Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

JANGAN MENGHUJAT ROH KUDUS

BC - 12491G | Saturday, 17 October 2026

Bacaan Hari ini:
Ef.15-23
Mzm.8:2-3a.4-5.6-7
Luk.12:8-12
( Pw. St. Ignasia dr Antiokhia, UskMrt )

“Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.”
Lukas 12:10

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Bagian kedua dari pewartaan gereja tentang Pengajaran Khusus untuk murid-murid, yaitu Lukas 12 ayat 8-12 menarik perhatian saya pada ayat sepuluh yang telah kita kutip pada awal renungan hari ini. Kemarin kita sudah dididik untuk tidak takut “memberi kesaksian” tentang iman kita. Kita tidak boleh takut pada manusia, melainkan hanya takut kepada Allah saja. Secara khusus Tuhan Yesus memberikan “catatan penting” dan harus diingat oleh para murid: “Jangan menghujat Roh Kudus!” Roh Kudus itulah roh yang berasal dari Bapa dan Putera; Dialah yang akan “menyertai” mereka selama masih hidup di atas muka bumi ini. “Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Roh Kudus akan bersaksi bersama para murid agar mereka mengandalkan Allah dan percaya pada bimbinganNya.

Saudara-saudari terkasih,
Judul renungan kita pada hari ini adalah peringatan dan ajaran Yesus agar para murid “jangan menghujat Roh Kudus!” Apa artinya itu? Pada masa lampau Bapa yang menyatakan diriNya sebagai Yahweh telah menyertai bangsa pilihan yaitu Israel. Karena mereka tidak bisa dididik dengan perantaraan para nabiNya, Allah mengutus AnakNya yang Tunggal menjadi manusia, Dialah Yesus Kristus. Setelah genap tugas perutusan Anak Allah, Ia harus kembali kepada Bapa, namun Ia tidak meninggalkan mereka sebagai “yatim piatu”; mereka akan ditolong oleh Roh Kudus yang mengajarkan segala sesuatu yang pernah diajarkan oleh Yesus Kristus. Roh Kudus-lah yang harus mereka andalkan setelah kepergian Yesus yang naik ke sorga.  Para murid harus meneruskan tugas pewartaan Yesus  untuk menyelamatkan semua orang berdosa. Mereka harus pergi ke seluruh dunia dan mengajarkan apa yang diajarkan Yesus dan membaptis mereka dalam nama “Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Saudara-saudari terkasih,
“Jangan menghujat Roh Kudus!” apa maksudnya? Kemarin kita sudah merenungkan hal pokok dalam beriman yaitu “Takut Akan Allah”. Keberanian untuk memberikan kesaksian iman, dasarnya adalah “janji Tuhan Yesus” sendiri; bahwa Dia tidak meninggalkan kita sendirian. Ia memberikan Roh KudusNya untuk menyertai kita selalu. Sekalipun para murid sudah dipilih dan diberi kepercayaan menjadi saksi Yesus, tetapi mereka tetap harus menyadari akan keterbatasan mereka. Daya ingat mereka dan kemampuan bicara atau bersaksi mereka. Sebagai orang-orang kecil dan sederhana dan mayoritas mereka adalah nelayan, mereka membutuhkan penyertaan “ilahi” dari Yesus yang telah meninggalkan mereka karena “naik ke sorga”. Itulah sebabnya Yesus mengutus Penghibur, yaitu Penolong dari Bapa dan Putera: Roh Kudus sendiri. Para murid harus mendengarkan didikanNya, agar mereka memahami dengan baik apa yang telah diajarkian oleh Yesus. Mereka tidak boleh merasa diri sudah hebat dan bisa mengandalkan pengetahuan mereka sendiri. Mereka harus membuka diri pada bimbingan Roh Kudus yang telah diutus ke dalam hati mereka, yaitu ketika Roh itu turun dalam rupa lidah-lidah api pada saat hari Pentakosta.

Saudara-saudari terkasih,
Pertanyaannya: Mengapa para murid tidak boleh menghujat Roh Kudus? Menarik untuk diperhatikan kalimat lengkapnya: “Barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni!” Kata-kata “ia tidak akan diampuni” menjadi sesuatu yang mengusik hatiku. Menghujat Roh Kudus, artinya menolak Dia sebagai anugerah dari Allah. Ia adalah Allah yang hadir menyertai kita. Menolak Roh Kudus berarti menolak Allah sendiri. Allah itu adalah sumber keselamatan. Allah Bapa adalah Allah yang Mahapengasih, Ia mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan; Yesus Kristus adalah penebus umat manusia yang diutus Bapa. Allah tetap dan selalu hadir dalam diri Roh Kudus. Kalau orang menolak Roh Kudus, itu sama dengan menolak kasih Bapa dan keselamatan yang diberikan Yesus. Orang seperti ini “tidak dapat diampuni” atau “tidak dapat diselamatkan”. Jadi seorang murid Yesus tugasnya bukan saja berani mewartakan Injil karena takut akan Allah, tetapi dia juga harus mengandalkan Roh Kudus dalam hidup dan kesaksiannya itu. Roh Kuduslah yang akan melengkapi dan menyempurnakan kesaksiannya.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah memohon bimbingan Roh Kudus untuk memberikan kesaksian iman?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami hidup oleh anugerahMu dan diselamatkan oleh pengorbanan Yesus. Engkau tidak meninggalkan kami sendirian, tetapi menganugerahi kami Roh Kudus. Bantulah kami mendengarkan bimbinganNya agar dapat mengetahui kehendakMu seperti yang  diajarkan Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin