Bacaan Hari ini:
Ef.15-23
Mzm.8:2-3a.4-5.6-7
Luk.12:8-12
( Pw. St. Ignasia dr Antiokhia, UskMrt )
“Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.”
Lukas 12:10
Saudara-saudari terkasih,
“Jangan menghujat Roh Kudus!” apa maksudnya? Kemarin kita sudah merenungkan hal pokok dalam beriman yaitu “Takut Akan Allah”. Keberanian untuk memberikan kesaksian iman, dasarnya adalah “janji Tuhan Yesus” sendiri; bahwa Dia tidak meninggalkan kita sendirian. Ia memberikan Roh KudusNya untuk menyertai kita selalu. Sekalipun para murid sudah dipilih dan diberi kepercayaan menjadi saksi Yesus, tetapi mereka tetap harus menyadari akan keterbatasan mereka. Daya ingat mereka dan kemampuan bicara atau bersaksi mereka. Sebagai orang-orang kecil dan sederhana dan mayoritas mereka adalah nelayan, mereka membutuhkan penyertaan “ilahi” dari Yesus yang telah meninggalkan mereka karena “naik ke sorga”. Itulah sebabnya Yesus mengutus Penghibur, yaitu Penolong dari Bapa dan Putera: Roh Kudus sendiri. Para murid harus mendengarkan didikanNya, agar mereka memahami dengan baik apa yang telah diajarkian oleh Yesus. Mereka tidak boleh merasa diri sudah hebat dan bisa mengandalkan pengetahuan mereka sendiri. Mereka harus membuka diri pada bimbingan Roh Kudus yang telah diutus ke dalam hati mereka, yaitu ketika Roh itu turun dalam rupa lidah-lidah api pada saat hari Pentakosta.
Saudara-saudari terkasih,
Pertanyaannya: Mengapa para murid tidak boleh menghujat Roh Kudus? Menarik untuk diperhatikan kalimat lengkapnya: “Barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni!” Kata-kata “ia tidak akan diampuni” menjadi sesuatu yang mengusik hatiku. Menghujat Roh Kudus, artinya menolak Dia sebagai anugerah dari Allah. Ia adalah Allah yang hadir menyertai kita. Menolak Roh Kudus berarti menolak Allah sendiri. Allah itu adalah sumber keselamatan. Allah Bapa adalah Allah yang Mahapengasih, Ia mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan; Yesus Kristus adalah penebus umat manusia yang diutus Bapa. Allah tetap dan selalu hadir dalam diri Roh Kudus. Kalau orang menolak Roh Kudus, itu sama dengan menolak kasih Bapa dan keselamatan yang diberikan Yesus. Orang seperti ini “tidak dapat diampuni” atau “tidak dapat diselamatkan”. Jadi seorang murid Yesus tugasnya bukan saja berani mewartakan Injil karena takut akan Allah, tetapi dia juga harus mengandalkan Roh Kudus dalam hidup dan kesaksiannya itu. Roh Kuduslah yang akan melengkapi dan menyempurnakan kesaksiannya.
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami hidup oleh anugerahMu dan diselamatkan oleh pengorbanan Yesus. Engkau tidak meninggalkan kami sendirian, tetapi menganugerahi kami Roh Kudus. Bantulah kami mendengarkan bimbinganNya agar dapat mengetahui kehendakMu seperti yang diajarkan Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin