anak-anak kecil” itu datang kepadaNya. KataNya kepada mereka: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu sebab merekalah yang empunya Kerajaan Sorga!” Orang-orang sederhana, yang mengandalkan kebaikan Allah adalah orang-orang yang mewarisi Kerajaan Sorga. Bukan orang cerdik pandai, bukan orang yang merasa diri paling benar, bukan orang yang sudah merasa diri saleh yang dicari Yesus, tetapi mereka yang berdosa, yang tersingkir, mereka yang tidak mempunyai penolong; Tuhan Yesus menyapa: “Marilah hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaan bagimu dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan.” Tuhan mengundang semua orang datang dan mendengarkan pengajarannya, bukan menghambat mereka. Yesus mau kita datang kepadaNya dan diberkatiNya, supaya kita diselamatkannya.
REFLEKSI:
Apakah aku sudah mau datang kepada Yesus untuk dididik olehNya agar bahagia?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Yesus kecewa kepada para ahli Taurat yang mementingkan ilmu dan kebisaan mereka, tapi tidak peduli dengan nasib rakyat. Bantulah kami memiliki kepedulian akan keselamatan orang lain, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.Amin.